6 Cara Menyimpan Sambal Botolan di Rumah Agar Tak Mudah Basi

Anisha Saktian Putri14 Jan 2021, 20:00 WIB
Diperbarui 14 Jan 2021, 20:00 WIB
Sambal Ayam Nagih (SAN)/dok. SAN

Fimela.com, Jakarta Tak lengkap rasanya bila makan tidak menggunakan sambal. Rasanya yang pedas nyatanya dapat menggugah selera makan seseorang.

Berkembangnya zaman, para pecinta makanan pedas tak perlu lagi repot-repot dalam menbuat sambal. Sebab kini sudah banyak produk sambal berkualitas yang dikemas dalam bentuk botol. Dengan berbagaian varian, seperti terasi, cumi, matah dan masih banyak lagi.

Sayangnya, masih banyak orang belum tahu bagaimana menyimpan sambal botolan. Alhasil sambal pun cepat basi. Oleh karena berikut ini beberapa tips yang sahabat Fimela dapat lakukan untuk menyimpan “harta karun” penggugah selera makan. 

1. Pilih produk berkualitas

Selain rasanya, pilihlah sambal berkualitas.  Sensasi pedas yang disajikan tidak akan sampai membuat sakit perut  seperti Sambal Ayam Nagih (SAN)

Hal yang lebih istimewa, produk sambal botolan ini tidak mengandung bahan pengawet yang dikenal berbahaya bagi kesehatan. Umur simpan sambal botolan yang ada sejak 2019 ini , jika belum dibuka bisa sampai satu bulan lebih. Dan yang sudah dibuka, bisa bertahan 10 sampai 14 hari di suhu ruang.

“Dengan begitu, sambal yang diolah tanpa pengawet buatan dapat bertahan lebih lama, tidak berkurang secara kualitas rasa, dan bisa dinikmati tanpa rasa khawatir oleh seluruh keluarga,” ujar ujar pemilik Ayam Geprek Nagih Roxy, Hans Putra. 

2.  Hindari terkena matahari langsung

Seorang peneliti makanan dari StateFoodSafety, Janilyn Hutchings mengatakan bahwa bakteri dapat berkembang biak pada makanan tertentu jika disimpan di suhu yang berbahaya, misalnya terlalu panas atau terlalu lembab.

Saat produk makanan tertentu dibiarkan terkena sinar matahari langsung, hal itu dapat menurunkan umur simpan makanan karena panas matahari dapat membuat makanan masuk ke zona temperatur berbahaya lebih cepat.

 

3. Simpan di kulkas

Sambal Ayam Nagih (SAN)/dok. SAN
Sambal Ayam Nagih (SAN)/dok. SAN

Semua orang tahu bahwa kulkas atau lemari pendingin diciptakan untuk membuat makanan memiliki umur simpan yang panjang dan tetap segar. Hanya saja, satu hal lain yang perlu diperhatikan adalah isi kulkas itu sendiri.

Terlalu penuh atau menyimpan produk berbau menyengat juga akan mempengaruhi kualitas makanan lain di dalam kulkas. Selain itu kulkas juga jadi tidak dingin sehingga tidak bekerja secara maksimal.

4.  Simpan di freezer

Jika belum ada rencana untuk membuka sambal botolan dalam waktu dekat, sahabat Fimela bisa menyimpan sambal di dalam freezer agar umur simpan bisa lebih panjang lagi.

5. Ambil dengan sendok bersih

Kontaminasi bakteri dari satu makanan ke makanan lain bisa sangat berpengaruh kualitas antara satu makanan ke makanan lain. Pastikan selalu menggunakan sendok bersih, bukan sendok yang bekas digunakan guna menghindari kontaminasi silang.

6. Tambahkan minyak sayur

Selain di lemari pendingin. Sahabat Fimela juga dapat menggunakan minyak sayur dipercaya mampu mencegah bakteri di dalam sambal untuk berkembang biak yang berisiko merusak kualitas sambal. 

Jadi jika isi sambalnya lebih banyak daripada minyak, bisa ditambahkan minyak sayur hingga menggenangi seluruh permukaan sambal, dengan demikian bakteri tidak dapat berkembang biak.

Mudah bukan? Jadi sahabat Fimela tak perlu khawatir lagi untuk membeli sambal botolan. Selamat mencoba!

#elevate women

Lanjutkan Membaca ↓