Mengenal Kista, Penyebab, Jenis, dan Cara Mengatasinya

Annissa Wulan08 Apr 2021, 17:00 WIB
Diperbarui 08 Apr 2021, 17:00 WIB
Ilustrasi kista

Fimela.com, Jakarta Kista adalah kantung dari jaringan membran yang berisi cairan, udara, dan zat lain. Kista dapat tumbuh hampir di mana saa, di area tubuhnya atau di bawah kulit.

Ada banyak jenis kista, namun kebanyakan kista bersifat jinak atau non-kanker. Apakah kista membutuhkan perawatan tergantung pada sejumlah faktor, termasuk jenis, lokasi, rasa sakit yang muncul, dan infeksi.

Dilansir dari healthline.com, ada beberapa jenis kista yang paling umum. Mari mengenalinya satu per satu.

1. Kista payudara

Sebagian besar benjolan payudara bersifat non-kanker, namun ada banyak kemungkinan penyebab munculnya benjolan tersebut. Penting untuk mengetahui bagaimana payudaramu biasanya, sehingga kamu menyadari jika terjadi perubahan.

Para ahli merekomendasikan agar perempuan menyadari seperti apa payudara mereka biasanya terlihat dan terasa, lalu laporkan setiap perubahan kepada dokter. Kista di area payudara akan terasa sangat berbeda dari area lainnya, karena benjolan bisa berubah atau tumbuh lebih besar. Terutama jika kamu melihat cairan darah yang keluar dari puting susu atau kamu melihat puting susu yang masuk ke dalam, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

 

 

2. Kista ovarium

Ilustrasi kista
Ilustrasi kista. Sumber foto: Shutterstock.

Kista ovarium adalah kantung berisi cairan yang berkembang di salah satu atau kedua ovarium. Kista ini dapat berkembang sebagai bagian normal dari siklus reproduksi perempuan atau bersifat patologis.

Kista ini juga mungkin asimtomatik atau nyeri. Gejalanya berupa perut kembung atau bengkak, nyeri saat buang air besar, nyeri panggul sebelum atau selama siklus menstruasi, nyeri saat berhubungan seksual, nyeri di punggung bawah atau paha, nyeri payudara, mual, dan muntah. Gejala yang parah seperti nyeri panggul yang tiba-tiba dan demam tinggi, pingsan atau pusing bisa menjadi tanda kista pecah atau torsi ovarium.

3. Chalazia

Chalazia adalah benjolan kecil yang biasanya tidak nyeri atau bengkak di kelopak mata atas atau bawah. Ini disebabkan oleh meibomian atau kelenjar minyak yang tersumbat. Kemerahan, bengkak, dan nyeri akan terjadi jika ada infeksi.

4. Jerawat kistik

Ilustrasi kista
Ilustrasi kista. Sumber foto: Shutterstock.

Ini adalah jenis jerawat yang paling parah dan timbul ketika kista terbentuk jauh di bawah kulit. Kista ini terjadi akibat kombinasi perubahan hormon, bakteri, minyak, dan sel kulit kering yang terperangkap di pori-pori. Jerawat kistik bisa muncul di wajah, dada, leher, punggung, dan lengan. Kista dan nodul yang besar, merah, nyeri, berisi nanah dapat terbentuk, pecah, dan meninggalkan bekas luka.

5. Kista rambut yang tumbuh ke dalam

Kista ini berawal dari rambut yang tumbuh ke bawah atau ke samping bukannya keluar, menjadi tumbuh ke dalam. Kista ini biasa terjadi pada orang yang mencukur, wax, atau menggunakan metode lain untuk menghilangkan rambut mereka.

Kista rambut yang tumbuh ke dalam dapat terinfeksi, muncul sebagai benjolan seperti jerawat di bawah kulit yang mungkin berwarna merah, putih, atau kuning dengan atau tanpa pusat rambut yang terlihat. Kista bisa menjadi merah, hangat, dan lembut saat disentuh jika terinfeksi.

Beberapa kista tumbuh jauh di dalam tubuh di mana kamu tidak dapat merasakannya. Namun, gejalanya dapat menyebabkan atau terkait dengan gejala lain.

Kista biasanya tumbuh lambat dan memiliki permukaan yang halus, mereka bisa sangat kecil atau sangat besar, serta kebanyakan tidak terasa nyeri. Apakah ada dari Sahabat FIMELA yang pernah mengalami salah satu dari jenis kista di atas?

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓