Misi Kisaku untuk Dukung Pemberdayaan Perempuan di Hari Perempuan Internasional

Nabila Mecadinisa08 Mar 2021, 17:30 WIB
Diperbarui 08 Mar 2021, 17:30 WIB
Hari Perempuan Internasional

Fimela.com, Jakarta Hari Perempuan Internasional adalah selebrasi yang dirayakan di seluruh dunia. Untuk memperjuangkan kesetaraan gender, maka ragam usaha dilakukan. Seperti rilis yang diterima oleh Tim Fimela.com, secara global kaum pekerja perempuan menerima haji 23% lebiih rendah dari laki-laki.

Bahkan para perempuan juga cenderung 2,5 kali lebih sering melakukan pekerjan domestik yang tidak berbayar dibandingkan laki-laki. Dalam rangka hari Perempuan Internasional, maka KISAKU mempertegas komitmen dalam mendukung pemberdayaan perempuan Indonesia.

Raline Shah, co-founder KISAKU berkata,” Tiga dari lima pendiri KISAKU adalah perempuan. 40% barista dan mayoritas vendor kita juga perempuan. Ini adalah bentuk komitmen KISAKU untuk memberi dukungan pada kaum hawa yang ingin berdaya, karena kami percaya bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan dapat mendorong kesetaraan gender, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan perekonomian negara.”

Hasil sensus penduduk 2020 yang diadakan oleh Badan Pusat Statistika menyatakan bahwa 49,42% atau 133,54 juta penduduk Indonesia adalah perempuan. Sayangnya, Global Gender Gap Report 2020 yang dilansir oleh The World Economic Forum menjelaskan bahwa untuk mewujudkan persamaan gender membutuhkan waktu lebih dari 99,5 tahun. 

40% barista KISAKU terdiri dari perempuan

Hari Perempuan Internasional
40% barista KISAKU adalah perempuan

“Apa yang telah kami lakukan hanyalah langkah kecil untuk membantu perempuan Indonesia agar lebih berdaya. Tentu kami juga mementingkan kualitas pekerjaan, tapi kami membuka banyak kesempatan bagi perempuan yang ingin membantu meningkatkan ekonomi keluarga dengan bekerja. KISAKU juga menyediakan pelatihan bagi para karyawan yang ingin meningkatkan keterampilan mereka dalam bekerja, baik soft skill atau hard skill,” tambah Raline.

 Salah satu vendor KISAKU, Kallula yang juga co-founder CRE bertutur,” Norma budaya dan diskriminasi terkadang masih dialami oleh perempuan wirausaha, terutama yang memiliki usaha berskala mikro dan kecil. Perlahan hal tersebut sudah berubah. Dengan dukungan masyarakat, khususnya sesama perempuan seperti yang sudah dilakukan oleh KISAKU, kami memiliki banyak kesempatan untuk mencapai pemberdayaan ekonomi. Selain itu sebagai perempuan wirausaha kami juga lebih paham akan kebutuhan pelanggan perempuan, yang memiliki populasi nyaris 50% penduduk Indonesia.”

 Keanekaragaman dan penyertaan manfaat tidak hanya memberikan keuntungan bagi karyawan perempuan, tapi juga perusahaan itu sendiri. Penelitian dari Harvard Business Review menegaskan bahwa keanekaragaman gender dapat memicu produktivitas perusahaan. Keanekaragaman juga dapat menambahkan nilai bagi perusahaan, serta meningkatkan ide, inovasi, dan kreativitas. Selain itu keanekaragaman gender dalam sebuah tim, bisa memperluas koneksi antara klien dan konsumen.

 “Kami percaya bahwa semua orang, tanpa harus melihat gender, bisa mencapai tujuan hidup mereka. Kerja keras, percaya pada diri sendiri, dan tidak berhenti belajar adalah kunci sukses bagi setiap orang. KISAKU juga selalu berusaha membantu karyawan untuk terus berkembang, agar nantinya mereka bisa mencapai kesuksesan yang selama ini mereka inginkan,” tutup Raline.

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca ↓