Studi Membuktikan, Orang Seperti Ini yang Sering Alami Ghosting

Febi Anindya Kirana08 Mar 2021, 15:15 WIB
Diperbarui 08 Mar 2021, 15:15 WIB
sedih sakit hati

Fimela.com, Jakarta Ghosting dapat diartikan sebagai menggantungkan hati seseorang dengan cara memutusa komunikasi sepenuhnya kepada pasangan tanpa memberitahukan alasan di balik sikap tersebut. Tak ada yang mau diperlakukan seperti itu namun sebuah penelitian menemukan bahwa ada tipe orang tertentu yang lebih rentan mengalami ghosting dibandingkan orang lain.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Social and Personal Relationships menemukan bahwa orang-orang growth beliefs, yang meyakini bahwa sebuah hubungan cinta butuh kesabaran dan waktu agar bisa bertahan ternyata lebih rentan mengalami ghosting.

Tipe orang yang sering mengalami ghosting

perempuan sedih ghosting putus cinta
ilustrasi sedih/photo created by freepik - www.freepik.com

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Freedman dan rekannya tahun 2018 ini, mereka mengategorikan dua jenis orang dalam hubungan cinta, yaitu tipe destiny beliefs dan growth beliefs. Orang-orang growth beliefs merasa ghosting adalah tindakan yang tidak bisa diterima dan cenderung meninggalkan luka trauma yang sangat mendalam.

Sedangkan tipe orang destiny beliefs percaya bahwa hubungan cinta hanya memiliki dua pilihan yaitu ditakdirkan bersama atau tidak. Tipe orang seperti ini yang merasa ghosting adalah tindakan yang bisa diterima, cara putus yang lebih praktis dan bahkan kemungkinan besar pernah melakukan ghosting dalam hubungan cinta yang ia jalani.

Tipe orang growth beliefs yakin bahwa hubungan cinta tidak seharusnya dilakukan dengan terburu-buru, dan ketika belajar mencintai pun mereka akan mencintai lebih dalam seiring berjalannya waktu saat ia semakin mengenal orang yang menjadi pasangannya.

Wah, jadi ternyata orang seperti itu yang sering kena ghosting, Sahabat Fimela. Hati-hati ya mulai sekarang.

#ElevateWomen with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓