Jangan Lakukan 7 Hal Ini sebelum dan setelah Kamu Mendapatkan Vaksin COVID-19

Annissa Wulan13 Apr 2021, 17:30 WIB
Diperbarui 13 Apr 2021, 17:30 WIB
Jangan Lakukan 7 Hal Ini sebelum dan setelah Kamu Mendapatkan Vaksin COVID-19

Fimela.com, Jakarta Sudahkah kamu mendapatkan vaksin COVID-19? Pertanyaan paling umum adalah apakah dengan mendapatkan vaksin COVID-19 akan mengurangi risiko penularan atau bagaimana rutinitas harian perlu disesuaikan, benar?

Pertama, konsultasikan dengan dokter pribadimu jika kamu memiliki masalah kesehatan tertentu. Namun, berikut ini adalah anjuran umum tentang apa yang sebaiknya tidak kamu lakukan setelah mendapatkan vaksin COVID-19, dilansir dari huffpost.com.

1. Jangan minum obat yang dijual bebas sebelum disuntik

CDC mengatakan kamu tidak boleh mengonsumsi obat-obatan yang dijual bebas, seperti ibuprofen, asetaminofen, dan aspirin sebelum vaksin COVID-19 dengan tujuan mencoba mencegah efek samping. Pra pengobatan adalah masalah kecil tapi terbatas.

Jika seseorang kebetulan meminum salah satu obat di atas sebelumnya, jangan panik. Mereka akan baik-baik saja, hanya tidak direkomendasikan.

Obat yang dijual bebas, seperti ibuprofen adalah untuk antiperadangan yang dapat menumpulkan respon tubuh terhadap vaksin COVID-19. Sedangkan setelah suntikan, obat-obatan ini dapat digunakan untuk mengurangi efek samping yang mungkin kamu rasakan, seperti nyeri dan ketidaknyamanan.

2. Jangan tato atau tindik setelah disuntik

Kulit adalah penghalang pertama melawan patogen dan dirancang untuk memicu respon imun. Modifikasi tubuh, seperti tato dan tindik dapat merangsang respon imun yang mungkin tidak ingin kamu alami dalam kombinasi dengan respon imun dari vaksin COVID-19. Jika kamu berencana tato atau tindik, rencanakan 2 minggu sebelum atau sesudah suntik.

 

 

3. Jangan melakukan vaksin lain pada waktu hampir bersamaan

Teori Konspirasi Seputar Pandemi Covid-19
Ilustrasi Konspirasi Penemuan Vaksin Covid-19 Credit: pexels.com/Polina

CDC tidak merekomendasikan untuk mendapatkan vaksin berbeda, seperti vaksin flu di waktu yang hampir bersamaan dengan vaksin COVID-19. Rangkaian vaksin harus diberikan sendiri-sendiri dengan internal minimal 14 hari sebelum atau setelah pemberian vaksin lainnya. Prioritaskan vaksin COVID-19 terlebih dahulu, kecuali jika vaksin lain dalam keadaan darurat.

4. Jangan berhenti mengonsumsi steroid yang diperlukan, namun pertimbangkan untuk memberi jarak waktu

Jika kamu mengonsumsi obat steroid karena kondisi kronis, jangan tiba-tiba mengganti obat sebagai antisipasi menerima vaksin COVID-19. Selalu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter yang menanganimu.

Mengapa dua minggu? Dua minggu adalah saat respon awal terhadap vaksin akan mencapai ambang batasnya, sehingga jika kamu mendapatkan sesuatu yang lain, seperti suntikan steroid atau vaksin lain atau apapun itu, tidak akan saling mengganggu.

5. Jangan memaksakan diri berolahraga

Olahraga sebenarnya adalah penyeimbang baik dari sistem kekebalan tubuh. Namun jika kamu merasa tidak enak badan, jangan dipaksakan, dengarkan tubuhmu.

6. Jangan lupa minum, terutama jika kamu mengalami gejala mirip flu

Ilustrasi vaksin
Ilustrasi vaksin. Sumber foto: unsplash.com/Steven Cornfield.

Hidrasi penting untuk fungsi sistem kekebalan tubuh, membantu tubuh mengembangkan respon yang lebih baik terhadap vaksin COVID-19. Jika kamu mengalami demam ringan setelah vaksin, kemungkinan besar kamu akan berkeringat dan kehilangan volume air dalam tubuh.

7. Jangan melakukan filler dalam waktu hampir bersamaan

CDC mencatat bahwa orang yang memiliki dermal filler mungkin mengalami pembengkakan di atau dekat tempat injeksi filler menyusul dosis Pfizer atau Moderna, vaksin berdasarkan mRNA. Bukan berarti kamu tidak bisa mendapatkan vaksin COVID-19, hanya disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓