Terkena Dampak dari Pandemi, Ini 5 Negara yang Mengalami Kerugian Besar dari Sektor Pariwisata

Gayuh Tri Pinjungwati14 Jan 2021, 12:25 WIB
Diperbarui 14 Jan 2021, 12:25 WIB
negara mengalami kerugian

Fimela.com, Jakarta Krisis virus korona telah menghambat perjalanan internasional selama 10 bulan terakhir dan negara-negara di seluruh dunia merasakan dampaknya. Hal ini juga memengaruhi berbagi sector mulai dari pendidikan, industri, pariwisata, dan ekonomi. Meskipun semua negara mengalami kelesuan, terdapat beberapa negara di dunia yang benar-benar mengalami kerugian besar akibat adanya pandemi COVID-19 ini.

Melansir dari Foxnews.com (14/1), tahun 2020 merupakan tahun yang sangat sulit bagi industri perjalanan dan pariwisata dengan keadaan yang tidak dapat diprediksi yang mengakibatkan beberapa negara terpaksa menutup wilayah mereka untuk wisatawan. Akibatnya, pandemi telah berdampak pada kondisi finansial yang besar pada pariwisata secara global. Hal ini memengaruhi semua negara di seluruh dunia, serta maskapai penerbangan, biro perjalanan dan penyedia perhotelan. Berikut ini merupakan beberapa negara dengan mengalami kerugian terbesar selama pandemi berlangsung.

Amerika Serikat

AS telah melaporkan lebih banyak kasus COVID-19 dan kematian daripada negara lain mana pun di dunia pada Januari 2021. Terlebih lagi, AS telah mengalami kerugian pendapatan pariwisata terbesar karena pandemic sebesar $ 147,245 miliar. Banyak negara telah membatasi perjalanan dalam upaya memperlambat penyebaran COVID-19.

Spanyol

Spanyol
Ilustrasi/copyriaghtshutterstock/vulcano

Spanyol menampung kurang dari 20 juta pengunjung asing pada tahun 2020 dan mengalami kerugian pendapatan pariwisata terbesar di antara negara Eropa mana pun dengan $ 46.707 juta. Negara ini dibuka kembali untuk pelancong dari negara-negara UE dan kawasan Schengen lainnya pada musim panas lalu, tetapi masih terlarang bagi banyak pelancong, termasuk orang Amerika.

Perancis

Negara yang paling banyak dikunjungi di dunia, Prancis biasanya menampung lebih dari 89 juta turis setiap tahun. Namun, krisis COVID-19 menyebabkan angka itu menurun secara drastis pada tahun 2020, mengakibatkan kerugian total pendapatan pariwisata sebesar $ 42,036 miliar selama 10 bulan pertama tahun ini.

Thailand

Thailand
Ilustrasi/copyrightshutterstock/K.Chuansakul

Thailand telah mulai dengan aman dan perlahan membuka kembali untuk pelancong internasional dan itu berita baik bagi perekonomian negara di bagian Asia tersebut telah mengalami kerugian sebesar $ 37,504 miliar dalam pendapatan pariwisata karena pandemi yang sedang berlangsung. Angka tersebut adalah yang tertinggi di antara negara mana pun di Asia, menurut laporan resmi ESTA terbaru.

Jerman

Total kerugian pendapatan pariwisata Jerman sebesar $ 34,641 miliar dari Januari 2020 hingga Oktober 2020 adalah yang terbesar kelima di dunia. Negara itu mencabut pembatasan perjalanan dari negara-negara terdekat pada bulan Juni tetapi tetap tertutup untuk banyak wisatawan, termasuk mereka yang berkunjung dari AS dan Inggris, yang akan menjadi hal terpenting bagi pemulihan pariwisata negara itu.

Well, semoga pandemi ini segera berakhir ya, Sahabat Fimela!

Cek Video di Bawah Ini

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓