Meski Sudah Ada Vaksin, Masker Tetap Penting untuk Melawan Corona

Karla Farhana18 Jan 2021, 09:30 WIB
Diperbarui 18 Jan 2021, 09:30 WIB
Ilustrasi tim medis

Fimela.com, Jakarta Indonesia sejak 13 Januari 2021 telah melakukan vaksinasi tahap pertama. Namun, pemerintah Indonesia menekankan untuk tetap menjalani protokol kesehatan seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Pasalnya, vaksin dan mengenakan masker merupakan dua hal yang sama-sama penting untuk menghentikan pandemi Corona. 

Seperti yang dikatakan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja, ada 2 langkah penting untuk melawan Corona. Pertama, melakukan vaksinasi dan kedua, disiplin menggunakan masker berkualitas dalam berbagai kegiatan masyarakat. 

Menurut Setiawan, penggunaan masker medis sangat penting untuk menjaga diri dan orang di sekitar terbebas dari infeksi Corona. Untuk itu, Kantor Staf Presiden (KSP), Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dan produsen es krim Aice Group mendistribusikan 5 juta masker medis di 20 wilayah Indonesia.

Masker medis Shield yang didistribusikan Ansor dan Aice Group ini menjadi komplemen yang penting bagi proses vaksinasi Indonesia. Masker medis berkualitas adalah upaya kolektif koalisi stakeholder yang pas dalam menjagai masyarakat. Edukasi soal masker atau 3M memerlukan partisipasi semua elemen pentahelix ini. Pemprov mengapresiasi gerakan masker medis ini,” ujarnya.

Tetap Pakai Masker Usai Divaksin

Masker
Pembagian masker SHIELD

Dia juga mengingatkan, masyarakat tetap harus disiplin menjalankan protokol kesehatan 3M meski sudah ada vaksin. Apalagi, proses vaksinasi ke seluruh Indonesia membutuhkan waktu cukup lama karena dijalankan secara bertahap. 

“Kita tidak boleh lupa untuk selalu disiplin memakai masker berkualitas dalam aktivitas sosial kita. Meskipun sudah ada program vaksinasi di seluruh Indonesia, tapi akan bertahap dan bisa makan waktu satu setengah hingga tiga tahun lebih selesainya. Karenanya, masker harus tetap kita pakai dan prokes jaga jarak serta cuci tangan akan terus kita jalankan bersama,” tegasnya.

Juru Bicara sekaligus Brand Manager Aice Group Sylvana mengatakan bahwa Aice melihat adanya korelasi antara daya tahan masyarakat suatu daerah dalam melawan virus korona dengan integrasi dari kepemimpinan yang kuat dalam mengelola pandemi secara partisipatif.

Jawa Barat dinilainya salah satu wilayah di Indonesia yang cukup memiliki kepemimpinan pemerintahan dan tokoh masyarakat yang kuat dan didengar warganya. Ia meyakini kombinasi komunikasi dua arah dan dukungan logistik masker berkualitas menjadi kunci perbaikan kondisi pandemi di wilayah ini.

Bagikan 15 Juta Masker Lewat UMKM

Aice
Aice membagikan masker SHIELD untuk masyarakat.

Selain membagikan 5 juta masker medis ke kalangan masyarakat di 20 kabupaten dan kota, Aice juga membagikan 15 juta masker lainnya ke masyarakat lewat jarngan penjual es krim Aice. 

Aice memiliki lebih dari 200 ribu jaringan warung atau UMKM. Mereka merupakan pihak paling dekat kepada kalangan masyarakat. Sehingga, membagikan masker melalui UMKM merupakan cara yang efektif untuk menjangkau masyarakat luas. Sejak awal pandemi, Aice memproduksi sendiri masker SHIELD di Mojokerto. 

“Aice bersama dengan banyak pemangku kepentingan di 20 kota yang kami berikan 5 juta masker ini akan selalu bergerak bersama. Kuantitas yang cukup dan edukasi soal disiplin penggunaan masker berkualitas, serta dukungan kearifan lokal dari para tokoh agama dan budaya di masyarakat menjadi kunci gerakan kita bersama ini,” kata Sylvana.

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓