Sukses

Lifestyle

Jarang Disadari, Ini 6 Keuntungan Menjadi Orang Introver

Fimela.com, Jakarta Anggapan introver yang selalu anti sosial, tidak ramah, pemalu, atau kesepian sudah pasti keliru. Dalam kebanyakan kasus, menjadi seorang introver sebenarnya punya keuntungannya tersendiri.

Dr. jenifer Kahnweiler, penulis The Introverted Leader: Building on Your Quiet Strength, mengatakan seseorang introver bukanlah kesepian, mereka sebenarnya ialah orang yang mengisi ulang energinya dengan menghabiskan waktu sendirian.

“Ini seperti baterai yang mereka isi ulang, kemudian mereka bisa keluar ke dunia dan terhubung dengan sangat indah dengan orang-orang," kata Kahnweiler.

Meski tidak se-interaktif ekstrover, dalam sebuah studi tahun 2008 ditemukan bahwa kecenderungan introver yang sering berhati-hati dan membutuhkan waktu lama dalam memproses informasi justru membuat mereka lebih bijaksana dalam bertindak.

Menurut Beth Buelow, seorang penulis The Introvert Entrepreneur: Amplify Your Strengths Create Success on Your Own Terms, dikatakan bahwa seorang introver sebenarnya dapat mencapai lebih banyak kesuksesan jika mereka mengasah kemampuan alami mereka. Oleh karena itu, berikut ini beberapa kelebihan menjadi seorang introver yang perlu Anda ketahui, seperti yang dilansir Time.

1. Mereka adalah pendengar yang baik

Introver merupakan teman pendengar yang baik. Dia tak akan keberatan meluangkan waktunya untuk mendegar cerita temannya yang sedang kesal atau memiliki kabar baik untuk dibagikan.

Pasalnya, introver memiliki kemampuan memproses informasi secara internal.

"Keterampilan itu memungkinkan mereka untuk mendengar, memahami, dan memberikan wawasan yang dipertimbangkan dengan cermat sebelum mereka merespon," kata Dr. Laurie Helgoe, dalam bukunya yang berjudul Introvert Power: Why Your Hidden Life is Your Hidden Strength.

Sementara ekstover, menurur Helgoe mereka cenderung mudah menanggapi percakapan bahkan sebelum seseorang menyelesaikan ceritanya.

"Bukan karena mereka egois atau tidak peduli, tetapi karena mereka memproses informasi secara interaktif," lanjutnya.

2. Mereka berpikir sebelum berbicara

Seseorang introver biasanya kurang nyaman berbicara daripada mendengarkan. Ini disebabkan, mereka cenderung hati-hati dalam berbicara. Biasanya dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk berpikir dan memilih kata-kata dengan bijak.

"Introver hanya berbicara jika ada yang ingin kami katakan, mereka selalu memastikan agar kata-katanya berdampak untuk orang lain," kata Buelow.

Keterampilan memilih kata-kata dengan bijak sama bermanfaatnya secara online. Introver lebih efektif di media sosial karena mereka tidak terlalu rentan terhadap reaksi spontan dibandingkan ekstrover.

"Beberapa orang tanpa ragu melontarkan kata-kata atau memposting segala hal secara acak, tetapi introver tidak demikian," lanjutnya.

 

 

3. Mereka jeli

Selain punya kemampuan mendengarkan yang baik, introver memiliki apa yang dianggap Buelow sebagai "Kekuatan Super". Mereka sangat jeli dan memperhatikan hal-hal yang mungkin tidak diperhatikan oleh orang lain.

"Introver memperhatikan hal-hal yang mungkin tidak diperhatikan orang lain. Meskipun terlihat seperti mereka hanya duduk diam selama rapat, introver sebenarnya menyerap informasi yang disajikan dan berpikir kritis," ujar Buelow.

Mereka senang mengamati orang lain, bahkan lewat bahasa tubuh dan ekspresi wajahnya. Inilah yang membuat seorang introvert lebih baik dalam komunikasi antarpribadi.

4. Mereka menjalin pertemanan yang berkualitas

Jika ekstrover mendapatkan energi dari kebersamaan orang lain, sebaliknya introver justru merasa energinya mudah terkuras bila berada di sekitar orang lain.

Karena itulah, mereka cenderung memilih teman dengan bijak. Mereka lebih suka memilih teman yang berkualitas daripada sekedar kuantitas. Introver lebih suka menghabiskan waktu dengan teman-teman yang ia percayai.

“Introver sangat pilih-pilih tentang siapa yang kita bawa ke dalam hidup mereka. Jika Anda benar-benar masuk ke lingkaran pertemanannya, artinya Anda sangat berarti untuk mereka, " jelas Buelow. Kualitas inilah akhirnya yang menyebabkan introver menjadi teman yang setia, perhatian dan berkomitmen.

5. Mereka romantis dan penuh kasih

Introver mendambakan ruang pribadi untuk berefleksi dan mengisi energi mereka. Karena itu, mereka juga dapat merasakan apabila pasangannya membutuhkan ruang.

“Karena introver memiliki kebutuhan akan privasinya sendiri, introver akan memberikannya kepada orang lain juga,” kata Buelow.

Namun, di penghujung hari yang melelahkan, mereka akan senantiasa mendengarkan dan mendukung pasangannya tanpa merasa harus berbicara tentang diri mereka sendiri.

6. Mereka adalah pemimpin yang perhatian

Seorang pemimpin introver tak merasa perlu menjadi sorotan dan menerima semua pujian untuk kesuksesan timnya. Sebaliknya, mereka justru membanggakan dan menghargai kerja keras tim mereka.

"Dan karyawan yang merasa diakui tersebut cenderung lebih termotivasi," kata Helgoe.

Selain itu, karena introver memproses informasi dengan penuh hati-hati daripada rekan mereka yang ekstrover membuat mereka lebih bijaksana dalam mengambil keputusan. Ia akan selalu mendengarkan kritik dan saran dari bawahannya untuk mewujudkan anggota tim yang lebih efisien dan lebih bahagia di tempat kerja.

 

*Penulis: Hilda Irach

#Elevate Women

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading