Kontaminasi COVID-19 Ditemukan pada Es Krim, Ini kata Ahli Virus

Vinsensia Dianawanti19 Jan 2021, 16:30 WIB
Diperbarui 19 Jan 2021, 16:30 WIB
kepribadian

Fimela.com, Jakarta Telah ditemukan kontaminasi virus COVID-19 pada es krim di China. Tiga sampel es krim dinyatakan positif terpapar virus COVID-19.

Otoritas anti-epidemi di Tianjin, China Utara melacak orang-orang yang mungkin telah melakukan kontak dengan es krim produksi perusahaan makanan Tianjin Daqiaodao.

Semua produk yang diproduksi oleh perusahaan makanan tersebut telah disegel dan disimpan setelah sampel dikirimkan ke pusat kota untuk pengendalian penyakit virus corona.

Investigasi epidemiologi awal menunjukkan perusahaan memproduksi sejumlah es krim menggunakan bahan mentah. Seperti susu bubuk yang diimpor dari Selandia Baru dan bubuk Whey yang diimpor dari Ukraina.

 

Tidak perlu panik

Ilustrasi Es Krim
Ilustrasi Es Krim (pixabay.com)

Seorang ahli virus dari Universitas of Leeds dr. Stephen Griffin menyebut bahwa hal ini tidak perlu menyebabkan rasa panik.

"Sepertinya ini berasal dari seseorang, dan tanpa mengetahui detailnya, saya pikir ini mungkin hanya sekali," katanya melansir dari SkyNews.

Dalam produksi makanan dan minuman, kontaminasi dalam tingakt apapun tidak dapat diterima dan selalu memprihatinkan. Namun dr. Griffin meyakini bahwa ini adalah akibat dari kesalahan pabrik produksi yang berpotensi pada penurunan kualitas kebersihan di pabrik.

Ia pun menjelaskan bahwa es krim disimpan di tempat bersuhu dingin. Es krim sendiri mengandung lemak dan ini menjelaskan mengapa virus dapat bertahan pada sampel yang diambil. Namun, dr. Griffin tetap menyarankan untk tidak panik.

 

Memasuki masa karantina

Es Krim Dung Dung
Ilustrasi Es Krim Dung Dung Credit: pexels.com/Lukas

Sebanyak 1.662 karyawan perusahaan telah memasuki masa karainta dan menjalani pengujian asam nukleat pada Kamis pekan lalu. Ini berdasarkan panduan dari Pusat Pengendalian Penyakit Tianjin.

Pihak berwenang mengajak perusahaan memproduksi 4.836 kotak es krim yang terkontaminasi COVID-19. 2.089 di antaranya sudah disimpan.

Sebanyak 935 dari 2.747 kotak es krim telah masuk ke pasar yang berada di Tianjin. Pihak berwenang pun menuturkan bahwa masyarakat yang telah membeli produk tersebut harus melaporkan kondisi kesehatannya. Pemerintah kota pun juga menginformasikan kepada otoritas regulasi pasar di provinsi lain untuk melacak pengiriman es krim tersebut.

Simak video berikut ini

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓