Setelah Vaksin COVID-19, Jangan Bertemu Keluarga Apalagi Keluyuran

Vinsensia Dianawanti17 Jan 2021, 13:00 WIB
Diperbarui 17 Jan 2021, 13:00 WIB
[Fimela] Vaksin

Fimela.com, Jakarta Kehadiran sejumlah opsi vaksin COVID-19 memberikan harapan bagi dunia untuk keluar dari perkara pandemi. Meski demikian, kehadiran vaksin COVID-19 belum teruji bisa membebaskan dunia dari virus yang menyerang sistem pernapasan ini.

Sejauh ini, vaksin Pfizer dan Moderna membutuhkan setidaknya dua dosisi yang diharapkan memiliki kemanjuran 90 persen dalam mencegah infeksi COVID-19 bergejala.

"Kami belum tahu tentang penyebaran infeksi tanpa gejala (setelah divaksin). Studi sedang dilakukan dna saya kira, kita akan tahu dalam beberapa bulan," ungkap Kepala Petugas Medis situs perawatan kesehatan WebMD Dr. John Whyte melansir dari Fox News.

Vaksin COVID-19 jenis Pfizer dan Moderna mengklaim bahwa vaksin mereka cukup efektif 95 persen untuk mencegah orang bergejala COVID-19. Tidak banyak bukti apakah vaksin COVID-19 akan menghentikan infeksi dan penularan tanpa gejala, yang menyumbang lebih dari setengah kasus COVID-19, berdasarkan penjelasan dari CDC.

Jangan keluyuran

Ilustrasi vaksin
Ilustrasi vaksin (Foto: unsplash.com)

Whyte menuturkan lebih baik untuk tetap menjalankan protokol keseahtan setelah menerima vaksin.

"Seminggu setelah dosis kedua, risiko kamu terkena gejala infeksi sangat rendah. Namun jika kamu memakai masker untuk melindungi orang yang tidak divaksinasi serta tetap memakai masker, menjaga jarak sosial, dan berkunjung tidak lama, saya pikir itu sesuatu yang pantas kamu lakukan," ungkapnya.

Whyte pun memperingatkan bahwa kita tidak bisa sepenuhnya menghilangkan risiko. Oleh karena itu, memperluas kelompok yang divaksin secara perlahan menjadi strategi paling masuk akal.

"Itu sebabnya kami perlu memvaksin sebanyak mungkin orang, secepat mungkin. Bahkan jika kamu telah divaksin lengkap, dan orang lain tidak, sementara kalian tetap kenakan masker dan jaga jarak secara fisik, kamu mungkin dapat melakukan beberapa kunjungan singkat, menyadari risiko seseorang yang tidak divaksinasi masih ada," tutur Whyte.

 

Simak video berikut ini

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓