Studi: 80% Perempuan Pernah Alami Pelecehan via Telepon

Karla Farhana12 Mar 2021, 12:30 WIB
Diperbarui 12 Mar 2021, 12:30 WIB
Kekerasan seksual

Fimela.com, Jakarta Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Sedunia yang jatuh pada 8 Maret lalu, Truecaller sebuah aplikasi identifikasi nomor telepon dan pemblokir spam mengadakan sebuah inisiatif tahunan "Against Harrassment" untuk meningkatkan kesadaran tentang pelecehan seksual terhadap perempun, khususnya melalui telepon dan atau SMS. 

Truecaller juga melakukan penelitian pada 5 negara dengan kasus pelecehan seksual yang tinggi, yaitu Brasil, India, Kolombia, Mesir, dan Kenya. Hasilnya menunjukkan 80% perempuan pernah mengalami pelecehan dan gangguan lewat ponsel. 

Gangguannya, rata-rata bersifat seksual. Misalnya, 1 dari 3 peerempuan di Mesir dan 1 dari 5 perempuan India pernah menerima telepon atau SMS pelecehan seksual yang dilakukan oleh orang tidak dikenal dan hanya sebagian kecil pelaku berhasil teridentifikasi. 

Contoh-contoh dari perilaku pelecehan ini adalah meminta atau menerima gambar tak senonoh, memaksa korban untuk berdiskusi tentang seks, atau memberikan komentar tak senonoh tentang penampilan atau bagian tubuh korban.

 Sementara di Indonesia, sebuah survei dilakukan Awas Kekerasan Berbasis Gender Online pada tahun lalu yang menemukan 67% perempuan Indonesia mengaku telah menerima pelecehan seksual secara online selama pandemi. Komnas Perempuan juga menemukan kalau tahun lalu, laporan pelecehan siber meningkat 348% dari tahun 2019. 

Dari 1.636 kasus terlapor, mayoritas merupakan ancaman untuk menyebarkan media tak senonoh (37,5%), pornografi balas dendam (15%), dan penuntutan gambar atau video tak senonoh (10,4%).

“Truecaller menentang keras segala bentuk pelecehan terhadap perempuan, dan kami selalu berupaya membuat saluran komunikasi lebih aman dan efisien. Aplikasi kami membantu mengidentifikasi siapa saja yang mencoba menghubungi Anda, serta mengetahui apa niat mereka. Adalah komitmen kami untuk melindungi semua pengguna Truecaller dari penipuan, scam, dan pelecehan. Ini yang membuat Truecaller menjadi salah satu aplikasi terpercaya dan dapat diandalkan di dunia dalam melindungi identitas nomor HP pribadi Anda selama 12 tahun terakhir,” kata Lindsey LaMont, sebagai Director of Brand Marketing Truecaller.

Gerakan It's Not OK

Trucaller
Aplikasi Truecaller melakukan sebuah studi yang menunjukkan 80% perempuan di 5 negara pernah mengalami pelecehan melalui telepon.

Selain itu, Truecaller juga mengampanyekan gerakan #ItsNotOk di Indonesia untuk meningkatkan kesadaran akan isu pelecehan seksual lewat telepon dan SMS. Pihak Truecaller mengundang 4 orban pelecehan seksual lewat ponsel untuk membagikan kisah mereka serta meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya isu ini. 

eempat perempuan pemberani ini datang dari berbagai latar belakang (ibu rumah tangga, mahasiswa, pelatih olahraga, serta karyawan) dan usia. Hasil wawancara direkam dan diunggah ke kanal YouTube Truecaller. 

Dalam video tersebut, masing-masing perempuan menceritakan apa yang terjadi pada mereka, dan lebih penting lagi, bagaimana kejadian tersebut berdampak pada diri mereka. Para pelaku juga bermacam-macam latarnya, ada yang mantan pacar, kenalan, teman sekelas, orang asing, dan bahkan penguntit di jalan. Mereka juga menganjurkan korban lain untuk speak out, mencari bantuan, dan tidak menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi.

“Kami percaya para perempuan yang membagikan kisah mereka hari ini akan menginspirasi para perempuan lain untuk berani melawan pelecehan seksual telepon dan SMS. Pasalnya, isu ini telah melanda perempuan dari berbagai latar belakang ekonomi, agama, usia dan budaya, di seluruh dunia. Kami berterima kasih kepada semua perempuan yang sudah berani menceritakan kisahnya, dan untuk orang-orang yang telah mendukung mereka di sepanjang perjalanan,” tambah Lindsey. 

Cegah Pelecehan Seksual Lewat Ponsel dan SMS

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan perempuan untuk mencegah pelecehan seksual lewat ponsel dan SMS terjadi. Yaitu; 

  • Kamu bisa memblokir nomor pelaku lewat aplikasi seperti Truecaller
  • Jika panggilan masih tetap masuk, segera tutup telepon, laporkan, dan blokir melalui aplikasi untuk memastikan mereka tidak dapat menghubungi lagi. Truecaller adalah aplikasi berbasis komunitas, jadi semua pengguna secara aktif melaporkan nomor spam dan pelecehan secara real time untuk melindungi seluruh komunitas dari bahaya.
  • Mintalah bantuan dari pihak berwenang dan laporkan segala tindak pelecehan seksual yang dilakukan pelaku. 

“Truecaller telah memblokir dan mengidentifikasi lebih dari 31,1 miliar panggilan spam setiap tahun, dan angka ini terus meningkat dari waktu ke waktu. Kami melihat banyak sekali pengguna perempuan yang mem-posting di media sosial tentang bagaimana Truecaller membantu mereka mengidentifikasi dan memblokir panggilan telepon atau SMS menyeramkan dari orang asing. Bersama-sama, kita bisa melawan segala bentuk pelecehan dan jangan biarkan hal ini berlanjut di masa depan," tutupnya.

#elevate women

 

 

Lanjutkan Membaca ↓