5 Kisah Haru Hubungan Saudara Kandung dan Makna Tumbuh Dewasa

Endah Wijayanti20 Jan 2021, 11:35 WIB
Diperbarui 20 Jan 2021, 11:35 WIB
bersahabat dengan introver

Fimela.com, Jakarta Memiliki saudara kandung, baik adik maupun kakak, membuat hidup kita lebih berwarna. Hubungan saudara kandung pun memiliki ikatan tersendiri. Hanya saja seiring bertambahnya usia, ada hal-hal yang bisa berubah.

Hubungan saudara kandung bisa berubah saat dewasa. Ada yang dulu begitu erat, tapi kemudian hubungan merenggang setelah menikah. Ada juga yang dulunya tidak begitu dekat tapi seiring berjalannya waktu semakin saling menguatkan. Berikut lima kisah tentang hubungan saudara kandung dan soal memaknai kedewasaan.

1. Saling Melepas Genggaman untuk Memberi Ruang Bahagia

"Aku bahagia melihatnya tertawa. Rekahan tawanya mampu menarik kedua sudut bibirku membentuk seulas senyum. Suara tawanya mampu mengalirkan kehangatan yang menyenangkan. Melihat tawanya, aku memutuskan bahwa, “Kami sudah cukup dewasa untuk melakukan segala sesuatu tanpa bantuan satu sama lain. Tapi, kami selamanya akan tetap menjadi anak kecil untuk saling menguatkan dan menghabiskan waktu dengan canda tawa.” Dan, kini aku paham bahwa tingkatan tertinggi mencintai adalah melihat orang yang kita sayangi tertawa bahagia."

Selengkapnya: Sedekat Apa pun Hubungan Saudara, saat Dewasa akan Saling Lepas Genggaman

2. Kakak yang Tak Lagi Sama setelah Menikah

bermasalah dengan kakak
Merasa asing dengan saudara sendiri./Copyright shutterstock.com/g/leszekglasner

"Abang memutuskan menikah dengan temanku sendiri. Saat mereka PDKT mereka tidak pernah memberitahuku. Tiba-tiba saja Abang mengatakan akan menikahi temanku itu. Kesal, karena sebagai adiknya aku tidak pernah diberi tahu sama sekali. Yang semakin membuatku marah, bagaimana Abang memutuskan menikahi perempuan yang sama sekali belum pernah ia temui. Hanya karena ia teman adiknya, bukan berarti selalu baik untuknya kan?"

Selengkapnya: Saudara Sendiri Ternyata Bisa Menjadi Sosok Paling Asing saat Sudah Menikah

3. Dilangkahi Dua Adik Laki-Laki

jalani hidup bahagia
Melajang jelang usia 40./Copyright shutterstock.com/g/Chakkrit

"Aku yakin dan paham akan doa keluargaku bagaimana mereka sangat mengharapkan agar aku segera menikah di usiaku yang sudah sangat matang. Aku memiliki masa muda yang menyenangkan dan melakukan apa yang aku mau selama aku suka, bisa dan mampu. Untuk masa saat pandemi ini terkadang aku merindukan masa-masa itu, saat aku bisa melakukan kegiatan di luar ruangan dan berinteraksi dengan teman dan orang-orang baru dan pastinya mengunjungi tempat baru."

Selengkapnya: Dilangkahi Dua Adik Laki-Laki dan Lajang Jelang Usia 40, Kujalani Hidup dengan Senyuman

4. Perbedaan Bukan Pemisah Hubungan Saudara

cara move on
Ilustrasi./Copyright pexels.com/@d-ng-nhan-324384

"Pernikahan tetap berlangsung dan saat itu aku resmi pindah agama. Selama bertahun-tahun aku dan kakakku kurang komunikasi, tapi tiba-tiba di satu waktu ia menghubungiku, mengajak cerita dan ngobrol panjang sekali saat tengah malam. Rupanya nya dia telah memaafkan perbuatanku dan meminta maaf untuk semua kesalahannya dan akan berusaha menjadi kakak yang baik untuk menebus kesalahannya di masa lalu."

Selengkapnya: Perbedaan Tak Semestinya Memutuskan Tali Persaudaraan Kakak Adik

5. Menerima Perbedaan Cara Berkomunikasi Saudara Sendiri

upaya untuk move on
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/artfotodima

"Adikku terlampau tertutup, sedikit berbicara tanpa ekspresi, dan sukar dipahami. Orang menyebutnya misterius. Di serial, drama, novel atau film tipe karakter ini adalah tipe karakter yang menarik untuk digali dan dipertontonkan. Di dalam sebuah keluarga tipe ini adalah sulit dihadapi dan tak semenarik itu untuk ditangani."

Selengkapnya: Karena Sifat Saling Bertolak Belakang, Kakak Adik Bisa Kesulitan Berkomunikasi

Semoga hubungan kita dengan saudara sendiri bisa tetap harmonis, ya. Meski mungkin ada perbedaan atau perubahan seiring waktu berjalan, semoga kita tetap bisa mejaga ikatan persaudaraan dengan baik.

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓