4 Fakta Mengejutkan Tentang Strategi Diskon yang Jarang Diketahui

Imelda Rahma19 Jan 2021, 11:35 WIB
Diperbarui 19 Jan 2021, 11:35 WIB
Diskon

Diskon atau potongan harga sering menjadi strategi penjualan yang disukai oleh banyak konsumen karena mereka bisa membeli barang dengan harga yang lebih rendah daripada harga aslinya. Namun, alih-alih langsung tergiur oleh diskon dengan angka yang besar, kamu perlu tahu fakta-fakta mengejutkan dibaliknya.

Sekilas, diskon memang terlihat sangat menguntungkan, tetapi ada beberapa alasan khusus yang membuat produsen atau penjual akhirnya memotong harga barang tersebut. Hal ini lah yang sering diabaikan dan jarang diketahui oleh banyak orang. Niatnya ingin mendapat untung lewat diskon, bisa saja justru kamu sebenarnya hanya sedang terkena ilusi strategi marketing.

Oleh karena itu, kamu sebaiknya perlu tahu mulai dari sekarang konsep diskon dan sejumlah fakta yang ada didalamnya agar tidak menjadi konsumen yang konsumtif mudah terbuai oleh angka diskon yang besar. Dengan mengetahui fakta seputar diskon, kamu akan menjadi konsumen cerdas yang lebih jeli lagi sebelum memutuskan untuk membeli barang.

Untuk itu, Fimela.com kali ini akan mengulas 4 fakta mengejutkan tentang strategi diskon yang jarang diketahui. Dilansir dari Liputan6.com, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Diskon Selalu Hadir di Momen-Momen Penting Sepanjang Tahun

Diskon Selalu Hadir di Momen-Momen Penting Sepanjang Tahun
Ilustrasi Diskon Credit: unsplash.com/Artem

Fakta mengejutkan yang pertama dari strategi diskon ialah bahwa potongan harga dalam angka besar akan selalu ada di setiap momen-momen penting sepanjang tahun. Hal ini yang mungkin tidak kamu sadari, dan membuatmu menjadi konsumen ‘panic buying’ karena berpikir bahwa diskon hanya datang satu kali.

Padahal, faktanya strategi penjualan seperti ini akan selalu hadir di momen-momen penting. Hanya saja bagi mereka yang tidak menyadarinya mudah tertipu dan tersihir sehingga kamu bisa saja tanpa berpikir panjang langsung membeli karena berpikir belum tentu akan menemukan momen diskon yang sama.

Trik Penjualan agar Konsumen Belanja Diluar Kebutuhan

Trik Penjualan agar Konsumen Belanja Diluar Kebutuhan
Ilustrasi Berbelanja Credit: pexels.com/Hello

Fakta mengejutkan yang kedua dari strategi diskon ialah adanya trik yang sengaja digunakan agar konsumen secara emosional dapat terdorong untuk berbelanja diluar kebutuhannya. Sebagai contoh, adanya diskon midnight sale, potongan harga berapa persen, voucher belanja untuk pembelian nominal tertentu, beli dua gratis satu, serta potongan untuk member atau kartu kredit.

Apapun jenisnya, diskon merupakan sebuah cara retailer untuk mendorong kamu belanja banyak di luar kebutuhan. Misalnya nih, kamu sebenarnya hanya perlu satu kemeja. Namun, akhirnya membeli dua kemeja karena tergiur dengan promo beli 2 gratis satu.

Jika diruntut kembali, kamu akhirnya membeli dua kemeja untuk mendapatkan satu kemeja gratis. Alhasil jika diperhatikan, sebenarnya diskon yang kamu dapat sebenarnya hanyalah sebesar 33 persen.

Terdapat Beberapa Alasan Mengapa Barang Dijual Diskon

Terdapat Beberapa Alasan Mengapa Barang Dijual Diskon
Ilustrasi Barang Diskon Credit: pexels.com/Lumen

Fakta mengejutkan yang ketiga dari strategi diskon ialah terdapat beberapa alasan tersembunyi yang tidak disadari oleh konsumen terhadap barang yang akhirnya dijual dengan harga yang lebih murah. Alasan yang pertama ialah untuk menghabiskan stok lama. Produk fashion yang sudah tak musim akan dijual murah ke pasaran. Kedua, karena memang barang tersebut mendekati kadaluwarsa, tak laku, hingga kondisinya cacat.

Ketiga, bisa juga nih si penjual punya alasan lain. Seperti karena tengah membuka gerai baru sehingga digelar diskon besar-besaran untuk promosi. Atau malah karena bangkrut jadi ingin menghabiskan stok barang pun sering jadi alasan. Nah, kalau kamu memang mau belanja barang diskon, maka harus mau nih menerima beberapa konsekuensi produk diskonan.

Strategi Diskon yang Mengelabui Konsumen

Strategi Diskon yang Mengelabui Konsumen
Ilustrasi Berbelanja Barang Diskon Credit: unsplash.com/Artem

Terakhir, fakta mengejutkan yang keempat dari strategi diskon ialah bahwa beberapa produsen menggunakan strategi ini untuk mengelabui konsumennya. Sebagai contoh, ketika mendatangi sebuah gerai, kamu menemukan sebuah celana jins diskon dengan harga Rp300 ribu. Lalu, kamu penasaran dengan harga aslinya dan ternyata label harga menunjukkan Rp600 ribu.

Wah, lumayan juga nih diskon 50%. Namun, benarkah harga jins tersebut sebenarnya adalah Rp600 ribu?  

Menurut Marketwatch, retailer punya kekuasaan untuk menetapkan harga diskon dan harga normal produk. Dengan begitu, kadang beberapa retailer menaikkan harga normalnya dan baru didiskon. Sehingga akan muncul kesan jika kamu memperoleh diskon yang besar.

Jadi besar kemungkinannya celana jins di atas, harga normalnya adalah Rp 400 ribu. Sehingga kamu hanya mendapatkan diskon sebesar 25 persen, bukan 50 persen. Namun, ini hanya beberapa gerai saja, tidak semua melakukannya. Oleh karena itu, kamu juga perlu lebih jeli dan teliti lagi dalam melihat diskon.

Lanjutkan Membaca ↓