6 Tip Mengelola THR di Tengah Pandemi Agar Bisa Dimanfaatkan untuk Jaminan Kesehatan

Fimela Editor10 Mei 2021, 18:30 WIB
Diperbarui 10 Mei 2021, 18:30 WIB
Jaminan Kesehatan

Fimela.com, Jakarta Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, lebaran kali ini warga Indonesia dianjurkan tidak mudik untuk mengurangi risiko penyebaran virus Corona. Pada momen inilah waktu yang tepat memanfaatkan uang Tunjangan Hari Raya (THR) dari tempat Anda bekerja untuk membeli asuransi kesehatan. 

Asuransi kesehatan adalah asuransi yang menanggung biaya pengobatan hingga perawatan medis lainnya apabila tertanggung sakit. Hal itu bisa berupa rawat jalan, rawat inap, atau pembedahan.

Berdasarkan data dari Global Medical Trends Survey Reports yang dipublikasikan Willis Tower Watson, mengumumkan bahwa proyeksi kenaikan tren biaya medis di Indonesia akan meningkat 12% (gross) di tahun 2021. 

Hal ini menunjukkan bahwa tanpa jaminan kesehatan, maka Anda akan membayar biaya yang sangat mahal untuk setiap pengobatan dan perawatan medis. Terlebih tidak semua orang beruntung mendapatkan asuransi kesehatan dari tempat kerja dengan manfaat yang baik.

Lantas, apa saja yang harus diperhatikan sebelum memanfaatkan uang THR Anda untuk membeli asuransi kesehatan? Dikutip dalam rilis Lifepal, berikut ini tips mengelola THR yang bisa Anda terapkan.

1. Pertimbangkan asuransi rawat inap

Bila Anda sama sekali belum memiliki asuransi kesehatan dan memiliki bujet yang terbatas untuk membayar premi, pertimbangkanlah asuransi rawat inap. Sementara untuk rawat jalan Anda bisa menggunakan dana darurat atau BPJS Kesehatan.

Sebab, biasanya ada banyak komponen biaya yang muncul ketika seseorang harus menjalani proses rawat inap di rumah sakit. Baik itu biaya akomodasi (kamar), biaya dokter, obat-obatan, laboratorium, dan biaya lain terkait rumah sakit. Selanjutnya, Anda bisa memilih asuransi rawat inap yang sesuai bujet dan kebutuhan. 

2. Ketahui jenis-jenis asuransi

Jaminan Kesehatan
Simak kiatnya agar THR bisa dipakai secara lebih bermanfaat untuk kesehatan. (Foto: Unsplash)

Sebelum memutuskan memiliki proteksi kesehatan, sebaiknya Anda harus mencari tahu dulu jenis-jenis asuransi kesehatan apa yang Anda punya. Berikut ini jenis-jenis asuransi yang perlu Anda ketahui.

• Hospital benefit versus cash plan

Sama seperti BPJS, hospital benefit memberikan pertanggungan menyesuaikan biaya medis yang dikeluarkan. Jenis asuransi ini biasanya digunakan sebagai asuransi kesehatan utama. 

Sedangkan, cash plan memberi santunan tunai harian berdasarkan berapa lama Anda berada di rumah sakit. Cash plan menjadi pelengkap asuransi kesehatan utama atau BPJS.

 • Asuransi murni versus unit link

 Jenis asuransi murni memiliki jaminan kesehataan yang hanya fokus sebagai perlindungan. Sementara asuransi unit link memiliki jaminan kesehatan yang di dalamnya terdapat nilai investasi.

 Namun, asuransi murni lebih direkomendasikan karena fokusnya kepada kesehatan dan preminya yang lebih terjangkau.

 • Rawat inap versus rawat jalan 

Jika Anda memiliki bujet yang terbatas, asuransi rawat inap menjadi pilihan terbaik. Namun, jika Anda mempunyai bujet berlebih, maka Anda bisa memilih asuransi yang mempunyai rawat jalan. Kendati demikian, asuransi rawat inap lebih direkomendasikan karena fokusnya pada rawat inap.

 

3. Perhatikan plafon dari setiap biaya

Ilustrasi perlindungan asuransi
Ilustrasi perlindungan asuransi/Shutterstock.

Idealnya, plafon untuk biaya kamar dan aneka perawatan lainnya adalah on bill atau seseuai tagihan. Namun, besarnya plafon tentu berbanding lurus dengan premi yang dibayarkan.

Untuk itu, kenalilah besaran plafon dengan cermat dan saksama agar Anda dapat memaksimalkan manfaat asuransi kesehatan.

 4. Bijak mengambil manfaat tambahan

 Sejumlah perusahaan asuransi biasanya menawarkan pilihan polis dengan manfaat dasar hingga tambahan rider yang lengkap. Namun perlu diingat, semakin banyak manfaat tambahan, maka semakin mahal pula preminya. 

 Karena itu, bijaklah sebelum mengambil manfaat tambahan. Kenali kebutuhan Anda dan ukur kemampuan Anda dalam membayar premi asuransi kesehatan Anda.

 5. Jangan buru-buru mengambil asuransi melahirkan

Seperti yang kita ketahui, biaya melahirkan tidaklah murah. Meskipun demikian, premi dari tambahan manfaat melahirkan yang ditawarkan beberapa perusahaan asuransi umumnya mahal dan pertanggungannya tidak terlalu besar.

Hal itu disebabkan kehamilan bukan merupakan “risiko” melainkan hal yang sudah direncanakan oleh pasangan. Apalagi asuransi melahirkan bukanlah asuransi yang independen, melainkan bersifat rider atau tambahan. Ini berarti untuk memilikinya, Anda harus membeli asuransi dasarnya terlebih dahulu.

6. Pertimbangkan pula asuransi kesehatan keluarga

Alih-alih membuat asuransi kesehatan sendiri, pertimbankan pula asuransi kesehatan keluarga. Sebab, premi yang dibayarkan saat membuat asuransi kesehatan keluarga umumnya lebih murah ketimbang asuransi individu. 

 Penulis: Hilda Irach

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓
PLAYLIST VIDEO 22 JUNI 2021