Di Balik Kesuksesan Seorang Anak, Ada Cinta Ibu yang Luar Biasa

Endah Wijayanti25 Feb 2021, 07:15 WIB
Diperbarui 25 Feb 2021, 07:15 WIB
cinta ibu dan anak sulung

Fimela.com, Jakarta Kita semua pernah punya pengalaman atau kisah tentang cinta. Kita pun bisa memaknai arti cinta berdasarkan semua cerita yang pernah kita miliki sendiri. Ada tawa, air mata, kebahagiaan, kesedihan, dan berbagai suka duka yang mewarnai cinta. Kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories Februari 2021: Seribu Kali Cinta ini menghadirkan sesuatu yang baru tentang cinta. Semoga ada inspirasi atau pelajaran berharga yang bisa dipetik dari tulisan ini.

***

Oleh: Maitra tara

Perempuan yang lahir 60 tahun lalu itu adalah seorang wanita yang luar biasa buatku. Ia lahir di keluarga petani, tak mengenyam pendidikan hingga tinggi. Namun, tetap memiliki cita-cita mulia untuk anaknya. 

"Aku boleh bodoh, tapi anakku jangan!" ucap ibu kala itu. Saat itu aku akan masuk ke jenjang sekolah menengah atas. 

Meski memiliki keterbatasan biaya, ibu tetap ingin menyekolahkan anaknya di tempat yang terbaik. Ia ingin anaknya tak hanya pandai baca tulis, tapi juga memiliki masa depan yang lebih baik dari orangtuanya. Dan kini, apa yang ibu harapkan menjadi kenyataan. Doa-doanya didengar oleh Tuhan dan setiap keringatnya menjadi jalan penerang bagi kehidupan.

Mungkin, tak akan pernah ada yang menyangka bahwa kehidupan yang aku capai saat ini adalah berkat ibu yang dikenal dengan sebutan orang gila. Ya, bagaimana tidak? Setelah kehilangan anak pertamanya dan merasa dikhianati oleh pasangannya, jiwa ibu terguncang. Ia sering marah-marah kepada orang yang lewat depan rumah. Ia juga kerap menjadi bahan ejekan hingga dilempari batu oleh kawan-kawan saat aku masih duduk di sekolah dasar dulu.

Semua Berkat Ibu

cinta ibu dan pengorbanan besarnya
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/tongpatong

Sejak julukan anak orang gila melekat dalam diriku, sejak teman-teman mulai mengolokku karena ibuku, kupikir saat itulah akhir dari kehidupanku. Namun, ternyata tidak.

Ibu yang dikenal gila, tidak waras, dikucilkan masyarakat, memiliki sisi yang tak pernah hilang yaitu ibu yang tanggung jawab. Meski ia kerap mengamuk, kerap disiksa oleh saudara karena dianggap memalukan keluarga, dia tetap bekerja dan mencari biaya untuk pendidikan anaknya. 

Bagi orang lain, mungkin ibuku tak berguna. Namun bagiku, dia adalah panutanku dalam menjalani kehidupan. Di tengah-tengah keterbatasan, kekurangan, ia tak menyerah. Tak pernah mengeluh dan selalu tersenyum di depanku. I wish I could write a book about her. Aku ingin orang-orang yang memiliki keterbatasan namun mempunyai mimpi agar tidak menyerah dalam mewujudkan mimpi mereka. 

Kekuatan kepercayaan adan kegigihan adalah salah satu cara mewujudkan mimpi. Dan yang tak kalah penting adalah tak perlu seorang artis ternama, motivator, atau pengusaha terkenal untuk dijadikan panutan. Namun, orang yang memiliki banyak keterbatasan dan kekurangan pun bisa dijadikan sosok panutan dalam menjalani kehidupan.

I love you, Mom. Thank you for your hard work.

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓