GeNose C19 Siap Digunakan untuk Pemulihan Pariwisata Indonesia

Anisha Saktian Putri23 Feb 2021, 13:30 WIB
Diperbarui 23 Feb 2021, 13:30 WIB
ilustrasi pariwisata Indonesia gunakan GeNose

Fimela.com, Jakarta Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19. Sebagai bagian dari upaya memulihkan sektor pariwisata, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan serta langkah lainnya dengan menggunakan GeNose C19.

GeNose C19 sendiri merupakan singkatan dari Gadjah Mada Electronic Nose. Alat yang dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) dan didukung penuh oleh Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 yang berada di bawah koordinasi Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN ini mampu mendeteksi Covid-19 melalui hembusan napas.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan GeNose C19 dapat memulihkan sektor pariwisata dan memulihkan mobilitas, tidak hanya berbicara pariwisata namun intinya mobilitas masyarakat.

"Saya mengapresiasi Accor yang akan menggunakan GeNose C19di lingkungan hotel di bawah manajemennya dan mendukung inovasi anak bangsa," paparnya dalam siaran pers yang diterima.

Chairman of Indonesia Tourism Forum Sapta Nirwandar juga menyampaikan stakeholder kepariwisataan Indonesia siap mempromosikan dan menggunakan GeNose C19 dalam menyongsong kebangkitan pariwisata Indonesia di tengah pandemi ini.

"Bukan hanya GeNose C19 terbukti efektif mendeteksi virus Corona Covid-19 dengan cara mudah dan biaya yang murah, namun alat ini adalah buah karya Anak Negeri sendiri," ungkapnya.

Tetap menjalankan protokol kesehatan

Calon Penumpang KAI Uji Tes COVID-19 dengan GeNose
Calon penumpang kereta api menutup kantong berisi nafasnya yang kemudian dites COVID-19 dengan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (5/2/2021). PT Kereta Api Indonesia memberlakukan calon penumpang menjalani GeNose C19 untuk tes COVID-19. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Kepala Pustlitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan ViviSetiawaty yang juga hadir secara daring mewakili Wakil Menteri Kesehatan menyampaikan pemanfaatan GeNose C19 pada sektor pariwisata tetap memperhatikan keamanan, aspekpenting yang wajib diprioritaskan adalah standart hygiene bagi masyarakat, petugas pemeriksa, dan lingkungan.

“Penggunaan GeNose C19 di lapangan tentu harus memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan 3M. Kami berharap dengan penegakan standar kewaspadaan dan disiplin dari penyelenggara pariwisata dalam skrining wisatawan akan memberikan nilai dandaya ungkit untuk bangkitnya industri pariwisata di Indonesia. Wisatawan yang datang terjamin kesehatannya, dan kembalinya pun sehat,” ungkap Vivi Setiawaty.

#elevate women

Lanjutkan Membaca ↓