Memandu Anak Pahami Gaya dan Gerak dalam Konteks Transportasi, Seperti Apa Praktiknya?

Wuri Anggarini27 Jan 2021, 20:54 WIB
Diperbarui 27 Jan 2021, 21:05 WIB
Memandu Anak Pahami Gaya dan Gerak dalam Konteks Transportasi, Seperti Apa Praktiknya?

Fimela.com, Jakarta Melihat banyaknya kendaraan lalu-lalang di jalan, anak-anak yang dalam proses belajar dan penuh rasa ingin tahu mungkin penasaran dengan bagaimana prosesnya. Bingung memberikan jawabannya? Saatnya mengajak anak nonton video Belajar dari Rumah yang dipersembahkan Kemendikbud sebagai sarana materi belajar di rumah. Bongkar lebih jauh di sini, ya!

Bedakan Tarik dan Dorong untuk Mengubah Posisi Sebuah Benda

Belajar sains sederhana itu menyenangkan. Hal ini bisa anak dapatkan saat belajar video episode 11 untuk siswa kelas 4 SD yang mengangkat tema Dorong atau Tarik. Lewat video ini, karakter Kakak dan Adik akan membahasnya lebih banyak buat teman-teman di rumah, lho.

Memandu Anak Pahami Gaya dan Gerak dalam Konteks Transportasi, Seperti Apa Praktiknya?
(c) kemendikbud

Kakak dan Adik belajar membedakan gaya dorong dan tarik lewat sebuah kejadian kecil, yaitu menggeser sofa yang ada di rumah. Gaya sendiri merupakan tarikan atau dorongan yang membuat sesuatu bergerak menjauhi atau mendekati titik acuan. Lalu bedanya dorong dan tarik itu apa? Dorong adalah gaya yang dilakukan agar benda jadi lebih jauh, sementara tarik adalah gaya yang menggerakkan benda jadi lebih dekat.

Gaya dan gerak ini juga berlaku untuk konteks yang lebih luas, yaitu saat ingin berpindah tempat dengan bantuan alat transportasi. Pada alat transportasi modern, gaya tidak hanya dihasilkan oleh tarikan atau dorongan tenaga manusia dan hewan saja. Tapi, bisa juga dengan tenaga mesin.

Selain belajar tentang gaya dan gerak, Kakak dan Adik juga bermain games tebak gambar dengan konsep perbandingan, yaitu membandingkan jumlah roda yang ada pada alat transportasi. Ada juga belajar tentang pembulatan bilangan menuju angka terdekat.

Ajak Anak Mempelajari Transportasi Tradisional dan Masalahnya

Setelah belajar tentang gaya dan gerak, siswa kelas 5 SD akan mempelajari tentang transportasi tradisional dan berbagai masalahnya. Dalam video episode 11 untuk kelas 5 SD, Ayah mengajak Arya naik becak supaya bisa merasakan keliling kota. Ayah bercerita jika becak dulu adalah transportasi yang populer, tapi kini sudah tidak digunakan lagi di Jakarta.

Memandu Anak Pahami Gaya dan Gerak dalam Konteks Transportasi, Seperti Apa Praktiknya?
(c) kemendikbud

Teman-teman di rumah juga diajak mencari tahu tentang sejarah becak. Jadi, sejak tahun 1930an masyarakat sudah pakai kendaraan beroda tiga untuk mengangkut barang. Di tahun 1940an, baru istilah becak dikenal oleh masyarakat. Seiring arus modernisasi, becak dianggap sebagai biang kemacetan dan simbol ketertinggalan karena kuno. Selain itu, becak juga dianggap sebagai alat angkut yang tidak manusiawi.

Ojek, angkot, dan bus dianggap sebagai pesaing yang membuat becak tergerus arus modernisasi. Tapi, ada juga becak yang berevolusi menjadi bentor atau becak bermotor.

Video pembelajaran episode 11 ini juga mengajak teman-teman di rumah belajar garis bilangan. Selain itu, Kak Kinan juga mengajak teman-teman menghitung rumus kecepatan dengan cara jarak tempuh dibagi waktu tempuh.

Wah, banyak hal baru yang bisa dipelajari bareng anak di rumah lewat video Belajar dari Rumah yang dihadirkan Kemendikbud kan? Yuk, tonton terus tayangannya setiap Senin-Jumat hanya di TVRI!

Lanjutkan Membaca ↓