5 Penyebab Seseorang Merasa Iri pada Temannya

Baiq Nurul Nahdiat09 Mar 2021, 10:15 WIB
Diperbarui 09 Mar 2021, 11:21 WIB
iri hati

Fimela.com, Jakarta Iri hati adalah sekumpulan perasaan kompleks yang berasal dari keinginan yang sangat mendasar, karena menginginkan apa yang dimiliki orang lain. Iri hati adalah respons terhadap orang lain yang memiliki kesuksesan, keterampilan, atau kualitas yang didambakan dan ini melibatkan perasaan kurang dibandingkan dengan orang tersebut.

Bahkan rasa iri ini lebih berpotensi muncul di antara teman dekat. Padahal jika dibiarkan rasa ini bisa menggerogoti persahabatan itu sendiri dan sebaiknya dihindari.

Berikut ini adalah beberapa alasan yang membuat seseorang merasa iri pada temannya sendiri. Langsung saja simak ulasan berikut ini.

Status Finansial

Ternyata status finansial juga dapat membuat seseorang merasa iri dengan temannya. Jika salah satu teman memiliki akses yang banyak keuangan mereka, sementara yang lainnya hanya mengandalkan gaji untuk hidup dari hari ke hari maka akan rentan menimbulkan rasa cemburu, karena menilai kehidupan seseorang lebih baik darinya. Karena itulah untuk meminimalisir kecemburuan dalam perbedaan strata finansial ini, seseorang akan cenderung bergaul dengan orang-orang yang selevel dengannya.

Status Hubungan

iri hati
Ilustrasi/copyright shutterstock/Sketchphoto

Status hubungan yang tidak sesuai dapat memicu perasaan iri pada pertemanan. Teman yang iri sering melakukan perbandingan sosial, padahal ini merupakan penghancur harga diri utama seseorang.

Misalnya, jika seseorang menstandarkan beberapa hal dalam hubungannya, seperti menemukan pasangan yang romantis, mendapatkan pacar yang tampan, atau pasangan dengan pekerjaan yang baik, namun hal itu tidak terealisasi dalam hubungannya. Sementara yang lain selalu mendapatkan pasangan dengan kriteria tersebut, maka sangat memungkinkan seseorang menjadi cemburu dengan temannya sendiri.

Kesuburan

Kesuburan bisa menjadi pemicu rasa iri yang sangat provokatif dalam persahabatan antara perempuan berusia 20-30 tahun. Bayangkan, saat si A hamil, sementara si B telah menjalani dua tahun perawatan kesuburan tetapi masih belum membuahkan hasil. Apakah, si B dapat merasa 100 persen bahagia untuk si A? 

Hal ini bukan berarti dalam pertemanan seseorang tidak mencintai temannya, namun semua orang akan lebih senang saat kebutuhan sendiri telah terpenuhi. Dan biasanya seseorang akan benar-benar bahagia untuk orang lain setelah kita merasa bahagia untuk dirinya sendiri.

Daya Tarik

iri hati
Ilustrasi/copyright shutterstock/Ann Rodchua

Pemicu rasa iri ini paling banyak bekerja selama tahun-tahun awal masa dewasa, terutama usia 20-30 tahun karena selama periode ini, pria dan perempuan sering kali lebih menekankan pada daya tarik fisik. Logikanya, seorang teman yang dianggap lebih menarik itu "sangat beruntung" dan kemungkinan besar lebih mudah memikat hati seseorang atau mendapatkan pasangan. Daya tarik juga dapat memicu kecemburuan dalam persahabatan di usia 40-an ke atas, terutama di lingkungan sosial yang mengutamakan penampilan.

Sosial Media

Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa media sosial dapat menimbulkan rasa iri yang kuat. Ini masuk akal, karena seseorang dalam bermain media sosial, bisa mengunggah foto mengganbarkan kebahagiaan, mengunjungi tempat-tempat baru, atau berfoto bersama pasangan. Studi tersebut juga menemukan jika pengguna Facebook merasa iri terhadap aktivitas dan gaya hidup teman-temannya, bahkan beberapa di antaranya ada yang menunjukkan sikap depresi. 

Rasa iri memang hal yang manusiawi, namun alangkah baiknya untuk menyadari kembali bahwa semua orang diciptakan dengan jalan yang berbeda-beda dalam hidupnya. Janganlah membuat perbedaan dalam pertemanan menjadi alasan untuk saling iri, namun buatlah perbedaan menjadi alasan untuk saling melengkapi.

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓