Vaksin Covid-19 Sebabkan Kemandulan? Cek Faktanya Berikut Ini

Nabila Mecadinisa12 Jan 2021, 20:30 WIB
Diperbarui 12 Jan 2021, 20:30 WIB
Ilustrasi vaksin COVID-19 (Source: Pexels/Artem Podres)

Fimela.com, Jakarta Vaksin Covid-19 menimbulkan banyak berita simpang siur. Di tengah virus yang masih mewabah, banyak orang yang enggan menerima vaksin akibat efek samping yang disebabkan.

Salah satu rumor yang beredar mengenai kemandulan akibat efek samping dari vaksin Covid-19. Padahal, dugaan ini tidak benar. Dikutip dari Antara News, para dokter dan ilmuwan sudah menjawab isu tersebut.

Dugaan vaksin Covid-19 yang dikatakan bisa menyebabkan mandul tentu tidak benar. Informasi menyesatkan seputar vaksin dan kesuburan mengkalim jika vaksin mengandung protein lonjakan syncytin-1 yang terkait fungsi plasenta.

Vaksin Covid-19

Kehamilan
Ilustrasi Ibu Hamil Credit: pexels.com/pixabay

Tentunya, hal ini tidak benar karena SARS-CoV-2 sama sekali tidak mirip syncytin-1, kata dokter spesialis kandungan di The Ohio State University Wexner Medical Center, Michael Cackovic.

Jadi yang pasti, tidak ada bukti yang menyebabkan kemandulan akibat vaksin Covid-19. Bahkan American College of Obstetricins and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan vaksinasi bagi indvidu yang berusaha untuk hamil atau sedang mempertimbangkan kehamilan dan memenuhi kriteria untuk vaksinasi.

Bahkan penerima vaksin juga tidak perlu menunda kehamilan, setelah menyelesaikan kedua dosis vaksin Covid-19.

#Elevate women

Lanjutkan Membaca ↓