Simak Saran Ahli Gizi untuk Mendapatkan Nutrisi Lengkap bagi Pejuang Kanker

Anisha Saktian Putri25 Feb 2021, 15:30 WIB
Diperbarui 25 Feb 2021, 15:30 WIB
Nutrisi yang bisa dikonsumsi pejuang kanker

Fimela.com, Jakarta Pada tahun 2013, disebutkan bahwa jumlah penderita kanker di Indonesia berada pada angka 1,4 per 1.000 penduduk, dan jumlah tersebut naik menjadi 1,79 per 1000 penduduk pada tahun 2018. Selama pengobatan pejuang kanker mengalami efek samping salah satunya kehilangan nafsu makan.

Di sisi lain, pasien harus tetap mendapatkan nutrisi yang baik selama menjalani perawatan. Selain itu, nutrisi yang tepat menjadi penting karena bisa mempertahankan berat badan, mencegah komplikasi, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Peningkatan daya tahan tubuh akan menentukan tindakan selanjutnya dalam penanganan kanker.

dr Dedyanto Henky Saputra, M.Gizi nafsu makan berkurang terjadi karena mulut penderita mungkin menjadi pahit atau penuh sariawan sehingga menyulitkan untuk menelan makanan padat dan mual. Faktor lainnya seperti sel kanker itu sendiri, faktor psikis, lansia, Inaktif, kortikosteroid, dan gangguan tiroid.

Ia juga mengatakan malnutrisi bisa dilihat dari penurunan berat badan yang disadari sebanyak lima persen atau lebih dalam enam bulan. Terutama bila disertai dengan masa otot yang berkurang.

"Paling mudah dilihat dari berat badan, kalau turun lima persen dalam enak bulan. Atau jika sudah kurus berkurang dua persen," ujar dr. Dedyanto dalam acara Kalbe Nutrican.

Solusi untuk mendapatkan nutrisi yang tepat

nutrisi
Ilustrasi nutrisi/copyright shutterstock.com/Dean Drobot

dr Dedyanto salah satu cara untuk menjaga asupan nutrisi adalah dengan mengonsumsi makanan berbentuk cair. “Kesulitan mengonsumsi nutrisi padat bisa diganti dengan nutrisi cair sebagai pelengkap maupun pengganti sebelum, selama, maupun sesudah menjalani terapi,” ujar dr Dedyanto.

dr. Selvinna, dari Kalbe Farma mengatakan pasien kanker bisa mengonsumsi makanan cair tinggi energi dan protein serta diformulasikan khusus untuk pejuang kanker seprti Nutrican yang merupakan produk hasil kerjasama dengan rumah sakit rujukan kanker nasional, Dharmais.

"Nutrican bisa digunakan sebagai pelengkap maupun pengganti sebelum, selama, serta sesudah menjalani terapi bagi pejuang kanker," ujarnya

Ia juga mengatakan jika makanan bagi pejuang kanker harus diperkaya dengan kandungan penting seperti tinggi kalori, tinggi protein, Omega 3, asam amino esensial, serat pangan, 12 vitamin dan 8 mineral untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pejuang dan penyintas kanker.

dr Dedyanto juga menyampaikan untuk menghindari makanan kalengan, berpengawet soda, terlalu berbumbu dan aroma yang tajam. Serta batasi makanan tinggi lemah jenuh, gula dan garam, junkfood.

 

 

#elevate women

Lanjutkan Membaca ↓