Amanda Gorman, penyair perempuan termuda pada pelantikan Presiden Amerika Joe Biden

Fimela Editor20 Jan 2021, 09:15 WIB
Diperbarui 20 Jan 2021, 09:42 WIB
Amanda Gorman, aktivis perempuan termuda Amerika, akan tampil membacakan puisi berjudul “The Hill We Climb” di pelantikan presiden Amerika Serikat, Joe Biden pada Rabu(20/01)f

Fimela.com, Jakarta Hari inagurasi akhirnya tiba, pada Rabu 20 Januri 2020 Amerika Serikat akan melantik Joe Biden sebagai presiden ke 46. Inagurasi akan dilengkapi sebuah persembahan spesial dari Amanda Gorman, aktivis perempuan termuda Amerika. Ia akan tampil membacakan puisi berjudul “The Hill We Climb” di pelantikan presiden Amerika Serikat, Joe Biden pada Rabu(20/01).

Pada usia 22 tahun, Amanda Gorman juga akan menjadi pembaca puisi yang termuda, mengikuti jejak Robert Frost dan Maya Angelou. Gorman, lahir dan besar di Los Angeles dan melanjutkan pendidikan di Harvard jurusan sosiologi, ia juga mengikuti National Youth Poet Laureate pertama pada tahun 2017.

Menurut laporan Amerika Serikat, istri Presiden Amerika Serikat terpilih, Jill Biden yang merekomendasikan Gorman untuk tampil dalam pelantikan Joe Biden dan Kamala Harris . Selain Gorman, penyanyi pop Lady Gaga akan menyanyikan lagu kebangsaan Amerika Serikat dan ditutup dengan penampilan Jennifer Lopez.

Puisi yang dibawakan Gorman, The Hill We Climb akan sangat menyentuh, dalam wawancaranya bersama New York Times, Gorman membocorkan beberapa bait dalam puisi tersebut, “We’ve seen a force that would shatter our nation rather than share it, / Would destroy our country if it meant delaying democracy. / And this effort very nearly succeeded. / But while democracy can be periodically delayed, / It can never be permanently defeated”

Atau yang dapat diartikan sebagai “Kami telah melihat kekuatan yang akan menghancurkan bangsa kita daripada membagikannya, / Akan menghancurkan negara kita jika itu berarti menunda demokrasi. / Dan upaya ini hampir berhasil. / Tapi sementara demokrasi dapat ditunda secara berkala, / Itu tidak akan pernah bisa dikalahkan secara permanen”.

 

Harapan bagi para pemimpin untuk membuat gerakan perubahan

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Amanda Gorman (@amandascgorman)

 

Dalam puisinya Gorman tidak hanya bermaksud mengkritik keburukan sistem pemerintahan di Amerika, tetapi ia ingin menyemangati para pemimpin untuk membuat gerakan perubahan terhadap negara paman Sam itu.

Gorman menjelaskan pada Los Angeles Times, “Amerika memang berantakan. Namun, masih sangat dini untuk menyimpulkan apa yang terjadi pada Amerika. Saya menuliskan beberapa hal dalam puisi ini. Saya tidak bisa mengabaikan atau menghapusnya (kekacauan Amerika di waktu silam). Jadi, saya membuat puisi mengenang luka orang-orang Amerika. Mudah-mudahan, ini akan mengerakkan kita (pemimpin dan rakyat Amerika) untuk menyembuhkan luka masa lalu.”

Gorman tidak hanya gemar membaca puisi, ia juga menulis buku puisi anak-anak. Melalui akun instagram pribadinya @amandascgorman, Gorman mengumumkan buku anak-anak yang berjudul “Change Sings” yang menyuarakan keberagaman dan perbedaan. Buku ini diilustrasikan oleh Lauren Long, ilustrator buku anak-anak milik Presiden Amerika ke-44, Barack Obama yang berjudul “Thee I Sing: A Letter to my Daughters”. Buku ini akan terbit pada September 2021, melalui penerbit Viking Book dan Penguin Random Books.

Penulis: Adonia Bernike Anaya (Nia)

Lanjutkan Membaca ↓