Wibu adalah Perwujudan Obsesi pada Budaya Jepang, Kenali Ciri-Cirinya

Imelda Rahma22 Apr 2021, 15:36 WIB
Diperbarui 22 Apr 2021, 16:00 WIB
Wibu

Fimela.com, Jakarta Seseorang yang menyukai dan tergila-gila dengan anime, pasti identik dengan julukan wibu. Wibu adalah orang yang terbosesi dengan budaya Jepang berlebihan. Stereotipe seorang wibu dengan budaya Jepang tumbuh dari anime yang kerap ditontonnya.

Meski demikian, sebenarnya seorang wibu adalah tidak melulu berkaitan dengan anime. Melainkan berkaitan pula dengan lagu-lagu Jepang, idol dari Jepang, berpenampilan ala Jepang, kerap menggunakan bahasanya, dan lain sebagainya.

Wibu adalah istilah yang asal usulnya berasal dari serapan kata berbahasa Inggris, weeaboo. Banyak yang menyebut bahwa obsesi seorang wibu bukanlah obsesi yang baik, karena kebanyakan dari mereka sampai mengabaikan budaya dan identitas rasnya sendiri. Meski begitu, tak semua begitu.

Untuk lebih jelasnya, Fimela.com kali ini akan mengulas pengertian wibu beserta ciri-cirinya. Dilansir dari Liputan6.com, simak ulasan selengkapnya berikut ini. 

Mengenal Istilah Wibu dari Weeabo

Mengenal Istilah Wibu dari Weeabo
Ilustrasi Wibu Credit: pexels.com/Ori

Wibu adalah istilah yang asal mula katanya berasal dari bahasa Inggris, weeaboo. Dilansir dari laman urbandictionary.com, weeaboo identik dengan kecintaan atau obsesi seseorang pada budaya Jepang meski bukan berasal dari Jepang.

A person who retains an unhealthy obsession with Japan and Japanese culture, typically ignoring or even shunning their own racial and cultural identity. Many weeaboos talk in butchered Japanese with the 8 or so words they know (i.e. kawaii, desu, ni chan).

While weeaboos claim to love and support Japanese culture, counter intuitively, they tend to stereotype Japanese culture by how it appears in their favorite anime, which can be safely assumed to be offensive to the Japanese.

Berdasarkan pernyataan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa obsesi ini muncul dari anime Jepang favoritnya, yang kemudian dijadikan sebagai stereotipe. Segala yang bersifat fanatik dan begitu kuat dengan obsesi bukanlah hal yang baik. Wibu adalah seseorang yang memiliki obsesi tidak sehat terhadap Jepang dan budayanya. Bahkan mereka yang wibu adalah kerap mengabaikan budaya dan identitas rasnya sendiri.

Wibu atau Weeaboo

Wibu atau Weeaboo
Ilustrasi Wibu Credit: pexels.com/Lily

Seseorang bisa dikatakan sebagai wibu kalau ia sering mempublikasikan tentang budaya Jepang, mengunakan pakaian ala Jepang, dan selalu membahas apapun yang berbau Jepang, hingga menggunakan aksen berbicara ala Jepang.

Ada juga seseorang yang disebut sebagai wibu, karena orang tersebut tidak peduli dengan budaya sendiri, lebih sering berkumpul dengan komunitas Jepang, suka menyendiri serta anti sosial.

Sebutan wibu itu juga diberikan kepada seseorang yang menyukai lagu-lagu Jepang, idol dari Jepang, berpenampilan ala Jepang, dan hal lain sebagainya yang berkaitan dengan Anime Jepang.

Seseorang yang mendapat istilah wibu, biasanya dicap negatif oleh lingkungannya. Padahal orang yang menyukai dunia Anime Jepang, tidak semuanya memiliki perilaku yang buruk, masih ada orang yang tetap menjunjung tinggi hal-hal berbau Indonesia.

Ciri-Ciri Seorang Wibu

Ciri-Ciri Seorang Wibu
Ilustrasi Wibu Credit: pexels.com/Gongji

Terobsesi dengan Jepang

Ciri-ciri yang terlihat pada wibu adalah cara pandang mereka terhadap negara Jepang. Mereka menganggap seluruh kehidupan yang ada di Jepang merupakan hal yang keren dan juga lebih unggul dari kebudayaan mana pun, termasuk kebudayaan negara mereka sendiri.

Meniru Perilaku Orang Jepang

Ciri-ciri berikutnya dari seorang wibu adalah mereka senang meniru perilaku orang Jepang. Seorang wibu pasti akan selalu mencari tahu info-info tentang apa yang terjadi di Jepang.

Mereka akan mencoba untuk meniru bagaimana kehidupan dan gaya orang Jepang. Mulai dari pilihan kata, sikap, dan juga perilaku, mereka akan menjadikan gaya hidup orang Jepang sebagai panduan.

Sosial Media

Ciri-ciri umum yang ada pada wibu adalah pada akun sosial media mereka. Sosial media pun tak luput dari kreativitas para wibu. Umumnya, para wibu akan menggunakan nama Jepang dan mencampurkan nama mereka dengan nama Jepang.

Terkadang, mereka juga akan menggunakan aksara Jepang untuk menuliskan nama akun sosial media mereka. Pada gambar profil mereka akan dipasang gambar-gambar karakter anime favoritnya. 

Memiliki Pasangan Khayalan

Banyak wibu yang memiliki pasangan atau pacar khayalan. Umumnya, bentuk pacar khayalan wibu adalah karakter anime atau karakter game. Mereka biasa menyebut pacar khayalan mereka dengan sebutan waifu atau husbando.

Menyisipkan Bahasa Jepang

Para wibu yang fanatik dengan hal-hal berbau Jepang juga akan meniru bagaimana cara hidup orang Jepang. Salah satunya adalah dengan berbicara atau menulis di sosial media mereka dengan menyisipkan Bahasa Jepang dalam setiap kesempatan.

Kata-kata seperti ‘Ohayo’, ’Sumimasen’, ‘Nani’, atau ‘Gomen’ mungkin akan sering terdengar dari mulut mereka. Begitu juga dalam beraktivitas di sosial media. Mereka akan menggunakan campuran bahasa Jepang dengan bahasa lainnya.

Membandingkan dengan Negara Asal

Dalam pandangan para wibu, negara Jepang merupakan negara memiliki gaya hidup yang lebih keren dan unggul dibanding dengan negara lain. Sehingga, tak jarang jika mereka akan membandingkan atau bahkan meremehkan kebudayaan negara mereka sendiri dengan negara Jepang. 

Membedakan Anime dan Kartun

Jika kita amati, anime dan kartun tidak ada bedanya. Mereka sama-sama berupa gambar dan animasi. Namun, di mata para wibu, kedua hal ini tidak sama. Mereka sangat berpegang teguh pada pandangan mereka bahwa anime dan kartun adalah dua hal yang berbeda.

Lanjutkan Membaca ↓