Intip Manfaat Madu Manuka untuk Menjaga Imun Tubuh Saat Puasa

Fimela Editor03 Mei 2021, 17:30 WIB
Diperbarui 03 Mei 2021, 17:30 WIB
Kenali manfaat madu manuka yang mampu menjaga imun tubuh saat menjalankan puasa di bulan Ramadan.

Fimela.com, Jakarta Selama bulan puasa sistem pencernaan kita dibersihkan, sehingga melalui kegiatan setahun sekali ini tubuh pun akan menjadi lebih sehat. Namun agar kondisi tubuh tetap prima saat menjalankan puasa di bulan Ramadan ada beberapa asupan yang baik untuk dikonsumsi saat sahur dan buka puasa.

Selain menyiapkan menu sahur dan buka puasa yang bernutrisi, salah satu hal yang dapat kita sertakan adalah madu untuk memperkuat imun tubuh. Apalagi di bulan Ramadan ini paparann virus COVID-19 yang masih mengintai.

Ada sejumlah alasan mengapa mengonsumsi madu – khususnya madu mānuka – menjadi penting. Dihasilkan dari pohon mānuka asal Selandia Baru, jenis madu ini sudah disarikan dan diproses secara teliti demi memastikan kandungan kesehatannya tetap tersimpan baik untuk tubuh kita, khususnya pada sistem pencernaan. 

Selandia Baru memiliki 9.282 kaitiaki pī (istilah Bahasa Maori untuk peternak lebah) resmi dan terdaftar, yang mengabdikan waktu dan keahliannya untuk merawat kesehatan lebah serta lingkungan sekitarnya.

Terlebih lagi, kondisi tanah, iklim, serta teknologi yang diterapkan di Selandia Baru dalam setiap tahap produksi madu – dari sarang lebah hingga sampai ke rumah kita – benar-benar diperhatikan agar kualitas madunya terjamin sangat baik.

Selandia Baru merupakan satu-satunya negara di dunia yang memiliki definisi madu mānuka yang formal dan ilmiah. Diatur oleh Kementrian Industri Primer, dan seluruh madu mānuka yang diekspor sudah dites untuk mengesahkan informasi pada labelnya sebelum diekspor.

“Selandia Baru sangat menjaga komitmen dan kepatuhannya terhadap serangkaian tindakan untuk melindungi kualitas, integritas, dan kemurnian madunya. Standar ketat dari pemerintah, industri, serta internasional terus dipenuhi untuk memastikan produk madunya dijamin sebagai salah satu yang terbaik di dunia,” ungkap Diana Permana, New Zealand Trade Commissioner untuk Indonesia, New Zealand Trade and Enterprise.

Jadi, bagaimana cara mengetahui madu yang akan dikonsumsi memiliki kualitas baik? Lihat saja skor Unique Mānuka Factor (UMF) dan MGO (methylglyoxal) pada kemasannya. Peringkat ini dibuat untuk menginformasikan konsumen kualitas setoples madu, yang mudah ditemukan hanya dengan melihat kemasannya.

UMF adalah penanda kualitas yang mensertifikasi sebuah produk madu mānuka telah memenuhi standar ketat kemurnian dan kualitas. Sementara, skor MGO yang tertulis di kemasannya menandakan mutu madunya—semakin tinggi kandungan MGOnya, maka semakin tinggi pula mutu madunya. Makanya, harus teliti dalam memilih mutu madu sebelum mengonsumsinya.

 

Manfaat Madu Mānuka untuk sistem pencernaan

Selandia Baru merupakan satu-satunya negara di dunia yang memiliki definisi madu mānuka yang formal dan ilmiah.
Selandia Baru merupakan satu-satunya negara di dunia yang memiliki definisi madu mānuka yang formal dan ilmiah./ Foto: New Zealand Trade and Enterprise

Maag atau rasa terbakar di ulu hati merupakan masalah pencernaan yang lumrah terjadi. Selain melalui pengobatan medis, orang yang menderita penyakit ini harus makan dalam porsi kecil sering-sering, tetapi tentunya hal itu tidak mungkin dilakukan saat berpuasa. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri H. pylori atau inflammatory bowel disease (IBD) atau peradangan di saluran usus. Jika tidak diatasi, penyakit ini bisa berkembang menjadi masalah lainnya yang lebih bahaya, misalnya pendarahan di saluran pencernaan.

Namun, konsumsi rutin madu mānuka dengan konsentrasi MGO yang tinggi, paling tidak UMF 13+, telah dibuktikan melalui uji klinis mampu membunuh bakteri ini. Nikmati sesendok madu mānuka saat sahur dan berbuka puasa agar madu melapisi dan melindungi perut saat menunaikan ibadah puasa sebulan penuh. Lebih baik lagi, kamu bisa mengonsumsi madu mānuka dengan kandungan UMF 15+ untuk menciptakan lingkungan anti mikroba yang mampu menghantam bakteri di dalam usus besar.

 

Manfaat Madu Mānuka untuk penyakit pernapasan

Pohon mānuka asal Selandia Baru
Pohon mānuka asal Selandia Baru/ Foto: New Zealand Trade and Enterprise

Sudah setahun lebih pandemi COVID-19 terjadi. Sekarang saat bersin atau batuk sekecil apapun pasti membuat kita panik. Di saat seperti inilah madu mānuka bisa kita jadikan penolong: karena secara uji klinis telah dibuktikan kemampuannya sebagai alternatif dari obat antibiotik dalam perawatan cystic fibrosis, suatu infeksi pernapasan yang disebabkan bakteri mematikan.

Berdasarkan penelitian di Universitas Oxford, madu mānuka mengandung hidrogen peroksida yang mungkin lebih efektif menangani infeksi saluran pernapasan atas (URTI) dibandingkan obat yang bisa kita beli di apotek.

 

Manfaat Madu Mānuka untuk kulit

Menggunakan Masker Madufi
Ilustrasi Madu Credit: unsplash.com/Alexander

Madu mānuka juga bagus sekali untuk perawatan secara topikal pada permukaan kulit. Jika kulit wajahmu mudah berjerawat dan gonta-ganti produk perawatan malah akan memperparah kondisinya, coba gunakan madu mānuka sebagai pelembap wajah. Senyawa kimianya yang bersifat anti peradangan dan memiliki pH rendah mampu memperbaiki kondisi kulit.

Sebagai tambahan, penggunaan madu mānuka juga baik untuk merawat kondisi kulit lain, misalnya eksim, psoriasis, kulit lutut yang kering, bahkan bibir pecah-pecah.

Sekarang kita sudah tahu betapa berkhasiatnya madu mānuka untuk kesehatan tubuh. Bayangkan seberapa besar manfaatnya untuk menjaga tubuh kita tetap segar dan sehat dalam kondisi normal. Selalu jaga diri dan keluarga agar tetap sehat dan menikmati bulan Ramadan dalam damai.

Penulis : Adonia Bernike Anaya (Nia)

Lanjutkan Membaca ↓