4 Tips Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan di Tengah Pandemi COVID-19

Gayuh Tri Pinjungwati17 Apr 2021, 18:15 WIB
Diperbarui 17 Apr 2021, 18:15 WIB
single berhijab

Fimela.com, Jakarta Puasa, yang dilaksanakan dari fajar hingga senja selama bulan Ramadan, adalah salah satu dari lima rukun Islam. Dalam masyarakat Muslim, bulan ini selalu menjadi waktu untuk merayakan ikatan kekeluargaan dan orang yang dicintai. Selama 30 hari, umat Islam berkumpul saaat buka puasa, buka puasa dilakukan saat matahari terbenam, untuk rasa persahabatan yang selalu memikat. Praktik ini begitu tersebar luas dan didukung dengan baik oleh Islam.

Hal itu menimbulkan pertanyaan, bagaimana umat Islam dapat merayakan Ramadan di tengah pandemi COVID-19 seperti ini? Nah, bagi para pegawai kantoran yang biasanya tidak atau tidak bisa menemukan waktu luang untuk orang-orang tersayang karena beban kerja berat atau pekerjaan sehari-hari serta kesimbukan kehidupan di kota besar, Ramadan kali ini mungkin bisa menjadi kesempatan yang tak terduga. Berikut ini adalah tips menjalankan ibadah puasa yang menyenangkan di tengah pandemi COVID-19.

Merangkul Realitas

Mengeluh sepanjang hari tentang kenyataan pahit pandemi korona tidak akan membantu siapa pun. Seseorang dapat menghabiskan waktu mereka merenungkan bagaimana jika, seperti jika hanya orang yang mempraktikkan karantina sendiri, tindakan jarak sosial, dan aturan kebersihan. Seseorang dapat terus mengkhawatirkan banyak orang yang telah terinfeksi dan meninggal di seluruh dunia. Tapi apa bantuan dari semua keluhan ini? Mengeluh mungkin sifat manusia, tetapi realisme adalah jalan yang harus ditempuh. Virus ini masih ada di depan kita dan kita hanya harus terus tetap di rumah dan mematuhi protokol kesehatan.

Berhentilah mengeluh dan bertindak, sebagai permulaan, seseorang dapat sepenuhnya menerima periode yang akan datang sebagaimana adanya dan menghargai suasana tidak biasa yang akan ditawarkannya.

Digitalisasi Tradisi

Kita adalah beberapa orang paling beruntung yang pernah ada. Mengapa? Karena kita bisa memesan makanan secara online, berbelanja secara online dan bahkan bisa eksis secara online dengan semua profil media sosial yang kita miliki.

Keajaiban teknologi membuat apa yang tidak mungkin 30 tahun lalu menjadi kejadian biasa. Skype, Discord, WhatsApp, Zoom dan Facebook Messenger semuanya akan melakukan triknya, dan dirimu akan melakukan panggilan video dengan anggota keluarga dan teman dalam waktu singkat.

Beribadah Secara Digital

single berhijab
Ilustrasi/copyrightshutterstock/Odua Images

Ramadan tidak hanya tentang puasa dan buka puasa, tetapi juga merupakan waktu untuk bertobat, bertobat kembali dengan pencipta dan merenungkan perbuatan seseorang. Pada siang hari di bulan Ramadan, umat Islam berduyun-duyun ke masjid untuk muqabala. Saat kita mengalami pandemi berbahaya, praktik ini tidak akan menjadi ide yang baik tahun ini.

Manfaat Hidup Bersama

Meskipun shalat tarawih hanya untuk orang yang tinggal sendiri, keluarga atau teman serumah yang tinggal di bawah satu atap dapat melakukan sholat bersama, seperti di masjid. Hanya dua orang yang cukup untuk tarawih dalam bentuk shalat jama'ah. Jadi, jika seorang Muslim memiliki teman serumah atau pasangan, mereka dapat melakukan tarawih berjamaah di rumah dan merasakan semangat persatuan selama bulan Ramadan.

Saat pandemi COVID-19 berlanjut, tindakan pencegahan akan terus menjadi wajib untuk sementara waktu lebih lama. Ramadan ini memang akan menjadi kesempatan utama untuk merefleksikan diri

Cek Video di Bawah Ini

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓