Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Remaja Asal Georgia Ini Ditahan Selama 1 Bulan

Gayuh Tri Pinjungwati20 Jan 2021, 12:35 WIB
Diperbarui 20 Jan 2021, 12:35 WIB
Remaja

Fimela.com, Jakarta Penyebaran virus corona saat ini masih belum dapat dikendalikan. Banyaknya kasus angka positif, membuat pemerintah membuat tindakan tegas. Bagi mereka yang mungkin melanggar dan tidak mematuhi protokol kesehatan maka akan mendapatkan sanski. Sanksi yang diberikan cukup beragam mulai dari membayar denda, hukuman sosial, dan yang lebih berat yakni penahanan.

Meski demikian, masih banyak orang yang melanggar protokol kesehatan yang pada akhirnya mereka harus menerima sanski tersebut. Seperti berita baru-baru ini, seorang mahasiswa Georgia di penjara akibat melanggar tindakan karantina COVID-19.

Melansir dari Foxnews.com (20/1), seorang mahasiswa dari Georgia dipenjara di Kepulauan Cayman karena melanggar tindakan karantina COVID-19 telah kembali ke rumah. Skylar Mack yang berusia 18 tahun dan pacarnya, Vanjae Ramgeet berusia 24 tahun, seorang pemain sky professional dari Kepulauan Cayman akhirnya telah dibebaskan dari penjara pada 15 Januari setelah selama sebulan ditahan. Pasangan itu awalnya dijatuhi hukuman 4 bulan penjata, yang dikurangi menjadi 1 bulan penjara.

Sepasang kekasih ini juga diperintahkan untuk melakukan 40 jam pelayanan masyarakat dan membayar denda $ 4.400. Mack, mahasiswa kedokteran di Mercer University dari Loganville. Ditangkap karena secara sengaja melanggar protokol wajib virus corona di pulau itu untuk menonton Ramgeet bersaing. Dia seharusnya dikarantina selama dua minggu ketika dia mengunjungi negara tersebut pada 27 November.

Penahanan Lebih Singkat Karena Mendapatkan Keringan dari Pemerintah

Remaja
Ilustrasi/copyrightshutterstock/Zigres

Menurut pihak berwenang, Mack melepas alat pelacak pada 29 November dan pergi menonton di acara olahraga air. Selain itu dia berada di acara tersebut selama beberapa jam dan tidak mengenakan masker atau melakukan jarak sosial.

Pada suatu hari, nenek Mack, Jaenne Mack, mengatakan bahwa dirinya telah menghubungi Gedung Putih untuk meminta bantuan agar perempuan muda itu segera dibebaskan. Dalam pernyataan pada tanggal 7 Januari, pemerintah Kepulauan Cayman mengatakan bahwa Mack dan Ramgeet akan dibebaskan dari penjara pada tanggal 15 Januari. Hal ini membuat Jeanne Mack merasa lega ketika cucunya kembali ke Amerika Serikat.

Jangan sampai melanggar protokol kesehatan ya, Sahabat Fimela. Mari kita saling menjaga satu sama lain agar pandemi ini segera berakhir dan selalu ingat pesan ibu!

Cek Video di Bawah Ini

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓