Keberanian Sepasang Kakak Beradik Mengubah Hidup Mereka sebagai Gay dan Transgender

Annissa Wulan02 Mar 2021, 20:30 WIB
Diperbarui 02 Mar 2021, 20:30 WIB
Keith Hoffman dan sang kakak yang telah menjadi gay dan transgender saat menabur abu ibu mereka di tahun 2019

Fimela.com, Jakarta Transgender kembali menjadi perbincangan utama ketika Presiden Joe Biden mencabut larangan mantan Presiden Donald Trump atas layanan mereka di militer, mempekerjakan mereka dalam pemerintahan, dan menandatangani perintah eksekutif yang melarang diskriminias atas dasar identitas gender. Dukungan yang sangat dibutuhkan untuk kelompok yang terlalu sering menjadi sasaran kesalahpahaman, cemoohan, dan pelecehan diduga telah memicu perdebatan.

Sebagai seorang pria gay dengan saudara yang transgender, Keith Hoffman melihat betapa sulitnya jalan menuju penerimaan bagi komunitas ini. Ibu Keith begitu khawatir dan bertanya kepadanya, apakah Keith mengetahui apa itu transgender.

Saat itu, usia Keith masih 12 tahun dan jelas ia masih tidak memahami maksudnya. Di tahun 1972, Keith ragu siapapun di lingkungan pinggiran kota Midwestern akan memahaminya.

Sejak kecil, Keith memang memiliki kecenderungan lebih memilih Barbie daripada mobil balap Hot Wheels, berbeda dengan saudara perempuannya yang justru tomboi. Keith sangat mengagumi kakak perempuannya, namun ia merasa kewalahan ketika ibunya memberi tahu tentang rencana operasi sang kakak.

Keith memiliki banyak pertanyaan, namun ia tidak berani bertanya, bagian tubuh bukan sesuatu yang ingin ia bicarakan dengan ibunya. Sang ibu dengan tegas mengatakan bahwa mereka harus menghormati dan mendukung keinginan kakaknya, karena ia telah melakukan banyak penelitian tentang transgender dan memperjuangkannya sepanjang hidup.

 

 

Keluarga menjauhi keluarga Keith setelah mengetahui sang kakak memutuskan transgender

Keith Hoffman dan sang kakak di tahun 1965, beberapa waktu setelah ia mengaku transgender
Keith Hoffman dan sang kakak di tahun 1965, beberapa waktu setelah ia mengaku transgender. Sumber foto: Document/Keith Hoffman.

Keith juga ingin kakak perempuannya bahagia, namun ia bingung bagaimana seharusnya ia membantu. Setelah sang kakak melakukan operasi, Keith bahkan bingung apakah ia harus memanggilnya tetap dengan nama perempuan atau nama laki-lakinya yang baru.

Hanya beberapa hari kemudian, kakak Keith memotong rambutnya, lalu terlihat sedikit kumis di wajahnya, bahkan suaranya berubah. Lama kelamaan, ibunya dan Keith memanggil sang kakak dengan nama panggilan laki-lakinya, seolah sosok kakak perempuan di rumah itu tidak pernah ada.

Sayangnya, para tetangga di rumah mereka tidak bisa mengabaikan perubahan tersebut, bahkan sahabat Keith sendiri yang bernama Cindy mulai membuat komentar sinis tentang kakaknya. Keith merasa malu, namun ia tidak punya cara untuk membela diri.

Kerabat ibunya yang konservatif bahkan sudah mengira sang ibu berdosa, karena membiarkan putrinya mengubah tubuh yang sebenarnya baik-baik saja. Banyak orang, seperti neneknya yang kemudian menolak bicara dengan sang kakak.

Keith merasakan semua orang sedang mencurigai apa yang sedang terjadi dalam keluarganya dan itu bukan hanya penilaian, namun ada emosi di baliknya, ada rasa jijik. Kakaknya meninggalkan rumah beberapa bulan kemudian dengan alasan ada operasi yang dibutuhkannya harus dilakukan di tempat yang jauh.

Keith telah hidup dan menikah sebagai gay, sedangkan kakaknya hidup dan menikah sebagai transgender

Ibu Keith Hoffman yang mendukung anak-anaknya sebagai gay dan transgender
Ibu Keith Hoffman yang mendukung anak-anaknya sebagai gay dan transgender. Sumber foto: Document/Keith Hoffman.

Setelah 5 tahun, kakaknya pulang dalam sosok laki-laki yang lebih matang. Keith yang saat itu sedang memasuki masa puber, merasa cemburu karena ia melihat dirinya tidak terlalu maskulin seperti sang kakak.

Yang menarik adalah istri dari kakaknya masih belum mengetahui bahwa suaminya adalah transgender, ibu Keith juga ikut membantu menutupi fakta tersebut. Selama 7 tahun berikutnya, Keith sering bertanya-tanya, penyangkalan seperti apa yang membuat pernikahan mereka tetap berjalan, walaupun ia tidak pernah menanyakannya secara langsung kepada sang kakak.

Sampai ketika transgender menjadi isu yang besar, banyak orang yang tidak bisa hidup dengan tenang. Pernikahan sang kakak berakhir, karena istrinya merasa dibohongi habis-habisan.

Rasa malu dan rasa bersalah sang kakak berakhir pada upaya bunuh diri. Saat ini, 25 tahun telah berlalu sejak masa itu, kakaknya mendapatkan dukungan yang dibutuhkan dari kelompok dan terapis yang memang disediakan bagi transgender.

Kakaknya telah menikah lagi dengan seorang perempuan yang mengetahui ceritanya sejak kencan pertama mereka, sekarang ia menjalani kehidupan yang damai di sebuah kota kecil, sementara Keith sendiri telah hidup secara terbuka sebagai gay yang sudah menikah. Ibunya telah meninggal di tahun 2009.

Banyak hal telah berubah dalam hidup Keith, namun ia tidak menyesalinya. Ia merasa suasana keluarganya menjadi lebih sehat dan inilah yang memang diinginkannya dan kakaknya selama ini.

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓