Pahami 4 Cara Memutus Kekerasan dalam Pacaran

Baiq Nurul Nahdiat03 Mar 2021, 17:45 WIB
Diperbarui 03 Mar 2021, 17:45 WIB
pasangan sedang bertengkar

Fimela.com, Jakarta Memiliki hubungan sehat dengan pasangan atau dalam pacaran menjadi dambaan setiap orang. Namun bagaimana jika pasangan melakukan kekerasan? Ternyata kekerasan tidak hanya terjadi di dalam rumah tangga saja, namun juga bisa berpotensi terjadi pada di antara pasangan yang masih berstatus pacaran.

Seperti yang dilansir pada laman merdeka.com, Komnas perempuan dalam Catatan Tahunan (Catahu) 2015, menemukan sudah sebanyak 93 pengaduan kekerasan dalam pacaran di tahun 2014. Kekerasan ini termasuk kekerasan kedua terbesar setelah kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) yang tercatat sebesar 579 pengaduan.

Kekerasan dalam pacaran ini juga paling banyak dialami oleh perempuan, mulai dari kekerasan psikis/verbal dengan melontarkan kata-kata yang bersifat menekan, membuat takut atau menurunkan harga diri seseorang. Ada juga kekerasan kekerasan fisik yang mengakibatkan bagian tubuh seseorang terluka, seperti ditampar, ditonjok, disulut menggunakan puntung rokok dan sebagainya. Dan yang lainnya adalah kekerasan seskua. Ini juga banyak sekali dialami oleh perempuan, seperti dipegang bagian tubuhnya tanpa persetujuan, dipaksa berciuman atau melakukan hubungan seksual dengan paksaan.

Berikut ini adalah beberapa solusi yang bisa dilakukan untuk menghentikan kekerasan pada perempuan dalam pacaran.

Cobalah Mengenal Pasangan dengan Baik

Rawan Terjadi Pertengkaran
Ilustrasi Pasangan Seumuran Credit: pexels.com/pixabay

Mengenal pasangan dengan baik adalah salah satu cara untuk bisa menghindari kekerasan dalam pacaran. Sebelum memutuskan berhubungan dengan seseorang, alangkah baiknya untuk mengenal siapa dia, seperti apa perilakunya, apalah dia sering melakukan tindakan kasar atau tidak.

Namun apabila sudah terjalin hubungan dengan seseorang tanyakanlah pada diri sendiri, apakah pasanganmu sering cemburu secara berlebihan, apakah dia sering membentak atau berkata kasar, atau apakah dia sering melakukan kekerasa fisik kepadamu. Jika tanda-tanda tesebut ada dalam hubunganmu, maka kemungkinan besar dirimu berada dalam hubungan kekerasan.

Berani Berkata Tidak pada Pasangan

Usahakanlah untuk tetap tegas pada pasanganmu, saat pasanganmu memintamu untuk melakukan hal yang tidak kamu inginkan atau membuatmu merasa tidak nyaman. Maka katakan dengan tegas bahwa kamu tidak mau melakukan itu. Semisal jika pasanganmu meminta untuk menciummu dan hal itu membuatmu tidak nyaman. Maka tolaklah perilaku itu dengan tegas.

Jangan lupa juga untuk menjelaskan alasan mengapa kamu melakukan penolakan. Setelah itu mintalah kepada pasangan agar bersikap lebih baik, dan ungkapkan apa yang kamu inginkan ke depannya dalam hubunganmu saat ini.

Carilah Dukungan Sosial

pasangan bertengkar
Ilustrasi/copyright shutterstock/shisu_ka

Saat seseorang mengalami kekerasan, baik itu kekerasan verbal maupun kekerasan fisik akan mudah sekali terlihat. Oleh karena itu, jika dirimu merasa bahwa pasanganmu melakukan kekerasan, misalnya berkata kasar atau mengancammu dan membuatmu merasa takut, segeralah untuk meminta bantuan pada orang terdekat yang dipercaya. Baik teman dekat atau keluarga, jelaskan kepada mereka apa yang terjadi dan mintalah mereka untuk melindungimu.

Mengakhiri Hubungan

Jika dalam menjalani hubungan kemudian pasanganmu sering melakukanlah kekerasan terhadapmu dan tidak memiliki niatan baik untuk mengevaluasi dirinya atau tidak mau merubah sikapnya menjadi lebih baik.

Atau misalnya, ia sering meminta maaf dan berjanji untuk tidak melakukan kekerasan lagi, akan tetapi dia terus melanggar janjinya dan melakukan kekerasan lagi terhadapmu. Maka akhirilah hubunganmu dengannya, karena orang seperti itu tidak akan bisa berubah kecuali atas keinginan mereka sendiri. Putus adalah pilihan terbaik saat kondisi hubungan yang kamu jalani sudah tidak sehat.

Demikianlah beberapa cara agar terhindar dari kekerasan dalam pacaran. Semoga bermanfaat

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓