6 Kebahagiaan yang Didapatkan saat Mengakhiri Puasa di Bulan Ramadan

Gayuh Tri Pinjungwati19 Apr 2021, 16:15 WIB
Diperbarui 19 Apr 2021, 16:15 WIB
single berhijab

Fimela.com, Jakarta Salah satu cara untuk menjadi siap atau mempersiapkan suatu usaha adalah dengan memperhatikan tujuan akhirnya. Tujuan akhirnya mengingatkan kita pada gambaran yang lebih besar. Ini memungkinkan kita untuk fokus pada tujuan itu sendiri dan tidak membiarkan tantangan proses.

Tujuan harian atau tujuan kecil adalah menemukan kebahagiaan di akhir puasa. Tujuan utamanya adalah menemukan kebahagiaan di akhir misi kehidupan, ketika seseorang bertemu dengan Allah. Persiapan Ramadan tidak mengharuskan seseorang menghabiskan waktu berjam-jam di gym atau melakukan diet. Persiapan lebih terkait dengan jiwa dan hati daripada tubuh fisik. Ingatlah bahwa kebahagiaan harus terjadi di penghujung hari mendorong seseorang untuk berpuasa dengan cara tertentu. Ada banyak alasan untuk kebahagiaan di akhir hari puasa, berikut ini beberapa di antaranya.

Penyelesaian

Perasaan bahagia alami muncul saat seseorang menyelesaikan suatu tugas. Seseorang pada saat berbuka puasa berbahagia karena Allah mengijinkannya untuk menyelesaikan ibadahnya.

Mendapatkan Pahala

Puasa adalah ibadah yang disertai dengan pahala yang tidak terbatas. Ini saja sudah merupakan penyebab besar kebahagiaan bagi orang yang berpuasa. Allah menjelaskan status pahala dalam sebuah hadits qudsi:

"Setiap perbuatan anak Adam adalah untuknya kecuali berpuasa. Sesungguhnya ini untuk Aku dan Aku akan memberikan pahala karenanya" (Al-Bukhari)

Bahagia Karena Kesehatan

Secara alami, kesehatan seseorang berkontribusi pada kebahagiaan mereka. Puasa sehari meningkatkan kekuatan hati dan jiwa. Selain itu, ada banyak manfaat kesehatan bagi tubuh dari puasa seperti yang dibuktikan dalam banyak penelitian. Peningkatan gabungan kesehatan yang baik untuk tubuh, hati, dan jiwa menambah kebahagiaan orang tersebut.

Bahagia Karena Keinginan yang Dikabulkan

single berhijab
Ilustrasi/copyrightshutterstock/Heru Anggara

Saat berbuka puasa, ada saat dimana doanya terkabul. Ini adalah kesempatan untuk meminta apa pun yang menyenangkan seseorang di dunia ini dan di akhirat.

Kebahagiaan untuk Kebebasan

Saat matahari terbenam dan malam dimulai, seseorang senang dengan kesempatan untuk dibebaskan dari api neraka. Ini bisa menjadi malam saat seseorang dibebaskan. Setiap malam bulan Ramadan kebebasan diberikan.

Pola Pikir Orang yang Berpuasa

Seseorang yang menyimpan kebahagiaan sebagai tujuannya akan menyadari apa yang menuntunnya. Orang ini pada saat puasa akan memiliki pandangan yang berbeda terhadap puasa dibandingkan dengan orang yang mengabaikan kebahagiaan dalam berpuasa. Orang yang sadar di siang hari tidak akan mengeluh tentang lamanya puasa karena mereka menantikan kebahagiaan penyelesaian.

Orang yang berpuasa tidak akan merasa kehilangan makanan, minuman, atau hubungan perkawinan karena kebahagiaan dari pahala yang tidak terbatas menghilangkan pikiran tentang kekurangan. Tidak peduli apa tantangan yang dihadapi orang yang berpuasa di siang hari, dia berharap untuk menghilangkan hambatan yang dia hadapi dengan membuat permohonan di akhir puasa.

Salah satu cara terbaik untuk mempersiapkan Ramadan adalah dengan fokus pada kebahagiaan yang ditimbulkan oleh puasa. Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan ya, Sahabat Fimela!

Cek Video di Bawah Ini

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓