Waspadai Parosmia Setelah Terinfeksi COVID-19, Indra Penciuman Menjadi Sangat Kacau

Vinsensia Dianawanti20 Apr 2021, 09:30 WIB
Diperbarui 20 Apr 2021, 09:30 WIB
New Normal

Fimela.com, Jakarta Kehilangan indra penciuman sementara atau anosmia akibat terinfeksi COVID-19 telah mendapat banyak perhatian karena para ahli telah mempelajari bagaimana virus tersebut berdampak pada tubuh kita. Kehilangan penciuman atau rasa menjadi gejala resmi awal terinfeksi COVID-19.

Kini, muncul gejala yang mirip namun aneh yang dihadapi oleh orang yang terinfeksi COVID-19. Yakni disebut parosmia atau sebuah kondisi di mana indra penciuman yang menyimpang.

Mengutip dari prevention.com, hingga kini belum dapat dipastikan berapa banyak orang mengalami gejala parosmia. Namun baru-baru ini penelitian menyebut bahwa setengah dari orang yang mengalami anosmia atau kehilangan indra penciuman akibat COVID-19 juga mengalami parosmia.

Alasan terjadinya parosmia pada penderita COVID-19 belum dapat dipastikan. Namun dalam teori yang berlaku saat saraf penciuman dirusak oleh virus, hubungan antara hidung dan otak menjadi terputus. Menurut dr. Holbrook, ketika saraf mulai tumbuh kembali, ada kemungkinan pertumbuhannya menuju tempat yang berbeda di otak dari yang sebelumnya. Sehingga menghasilkan penciuman yang terdistorsi.

 

Terapi rutin

COVID-19
Ilustrasi pandemi Corona | unsplash.com/@adamsky1973

Parosmia biasanya diobati dengan sesuatu yang dikenal sebagai pelatihan penciuman atau aroma. Melibatkan menghirup aroma tertentu dan memikirkan seperti apa aroma itu seharusnya.

Penelitian menyebut bahwa ini bisa menjadi pilihan pengobatan yang efektif. Dalam sebuah penelitian lain, orang yang melakukan pelatihan aroma selama enam bulan menunjukkan peningkatan yang relevan secara klinis. Dalam kemampuan mencium mereka sudah dikatakan akurat pada akhir percobaan.

 

Menyebalkan tapi pertanda baik

"Setiap kali ada distorsi dalam indra penciuman dan terus berlanjut, Anda harus memeriksakan diri ke dokter," kata dr. Holbrook.

Lebih lanjut dr. Holbrook menyebut bahwa parosmia memang menyebalkan namun ada alasannya. Dengan terjadinya parosmia, ini membuktikan bahwa saraf sedang beregenerasi.

"Ini adalah satu langkah untuk memulihkan indra penciuman Anda," tutup dr. Holbrook.

Simak video berikut ini

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓