5 Makanan Khas saat Perayaan Imlek

Kezia Prasetya Christvidya27 Jan 2021, 10:35 WIB
Diperbarui 27 Jan 2021, 10:35 WIB
cny-kezo

Fimela.com, Jakarta Tahun baru Imlek adalah perayaan tiap tahun yang selalu dinantikan warga Tionghoa. Tahun baru ini adalah tahun penuh kebahagiaan, yang bisa dirayakan dengan berkumpul bersama keluarga besar.

Tentu saja saat merayakan Imlek, ada beberapa sajian yang wajib untuk dihidangkan dan memiliki makna tersendiri. Seperti buah jeruk, kue keranjang dan lain sebagainya.

Tradisi makan makanan khas Imlek ini, dipercaya bisa membawa keberuntungan dan umur panjang di masa depan, sehingga sangat wajib untuk disajikan. Berikut makanan yang harus disajikan saat merayakan tradisi Imlek, dilansir dari Liputan6.com:

 

Kue Keranjang

ilustrasi makanan tradisi imlek/Rizvisual/shutterstock
ilustrasi makanan tradisi imlek/Rizvisual/shutterstock

Makanan yang harus disajikan saat merayakan tradisi Imlek, yaitu kue keranjang memiliki rasa manis. Kue keranjang ini sangat populer dan banyak digemari semua masyarakat.

Nian Gao adalah nama lain dari kue keranjang. Kue keranjang ini merupakan kue tradisional yang berasal dari negara CIna, yang terbuat dari bahan tepung berbentuk seperti makanan dodol.

Kue keranjang wajib disajikan saat Imlek, karena memiliki arti kekeluaraan. Kue ini memiliki bentuk lingkaran yang memiliki arti kebersamaan dan kemakmuran. Sehingga keluarga yang memakan kue keranjang ini akan hidup bersama tanpa terpisahkan dengan diberi kemakmuran dan kelancarana rejeki.

 

Mie Goreng

ilustrasi makanan tradisi imlek/senengmotret/shutterstock
ilustrasi makanan tradisi imlek/senengmotret/shutterstock

Mie goreng adalah makanan yang sangat populer dan digemari banyak orang. Mie goreng ini merupakan salah satu makanan yang wajib disajikan saat merayakan tahun baru Imlek, dan juga harus ada pada saat merayakan ulang tahun.

Mie goreng dijadikan sebagai simbol umur panjang, kesehatan, pembawa rejeki dan kebahagiaan. Sehingga saat memasak mie goreng, mienya tidak boleh diremuk, agar bentuknya tetap panjang sesuai dengan maknanya.

 

Ayam dan Bebek

ilustrasi makanan tradisi imlek/Ketut Mahendri/shutterstock
ilustrasi makanan tradisi imlek/Ketut Mahendri/shutterstock

Makanan yang wajib disajikan saat Imlek selanjutnya, yaitu ayam, bebek dan ikan bandeng, yang wajib disajikan secara utuh.

Makanan ini memiliki arti sebagai lambang keutuhan di dalam keluarga, sebuah kesetiaan dan ketaan dalam ibadah kepada Tuhan. Sehingga menurut kepercayaan warga Tionghoa ini, ayam, bebek dan ikan bandeng ini tidak boleh disajikan dengan memotong bagian-bagiannya atau disajikan secara terpisah.

 

Yu Sheng

ilustrasi makanan tradisi imlek/Shah Affendy/shutterstock
ilustrasi makanan tradisi imlek/Shah Affendy/shutterstock

Yu Sheng adalah makanan tradisi Imlek, yang disajikan dengan berbagai jenis sayu-sayuran, yang hampir menyerupai dengan salad.

Yu Sheng ini disajikan di piring besar, dengan tambahan ikan tuna atau ikan salmon di atasnya, yang memiliki arti sebagai keberuntungan bagi warga Tionghoa.

Sebelum memakan Yu Sheng, semua keluarga yang berkumpul dan akan menikmati makanan ini, harus mengangkan Yu Sheng setinggi-tingginya, dengan kepercayaan bahwa semakin tinggi mengangkat Yu Sheng, maka harapan keluarga ini akan semakin tinggi dan akan terkabul.

 

Jeruk Mandarin

ilustrasi makanan tradisi imlek/PradaBrown/shutterstock
ilustrasi makanan tradisi imlek/PradaBrown/shutterstock

Makanan yang terakhir yang harus disajikan saat tradisi Imlek, yaitu buah jeruk mandarin yang memiliki nama lain Chi Zhe. Buah jeruk ini memiliki warna oranye yang membawa arti kebahagiaan.

Buah jeruk mandarin ini awalnya hanya boleh dinikmati oleh para pejabat di era Tiongkok Kuno. Tetapi seiring berjalannya waktu, buah ini bisa disajikan kepada setiap warga, bahkan dibagi-bagikan pada keluarga saat merayakan tahun baru Imlek. Buah jeruk ini juga dipercaya sebagai simbol rejeki yang terus mengalir.

 

 

Lanjutkan Membaca ↓