5 Hal yang Perlu Diingat saat Merasa Telah Menjadi Perempuan Gagal

Endah Wijayanti19 Mar 2021, 07:52 WIB
Diperbarui 19 Mar 2021, 07:52 WIB
menjalani hidup

Fimela.com, Jakarta Tidak semua rencana yang kita buat bisa berjalan sesuai dengan harapan. Ada kenyataan yang kadang sangat jauh dari perkiraan. Bahkan beberapa ekspektasi kita tak pernah terwujud sesuai dengan keinginan.

Saat kita merasa begitu tertekan atau mendapat banyak tekanan, kadang kita merasa menjadi perempuan yang gagal. Belum menikah pada "standar" usia tertentu, kita merasa menjadi perempuan gagal. Belum mencapai titik karier sesuai dengan target yang dibuat, kita merasa sudah gagal. Belum bisa memenuhi harapan orangtua dan orang-orang terdekat kita, kita merasa seperti sudah tidak lagi memiliki harapan hidup yang lebih baik. Saat kita merasa menjadi perempuan gagal, cobalah untuk mengingat kembali hal-hal penting ini.

1. Starting Point Tiap Orang Berbeda-beda

Kadang kita merasa menjadi perempuan gagal karena berlebihan membandingkan kehidupan sendiri dengan kehidupan orang lain. Padahal titik awal perjuangan tiap orang berbeda-beda. Titik awal perjalanan masing-masing individu tidak sama. Bisa jadi seseorang yang kamu pandang beruntung itu sebenarnya sudah menghabiskan waktu bertahun-tahun jatuh bangun bangkit dari kegagalan dan terus mencoba hingga akhirnya bisa menjadi sosok yang berhasil. Jadi, tak perlu terlalu berkecil hati saat kita merasa gagal mencapai sesuatu.

2. Kegagalan adalah Bagian dari Hidup

Not every failure is within our full control, but there are often pieces we can be accountable to, learn from, and show up better for in the future. (lifehack.org)

Kegagalan kadang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup kita. Saat kita gagal mencapai sesuatu, bukan berarti dunia akan berakhir begitu saja. Bukan berarti kita terjebak dalam satu jalan buntu. Bisa jadi memang ada hikmah dan pelajaran penting yang harus kita petik dan pahami dari kegagalan itu supaya bisa menjadi perempuan yang lebih kuat ke depannya.

 

3. Tak Apa-Apa untuk Mengambil Jeda dan Beristirahat Sejenak

perempuan sulung
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/leszekglasner

Ketika segalanya terasa begitu menyesakkan, rasanya kita ingin menyerah saja. Perasaan kalut dan seakan kehilangan harapan kadang membuat kita merasa sudah gagal dalam segala hal. Tapi bisa jadi pada titik ini yang kita butuhkan sebenarnya adalah mengambil jeda untuk istirahat. Mungkin selama ini kita sudah bekerja terlalu keras dan mendorong diri terlalu keras sampai lupa untuk sedikit merilekskan tubuh dan pikiran. Coba istirahat sejenak karena dirimu pun berharga.

4. Ada Jalan Baru yang Perlu Dibuka

When you fail, oftentimes you’ll realize the present path you’re on is not the right one. And that’s okay. (lifehack.org)

Saat kita merasa gagal pada satu hal,  bisa jadi itu pertanda kita perlu membuka pintu atau jalan baru pada hal lain. Tak bisa kita hanya terpaku pada hal-hal negatif yang ada. Saatnya untuk bisa memperbaiki sudut pandang dan mulai melangkah perlahan menemukan jalan baru. Siapa tahu justru ini adalah titik awal untuk hidup yang lebih baik.

5. Setiap Orang Punya Masalah dan Perjuangannya Sendiri

Kita bukanlah pusat dunia. Kita bukan pusat alam semesta. Saat ada hal-hal yang terjadi di luar keinginan atau kendali diri kita, tak perlu terlalu menyalahkan keadaan. Bersedih secukupnya. Menguraikan air mata secukupnya sampai lega. Setelah itu, rangkai kembali harapan baru dalam hidup. Tiap orang akan diuji sesuai dengan kemampuannya.

Bagi yang saat ini merasa jadi perempuan gagal, tak perlu tenggelam dalam kesedihan terlalu lama. Yuk, kita bangun lagi langkah kita yang lebih tangguh dan kuat dari sebelumnya. 

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓