Agar Roda Ekonomi Keluarga Terus Berputar, Ini yang Kulakukan selama Ramadan

Endah Wijayanti20 Apr 2021, 12:05 WIB
Diperbarui 20 Apr 2021, 12:05 WIB
ramadan 2021 dan roda ekonomi

Fimela.com, Jakarta Selalu ada cerita, pengalaman, dan kesan tersendiri yang dirasakan tiap kali bulan Ramadan datang. Bahkan ada kisah-kisah yang tak pernah terlupakan karena terjadi pada bulan suci ini. Tiap orang pun punya cara sendiri dalam memaknai bulan Ramadan. Tulisan kiriman Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Berbagi Cerita tentang Indahnya Ramadan di Share Your Stories Bulan April ini pun menghadirkan makna dan pelajaran tersendiri.

***

Oleh: Nur Khoiro Umatin

Pandemi Covid-19 telah menjadi bagian hidup kita hampir tiga tahun belakangan ini. Covid-19 mengubah banyak hal dalam kehidupan sehari-hari. Pembatasan pada beberapa kegiatan pun mengubah banyak hal. Mulai dari tatap muka di sekolah hingga pekerjaan. Kebiasaan pada bulan Ramadan pun banyak berubah. Kegiatan buka bersama pun jarang dilakukan karena upaya memutus rantai penularan Covid-19.

Dampak Covid-19 pun terasa di keluargaku. Pekerjaan suamiku pun terkena imbas Covid-19. Oleh karena tidak ingin keluargaku merasakan dampak terutama di bidang ekonomi, kami harus memutar otak agar perekonomian keluarga berjalan lancar. Ramadan merupakan momen tepat bagi keluarga kami untuk memulai usaha baru. Usaha yang kami pilih adalah membuka toko atau kios perabotan keluarga berbahan plastik.

Usaha ini menjadi tumpuan keluarga untuk menghidupkan perekonomian. Kami berharap lebih pada usaha ini. Oleh karena pada Ramadan banyak warga yang membuka usaha dadakan seperti jual berbagai macam es, bubur, atau makanan ringan lain. Momen inilah yang kami tangkap sebagai peluang usaha. Jika banyak warga yang berjualan makanan dan minuman, kami memilih menjual atau menyediakan wadah atau tempat untuk makanan dan minuman.

Memperbaiki Perekonomian Keluarga

perubahan prioritas dan uang
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/miya227

Modal yang saya dan keluarga miliki tidak begitu banyak. Akan tetapi, niat untuk memperbaiki perekonomian keluarga menjadi pendorong dan motivasiku untuk membuka usaha dengan menangkap peluang yang ada. Di mana ada usaha di situ pasti ada jalan. Kalimat inilah yang saya pegang dan jadikan motivasi.

Sembari menunggu pembeli datang, saya dan suami pun menawarkan barang dagangan melalui media sosial. Inilah usaha yang menurut kami akan mampu memperbaiki perekonomian keluarga. Selain itu, usaha ini saya anggap sangat minim kerumunan sehingga saya dan keluarga turut mendukung upaya pemerintah dalam rangka memutus mata rantai covid-19.

Sembari menunggu toko atau kios kami bisa mengisi waktu untuk memperbanyak amal baik atau ibadah. Saya dan suami mengisi waktu luang dengan membaca Al-Qur’an. Besar harapan kami usaha ini membawa berkah bagi kehidupan keluarga dan kami pun tetap bisa mengisi Ramadan dengan beribadah.

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang bisa memanfaatkan waktu untuk beribadah sehingga kami tidak termasuk orang yang merugi. Pada bulan Ramadan yang penuh berkah ini pula kami memohon lindungilah bangsa dan negara ini serta jauhkanlah dari bencana. Amin.

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓