Tips Mengatasi Kekenyangan setelah Berbuka Puasa yang Perlu Dicoba

Imelda Rahma15 Apr 2021, 07:15 WIB
Diperbarui 15 Apr 2021, 08:11 WIB
Berbuka Puasa

Saat buka puasa, banyak sekali yang menjadi kalap makan seolah ingin balas dendam. Niat hati ingin makan berat setelah salat Magrib, tetapi nafsu makan sudah tidak bisa dibendung. Hingga membuat perut terasa begah karena kekenyangan.

Pasalnya, setelah menahan haus dan lapar selama 14 jam, lambung memang tidak bisa dipaksa langsung makan banyak. Lambung akan lebih lambat bekerja hingga membuat perut merasa kenyang lebih cepat. Makan dengan perlahan akan sedikit membantu lambung mengatasi permasalahan ini.

Jika perut terasa begah dan tidak nyaman akan membuat momen buka puasa justru tidak bisa dinikmati. Oleh karena itu, perhatikan tips atasi kekenyangan setelah buka puasa, agar tetap bisa menikmati momen buka puasa tanpa halangan.

Untuk itu, Fimela.com kali ini akan mengulas tips mengatasi kekenyangan setelah berbuka puasa yang perlu diocba. Dilansir dari Liputan6.com, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Mengonsumsi Air Putih

Mengonsumsi Air Putih
Ilustrasi Mengonsumsi Air Putih Credit: pexels.com/pixie

Makan terlalu banyak saat buka puasa akan membuat perut kekenyangan lebih cepat. Lebih baik untuk berhenti makan dan menghindari minuman bersoda atau minuman berperisa. Saat mengalami perut kekenyangan, sangat dianjurkan untuk minum air putih yang cukup.

Air putih ini akan membantu menyerap makanan lebih cepat, hingga meredakan kekenyangan. Air putih  akan mendorong makanan dan membantu buang air besar menjadi lebih cepat. Begitu juga air putih akan membantu mengurangi gejala perut yang begah dan kembung.

Menggerakkan Badan

Menggerakkan Badan
Ilustrasi Menggerakkan Badan Credit: pexels.com/Filla

Perut akan terasa begah setelah makan dan minum dengan terburu-buru saat buka puasa. Begitu juga akan merasa kekenyangan hingga membuat tubuh sulit dan malas bergerak. Namun, hal ini justru akan membuat makanan menumpuk begitu saja dan akan berdampak buruk bagi kesehatan. Cobalah untuk mengatasinya dengan bergerak atau berjalan santai perlahan.

Bergerak ringan seperti berjalan santai perlahan akan membantu makanan melewati usus lebih cepat dan meringankan rasa mulas saat begah. Berjalan juga akan membantu mengurangi kadar gula darah dan trigliserida, yang umum terjadi setelah makan banyak seperti saat buka puasa.

Berhenti Mengonsumsi Makanan

Berhenti Mengonsumsi Makanan
Ilustrasi Mengonsumsi Makanan Credit: pexels.com/Xui

Saat sudah merasa kenyang setelah buka puasa, lebih baik hentikan makan dan tunggu beberapa saat untuk melanjutkan. Jangan makan terburu-buru karena akan membuat perut bekerja ekstra dan menderita. Atau bisa juga untuk mengakalinya dengan tidak langsung makan-makanan berat, yang mengandung karbohidrat seperti nasi, kentang, atau mie. Lebih baik untuk memulai santap buka puasa dengan makanan rendah lemak, seperti semangkuk sup dan secangkir teh hangat.

Tidak Tidur dan Menghindari Berbaring

Tidak Tidur dan Menghindari Berbaring
Ilustrasi Berbaring Credit: pexels.com/Cindy

Kekenyangan setelah buka puasa seringkali akan membuat sebagian orang mengantuk. Tetapi perlu diketahui bahwa tidur bukan cara yang tepat untuk mengatasi kekenyangan. Tidur setelah makan hanya akan memperlambat penyerapan makanan di perut.

Apalagi bagi penyidap asma, lebih baik hindari berbaring setelah makan karena akan memicu timbulnya penyakit asam lambung atau gangguan pernapasan. Tunggu kira-kira tiga jam setelah makan untuk tidur atau berbaring.

Mengonsumsi Obat Pencernaan

Mengonsumsi Obat Pencernaan
Ilustrasi Obat Pencernaan Credit: pexels.com/Dave

Minum obat pencernaan mungkin akan sedikit membantu, jika kondisi perut kekenyangan sangat mengganggu. Bisa dengan mengonsumsi obat seperti antasida, bismuth subsalicylate, dan simetikon. Obat tersebut berfungsi untuk melancarkan pencernaan dan sakit perut, serta membantu bersendawa lebih cepat.

Jika merasa kekenyangan hingga membuat dada terasa sesak dan sakit, serta perut seperti ditusuk-tusuk, maka sebaiknya meminum obat antasida. Obat ini biasa dikonsumsi untuk mengobati maag, tetapi juga sama efektifnya untuk meredakan perut begah dan kembung. Selain itu, obat antasida juga bisa membantu menetralkan asam lambung yang naik dan menyebabkan nyeri dada.

Lanjutkan Membaca ↓