Doa Setelah Salat Tarawih dan Artinya

Baiq Nurul Nahdiat22 Apr 2021, 17:15 WIB
Diperbarui 22 Apr 2021, 18:54 WIB
doa 10 hari terakhir ramadan

Fimela.com, Jakarta Doa tidak hanya dilakukan jika menginginkan sesuatu, tetapi merupakan inti dari ibadah sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada tuhan, cara manusia berkomunikasi pada pencipatanya.

Berdoa merupakan kewajiban bagi manusia karena merupakan bagian dari perintah. Di samping itu, doa merupakan bentuk permohonan hamba kepada tuhan dalam memenuhi hajat hidupnya.

Bulan Ramadan merupakan saat yang tepat untuk memperbanyak berdoa. Pada bulan ini, hampir sebagian waktu adalah mustajab untuk berdoa, terutama usai melaksanakan salat Tarawih.

Di bawah ini merupakan doa yang kerap dibaca para ulama selepas salat Tarawih.

 

Bacaan Doa Setelah Salat Tarawih

Doa Ramadan
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

" Allaahummaj‘alnaa bil iimaani kaamiliin. Wa lil faraaidli muaddiin. Wa lish shalaati haafidhiin. Wa liz-zakaati faa‘iliin. Wa lima ‘indaka thaalibiin. Wa li ‘afwika raajiin. Wa bil hudaa mutamassikiin. Wa 'anil laghwi mu'ridliin. Wa fid dunyaa zaahdiin. Wa fil ‘aakhirati raaghibiin. Wa bil qadlaa’i raadliin. Wa lin na'maa’i syaakiriin. Wa 'alal balaa'i shaabiriin. Wa tahta lawaa'i muhammadin shallallaahu 'alaihi wasallam yaumal qiyaamati saa’iriina wa ilal haudli waaridiin. Wa ilal jannati daakhiliin. Wa min sundusin wa istabraqiin wadiibaajin mutalabbisiin. Wa min tha'aamil jannati aakiliin. Wa min labanin wa 'asalin mushaffan syaaribiin. Bi akwaabin wa abaariiqa wa ka'sin min ma'iin. Ma'al ladziina an'amta 'alaihim minan nabiyyiina wash shiddiiqiina wasy syuhadaa'i wash shaalihiina wa hasuna ulaa'ika rafîqan. Daalikal fadllu minallaahi wa kafaa billaahi 'aliiman. Allaahummaj'alnaa fî haadzihil lailatisy syahrisy syariifail mubaarakah minas su'adaa'il maqbuuliin. Wa laa taj'alnaa minal asyqiyaa'il marduudin. Wa shallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa aalihi wa shahbihi ajma'iin. Birahmatika yaa arhamar raahimiin wal hamdulillaahi rabbil 'aalamiin.

Artinya,

Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara sholat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

 

Sumber: Dream.co.id

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓