Menjelang Hari Perempuan Internasional, Kenali 6 Remaja yang Berani Mengubah Dunia

Fimela Editor07 Mar 2021, 10:00 WIB
Diperbarui 07 Mar 2021, 10:00 WIB
Sambut Hari Perempuan Internasional, yuk kenalan dengan 6 remaja yang berani mengubah dunia.

Fimela.com, Jakarta Tidak harus menunggu tua untuk memulai sebuah perubahan. Sebuah tindakan yang luar biasa dapat dimulai sejak usia dini. Seperti yang dilakukan oleh keenam remaja putri ini. Di usia yang terbilang amat belia, anak-anak ini berani melakukan perubahan bahkan memiliki kemampuan yang lebih dari cukup untuk mengubah dunia.

Mulai dari memperjuangkan pendidikan anak-anak, menjaga iklim, hingga menentang praktik pernikahan dini pada anak perempuan. Remaja putri ini menjadi bukti, usia muda bukan menjadi halangan untuk meraih prestasi yang bisa menginspirasi banyak orang di dunia.

Menjelang peringatan Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret, berikut ini deretan remaja perempuan yang paling menginspirasi, seperti yang dirangkum dari Reader's Digest.

1. Amika George

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Amika George (@amikageorge)

Ketika ia berusia 17 tahun, Amika George mengetahui bahwa ada sebanyak 10 persen anak perempuan di Inggris Raya yang terpaksa bolos sekolah secara teratur karena tidak mampu membeli produk menstruasi.

Karena hal tersebut, George akhirnya bertekad untuk mendirikan "Periode Bebas", yang menganjurkan semua sekolah dan perguruan tinggi Inggris Raya untuk menyediakan produk menstruasi secara gratis.

Tak hanya berhenti sampai di situ saja, George juga berusaha menghilangkan stigma dibalik menstruasi dengan alasan bahwa anak laki-laki juga perlu di didik tentang menstruasi. Kini, diusianya yang menginjak 20 tahun, George masih aktif menggencarkan produk menstruasi gratis dan mendukung kesetaraan untuk anak perempuan di mana pun itu.

2. Sonita Alizadeh

Sonita Alizadeh dikenal dengan advokasinya melalui karya seni berupa rap. Aksinya ini diluncurkan ketika ia berusia 16 tahun, Alizadeh nyaris dijual untuk dinikahkan oleh keluarganya sebanyak dua kali, yang mana pertama kalinya dia baru berusia sepuluh tahun.

Untuk memprotes perlakuan pernikahan dini ini, Alizadeh beralih ke bentuk seni favoritnya yakni, rap. Dia membuat lagu "Brides For Sale" dan mengunggahnya langsung ke YouTube.

Sesaat diunggah, videonya tersebut langsung menjadi viral dan memicu percakapan internasional tentang permasalahan tersebut. Hingga akhirnya, banyak gadis-gadis lainnya yang berani untuk berbicara tentang pengalaman yang mereka alami sendiri. Saat ini, Alizadeh berusia 24 tahun dan terus berjuang untuk mengakhiri praktik menjual gadis untuk dinikahi.

3. Malala Yousafzai

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Malala (@malala)

Dikenal juga sebagai Malala, perempuan muda ini merupakan salah satu pendukung pendidikan perempuan paling terkenal di dunia. Di usianya yang terbilang belia, Malala berani berbicara mengenai hak anak perempuan yang harus mendapat pendidikan sejak dini di Pakistan.

Meski sempat menjadi korban upaya pembunuhan oleh anggota pasukan Taliban pada tahun 2012 karena terus mengampanyekan akses pendidikan bagi perempuan, kejadian tersebut tidak menghentikannya untuk terus membela hak anak perempuan. Setelah pulih dari luka tembaknya, dia mendirikan Malala Fund sebagai badan amal yang didedikasikan untuk membantu para gadis mencapai tujuan pendidikan mereka.

Berkat dedikasi dan perjuangannya, Malala dianugerahi hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2014, dan menjadi peraih Nobel termuda dalam sejarah penghargaan tersebut. Nama Malala kini mencatat sejarah baru, sebagai pembela hak pendidikan untuk anak perempuan. Ia adalah sosok inspiratif yang patut kita kenal jelang Hari Perempuan Internasional.

 

4. Grace Callwood

Ketika dia baru berusia tujuh tahun, Grace Callwood didiagnosis dengan limfoma non-Hodgkins dan menghabiskan tiga tahunnya untuk menjalani perawatan. Pengalaman itu membuatnya bertekad untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.

Pada tahun 2012, Callwood memulai sebuah organisasi nirlaba bernama The We Cancerve Movement, yang didedikasikan untuk membantu anak-anak yang mengalami tunawisma, sakit, maupun yatim piatu. Organisasi ini sendiri dilayani oleh dewan penasihat yang semuanya berusia di bawah 18 tahun.

Saat ini, Callwood sendiri berusia 15 tahun dan organisasinya telah memfasilitasi lebih dari USD 300.000 atau setara dengan Rp 4,2 miliar dalam bentuk donasi untuk memberi manfaat kepada anak-anak di seluruh dunia.

 

5. Bana al-Abed

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Bana Alabed (@alabed_bana)

Sejak usia tujuh tahun, Bana al-Abed telah membuat dunia terpesona ketika dia mulai membuat cuwitan tentang perjuangan keluarganya untuk tetap hidup selama masa perang di Aleppo, Suriah.

Dalam utasnya, al-Abed menceritakan bahwa keluarganya telah berhasil melarikan diri hingga sampai ke Turki yang memberikan kewarganegaraanya. Dari pengalamannya tersebut, dia akhirnya menerbitkan sebuah buku yang berjudul, Dear World: Kisah Perang Gadis Suriah dan Permohonan untuk Perdamaian.

Bukunya bercerita tentang perdamaian dan pentingnya pendidikan masa kanak-kanak, terutama di negara-negara yang masih terlibat peperangan. Kisahnya tersebut menjadi inspirasi bagi banyak orang di dunia.

 

6. Greta Thunberg

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Greta Thunberg (@gretathunberg)

Meski usianya baru menginjak 17 tahun, aktivis muda asal Swedia Greta Thunberg, tengah aktif memulai gerakan global untuk perubahan iklim dan menjadi salah satu perempuan muda paling kuat dan menginspirasi banyak orang di dunia.

Kala itu, Thunberg memulai aksinya dengan mengadakan pemogokan sekolah untuk perubahan iklim di luar parlemen Swedia sebagai cara untuk menarik perhatian pada perubahan iklim.

Berkat perjuangannya tersebut, Thunberg dinobatkan sebagai Time's Person of The Year pada tahun 2019, dan berkesempatan menjadi pembicara di KTT Aksi Iklim PBB. Pidato yang disampaikannya berjudul "Beraninya Anda" menjadi terkenal di depan para pemimpin, anggota parlemen, dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Sejak itu, Thunberg telah menghadiri banyak protes iklim dan menyampaikan sejumlah pidato yang kuat dan dikenal oleh banyak orang di seluruh dunia

Penulis: Hilda

Lanjutkan Membaca ↓