Sering Migrain saat Bangun Tidur di Pagi Hari? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Fimela Editor06 Apr 2021, 18:30 WIB
Diperbarui 06 Apr 2021, 18:30 WIB
Sering Migrain saat Bangun Tidur di Pagi Hari? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Fimela.com, Jakarta Pernahkah kamu mengalami migrain saat bangun tidur di pagi hari? Meski sudah tidur cukup, bukannya menjadi segar justru merasa nyeri kepala akut atau berdenyut-denyut di sebelah sisi.

Bukan hanya itu saja, biasanya migrain juga melibatkan gejala lain seperti mual, muntah, kepekaan terhadap cahaya, kebisingan, nyeri leher, hingga kelelahan pada sekujur tubuh yang membuatmu sulit untuk bangun dan memulai hari.

Tetapi ternyata, menurut sebuah studi tahun 2005 yang diterbitkan di Headache menemukan bahwa bangun tidur di pagi hari dengan gejala migrain merupakan suatu hal yang normal dan umum terjadi. CDC melaporkan umumnya perempuan dua kali lebih berisiko mengalami migrain dibandingkan pria.

"Umumnya migrain sering menyerang pada dini hari. Alasannya rumit dan tidak dipahami dengan baik, tetapi diyakini bahwa itulah cara otak melewati siklus tidur dan bangun di pagi hari," kata Stephanie Nahas, seorang dokter di Jefferson Headache Center di Philadelphia mengenai migrain, dilansir Allure.

 

 

Penyebab migrain saat bangun tidur di pagi hari

Sering Migrain saat Bangun Tidur di Pagi Hari? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya
Penasaran kenapa kamu sering migrain saat bangun tidur di pagi hari? Simak di sini penjelasannya. Credit: freepik.com

Dalam sebuah studi tahun 2019, menemukan bahwa jadwal tidur yang tidak konsisten, terlalu banyak atau kurang tidur, dan kondisi kesehatan terkait masalah tidur seperti sleep apnea disebut-sebut menjadi alasan utama mengapa kamu sering migrain saat bangun tidur.

Namun, Jan Lewis Brandes, anggota dewan National Headache Foundation dan asisten profesor neurologi di Nashville juga mengatakan insomnia, mendengkur, sindrom kaki gelisah, sering minum alkohol di malam hari, dan berpuasa selama berjam-jam dapat membuatmu mengalami migrain di pagi hari.

Dia menambahkan, terlalu banyak minum kafein di siang hari dan dehidrasi juga menjadi penyebab seseorang mengalami migrain.

"Tubuhmu mungkin mengalami dehidrasi atau gula darahmu turun selama tidur, yang dapat memicu migrain saat bangun," kata Brandes.

Selain itu, para peneliti menemukan kaitan yang kuat antara kondisi kesehatan mental dengan migrain. Dalam sebuah studi terhadap 2.907 orang menunjukkan bahwa 63,8 persen peserta yang didiagnosis migrain mengalami depresi, dan 60,4 persen mengalami kecemasan.

Ini disebabkan, seseorang yang mengalami masalah kesehatan mental cenderung sulit untuk mendapat tidur yang berkualitas, sehingga mereka sering mengalami migrain di pagi hari.

Cara mengatasi migrain yang terjadi di pagi hari

Sering Migrain saat Bangun Tidur di Pagi Hari? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya
Penasaran kenapa kamu sering migrain saat bangun tidur di pagi hari? Simak di sini penjelasannya. Credit: pexels.com/pixabay

1. Minum obat sesegera mungkin

Untuk mengobatinya, Brandes menyarankan untuk minum obat migrain sesegera mungkin untuk mengatasi rasa sakitmu. Migrain dapat memperlambat kemampuan tubuhmu untuk memetabolisme obat, itulah mengapa kamu disarankan untuk segera mengobatinya setelah muncul.

“Mengobati serangan migrain pagi hari mungkin memerlukan obat yang dapat masuk ke sistem tubuhmu dengan cepat, seperti obat tablet yang cepat larut atau semprotan hidung,” kata Nahas.

2. Minum air dan sarapan yang mengandung protein

Jika kamu tak ingin langsung menyentuh obat-obatan, Brandes merekomendasikan minum air sebelum sarapan. Kamu bisa mengonsumsi makanan yang mengandung protein seperti telur di pagi hari.

Kamu juga bisa minum kopi di pagi hari, namun dengan catatan kafein bukan menjadi pemicu migrain. Kamu bisa minum enam hingga delapan ons kopi berkafein di pagi hari.

“Kafein bisa membantu mengatasi migrain, namun harus digunakan dalam jumlah yang terbatas. Jika kafein adalah pemicu migrain, maka selalu hindari penggunaan kafein secara berlebihan," katanya.

3. Menghindari rangsangan sensorik

Menghindari cahaya terang atau rangsangan sensorik yang kuat dapat membantu mengurangi gejala migrain di kepalamu. Jika gejalamu parah, luangkanlah waktu untuk istirahat 15 hingga 30 menit.

Akan tetapi, jika migrain tersebut terjadi secara berulang, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

"Jika kamu mengalami sakit kepala berulang saat bangun yang mengganggu aktivitas rutin dan tidak merespons pengobatan mandiri, inilah saatnya untuk menemui dokter," kata Brandes.

“Seringkali, kuncinya adalah pencegahan."

 

*Penulis: Hilda Irach

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓