Di Balik Tegarnya Perempuan Sulung, Ada Air Mata yang Tak Ingin Dilihat Orang

Endah Wijayanti27 Jan 2021, 13:45 WIB
Diperbarui 27 Jan 2021, 13:45 WIB
direndahkan

Fimela.com, Jakarta Kita tak pernah bisa meminta ingin dilahirkan dengan urutan lahir seperti apa. Tak pernah bisa kita meminta dilahirkan dalam keluarga yang seperti apa. Kita hadir di dunia ini pun tanpa pernah meminta untuk ada. Meskipun begitu, saat kita sudah hadir di dunia ini sebagai seorang perempuan sulung, maka kita perlu mengikuti perjalanan yang ada.

Menjadi perempuan sulung, selalu ada tantangan yang dihadapi. Bukan berarti hanya perempuan sulung yang paling "berat" hidupnya. Hanya saja yang ingin kita bahas di sini adalah soal sesuatu yang dialami oleh banyak perempuan sulung. Tentang bagaimana di balik ketegaran seorang perempuan sulung, ada air mata yang ia sembunyikan sendiri. Ada air mata yang tak ingin dilihat oleh orang lain.

Tak Terbiasa Menyusahkan Orang Lain

“The strongest people find the courage and caring to help others, even if they are going through their own storm.”― Roy T. Bennett, The Light in the Heart

Banyak hal yang harus ditanggung sendiri. Bahkan saat ada hal yang menyulitkan atau menyusahkan, jarang untuk meminta bantuan orang lain. Tak terbiasa menyusahkan orang lain, seorang perempuan sulung kadang memilih untuk berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri terlebih dahulu. Alih-alih langsung meminta bantuan saat mengalami kesulitan, ia berupaya untuk mencari jalan keluar dengan caranya sendiri. 

Kadang Takut Membuat Orang Lain Bersedih

perempuan sulung tulang punggung
Ilustrasi/Copyright shutterstock.com/g/anontae2522

“If you feel lost, disappointed, hesitant, or weak, return to yourself, to who you are, here and now and when you get there, you will discover yourself, like a lotus flower in full bloom, even in a muddy pond, beautiful and strong.”― Masaru Emoto, Secret Life of Water

Satu hal yang "ditakutkan" oleh seorang perempuan sulung adalah membuat orang lain bersedih. Membuat orang lain bersedih terasa sangat menyakitkan bagi perempuan sulung. Sehingga saat dirinya sendiri bersedih, kadang dia tak ingin memperlihatkannya. Dia tetap berusaha tersenyum di depan orang lain dan menyembunyikan air matanya sendiri. Bukan karena ingin sok kuat, hanya saja tak sampai hati melihat orang lain ikut bersedih hanya karena dirinya.

Tak Terbiasa Menyusahkan Orang Lain

“My scars remind me that I did indeed survive my deepest wounds. That in itself is an accomplishment. And they bring to mind something else, too. They remind me that the damage life has inflicted on me has, in many places, left me stronger and more resilient. What hurt me in the past has actually made me better equipped to face the present.”― Steve Goodier

Seorang perempuan sulung mungkin pernah  berulang kali terluka. Banyak kesedihan dan kepedihan yang ia tanggung sendiri. Ada masa-masa dia terjatuh dan bangkit sendiri. Meski semua itu sulit dan rumit, seorang perempuan sulung tak pernah sekalipun ingin menyusahkan orang lain. Ketika ia bersedih, dia tak langsung memperlihatkannya ke orang lain.

Namun, ada kalanya kita perlu jujur pada diri sendiri. Tak ada salahnya bagi kita sebagai perempuan sulung untuk jujur pada orang-orang terdekat kita saat kita terluka. Walau mungkin itu susah, tapi kadang kita perlu mempercayai orang lain untuk membantu kita. 

Untuk semua perempuan yang berusaha untuk tetap tegar meski masih harus menyembunyikan air mata, semoga hatimu selalu diberkati. Semoga hidupmu diterangi. Semoga setiap upaya terbaik yang kamu lakukan dalam hidup bisa berbuah manis.

 

 

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓