11 Tanda Peringatan Hubungan Percintaan Harus Diakhiri

Anisha Saktian Putri28 Feb 2021, 09:00 WIB
Diperbarui 28 Feb 2021, 09:00 WIB
Tanda percintaan harus berakhir

Fimela.com, Jakarta Kompromi, komunikasi, kemandirian, kejujuran, empati, kesabaran, dan semangat, merupakan pondasi suatu hubungan percintaan berjalan dengan lancar.  Namun, jika salah satu hal tersebut diabaikan bisa jadi itu tanda hubungan sudah tidak sehat lagi. 

Meninggalkan hubungan percintaan yang tidak sehat atau rusak bisa jadi sulit, karena membutuhkan keluar dari zona nyaman, menjadi rentan terhadap kehilangan dan kesepian, meninggalkan banyak kenangan indah, bahkan ketika sudah menikah perpisahan akan menimbulkan pertengkaran hak asuh, dan beban keuangan.

Akan tetapi, menjalin hubungan yang membuatmu tidak bahagia tidak akan menguntungkan dalam jangka panjang dan pada akhirnya dapat merusak kesehatan emosional dan mentalmu.  Untuk itu, ketahuilah tanda-tanda bahwa sudah waktunya untuk meninggalkan hubunganmu. Berikut tanda peringatannya, melansir themindsjournal.com.

1. Tidak ada timbal balik

hubungan berakhir
Perpisahan bisa menjadi permulaan baru./Copyright shutterstock.com/g/iChzigo

Apakah dirimu selalu menjadi orang yang memulai percakapan penting, merencanakan malam kencan dan liburan, membuat tujuan masa depan untuk hubunganmu?  Hubungan adalah kemitraan, dan meskipun tidak harus selalu 50/50 sepanjang waktu, upaya bersama diperlukan agar kedua individu berkembang dan merasa dihargai. 

2. Nilai-nilai dikompromikan

Meskipun penting untuk mempertahankan individualitas dalam suatu hubungan, dirimu tidak boleh mengkompromikan nilai-nilai inti demi pasangan atau demi hubungan. 

3. Tidak lagi menginginkan keintiman fisik dengan pasangan

Seks bukanlah segalanya, tetapi itu adalah komponen utama dalam suatu hubungan, dan jika keinginan itu hilang, mungkin sudah waktunya untuk beralih dari hubungan itu.

4. Tidak dapat berkomunikasi dengan pasangan

Hubungan  tidak akan pernah berhasil jika tidak dapat mengkomunikasikan pikiran dan perasaanmu.  Mampu mengekspresikan emosi kepada pasangan dengan cara yang sehat itu penting dan membutuhkan kepercayaan.

5. Berbicara tentang peningkatan hubungan di beberapa masa depan

Hubungan berakhir
Mengakhiri hubungan./Copyright shutterstock.com/g/Bordinthorn+Loyrat

Masuk ke dalam suatu hubungan dengan tujuan mencoba untuk mengubah pasanganmu atau dengan asumsi bahwa hubungan akan membaik pada kemungkinan tertentu adalah resep bencana. Kemungkinan besar akan menjadi frustrasi dan merasa kecewa.  Jika tahu pasangan  tidak akan pernah berubah atau hubungan tidak akan pernah membaik, apakah akan tetap berada di dalamnya untuk jangka panjang?

6. Pasangan tidak ingin menghabiskan waktu dengan teman atau keluargamu

Pasangan tidak ingij menghabiskan waktu dengan teman atau keluargamu menjadi hal yang sangat tidak masuk akal, karena penting bagi pasangan untuk dapat berbagi waktu dengan orang yang dicintai satu sama lain. 

Penting bagi pasanganmu untuk menghormati orang yang dirimu cintai dan tidak memprotes ketika ada pertemuan sosial yang melibatkan orang lain yang dekat dan sayangi.

7. Merasa tidak didukung

Apakah pasangan ada untuk mu saat sakit atau stres, atau apakah dia hanya mendukung di saat-saat menyenangkan?  Apakah merasa menghabiskan sebagian besar waktumu sendiri dan harus lebih banyak curhat kepada teman dan keluarga daripada pasangan?

8. Kebahagiaan tergantung pada pasanganmu 

Meski suatu hubungan merupakan kemitraan, setiap pasangan harus bisa menjaga individualitasnya masing-masing.  Memiliki minat dan dapat menikmati waktu sendiri, dan menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga.  Hubungan yang sehat bertindak sebagai inkubator untuk pertumbuhan pribadi, dan kebahagiaan pribadimu tidak boleh hanya bergantung pada status hubungan dengan pasangan.

9. Tidak menjadi diri sendiri

hubungan berakhir
Hubungan yang susah dipertahankan./Copyright shutterstock.com/g/ShiftDrive

Dalam hubungan jangka panjang yang serius,  harus merasa nyaman dengan diri sendiri. Tidak boleh takut mengungkapkan perasaan, rahasia, atau emosi , meskipun itu tidak indah.  Pasangan harus bisa menerimamu apa adanya, terlepas dari kekurangan dan ketidaksempurnaanmu.  Saat bersama pasangan yang tepat, dirimu merasa seperti di rumah sendiri. 

10. Pasangan tidak memecahkan masalah

Perdebatan dan pertengkaran adalah bagian dari menjalin hubungan.  Perselisihan akan terjadi, bahkan ketika dua orang saling mencintai dan menghormati.  Pasangan harus mencoba membantu mengetahui pemicu yang mendasari ketidaksepakatanmu.  Kenapa  bertengkar?  Jika pasangan tampaknya tidak peduli dari mana asalnya ketidaksepakatan atau mengapa diri merasa sedih, mereka tidak menempatkan hubungan itu terlebih dahulu.

Pasangan harus ingin berdamai setelah bertengkar dan harus belajar dari kesalahan masa lalu.  Mereka seharusnya tidak pernah meninggalkanmu, melemparkan masalah ke arahmu dan membuat  merasa bersalah.  Jika pasangan tampaknya tidak peduli jika ada masalah di antara berdua, anggap itu sebagai isyarat bahwa sudah waktunya untuk pergi.

11. Kekerasan

Jika sudah ada kekerasan verbal atau fisik dalam suatu hubungan, sudah tidak ada kompromi lagi untuk meninggalkannya. Suatu hubungan yang sehat tidak ada kekerasan di dalamnya ketika sedang marah. 

#elevate women

Lanjutkan Membaca ↓