57 Perempuan Indonesia Meninggal Setiap Hari, Vaksinasi HPV Melindungi Kartini Masa Kini dari Kanker Serviks

Fimela Editor03 Mei 2021, 11:30 WIB
Diperbarui 03 Mei 2021, 11:30 WIB
Vaksinasi HPV

Fimela.com, Jakarta Hingga saat ini, kanker seviks masih menjadi penyakit yang ditakuti oleh para perempuan dan memakan banyak korban jiwa. Padahal, Kanker tersebut merupakan salah satu kanker yang dapat dicegah dengan vaksinasi HPV.

Menurut data GLOBOCAN tahun 2020, angka kanker serviks di Indonesia meningkat hampir 15 persen dibanding tahun 2018 dengan jumlah kasus 36.6331 dan membunuh 57 perempuan Indonesia setiap harinya. Ini artinya, lebih dari 21.000 keluarga di Indonesia setiap tahunnya ditinggalkan oleh ibu, anak perempuan, atau istri karena kanker serviks.

Dalam rangka memperingati Hari Kartini dan Kesehatan Dunia, Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS) melalui webinar “Girl Power: Living Life to The Fullest” mengajak seluruh perempuan Indonesia  untuk melindungi diri dari ancaman kanker serviks dengan vaksinasi HPV dan deteksi dini.

 Banyak kasus kanker serviks baru diketahui di stadium lanjut

Perwakilan KICKS, dr. Venita Eng mengungkapkan dari keseluruhan kasus kanker serviks baru yang ditemukan di Indonesia, diketahui sebagian besar sudah pada stadium lanjut. “Dengan kondisi seperti itu, maka  pengobatan menjadi lebih sulit, lebih mahal serta tingkat keberhasilan juga rendah.” kata Venita Eng.

Lebih lanjut, dr. Maria Ratna Andijani mengatakan peningkatan angka kematian akibat kanker serviks sebanyak 15% menunjukkan bahwa masih banyak perempuan Indonesia belum mendapatkan perlindungan kanker serviks dengan vaksinasi HPV. “Padahal, usia produktif merupakan usia yang rentan terinfeksi oleh virus HPV, terutama HPV tipe 16 dan tipe 18 yang dapat mengakibatkan kanker serviks.” tutur dia.

Oleh karena itu, vaksinasi HPV penting dilakukan sedini mungkin, khususnya bagi para perempuan di usia muda agar mengurangi risiko terkena virus HPV. Berdasarkan rekomendasi Satgas Imunisasi Anak dan Satgas Imunisasi Dewasa, vaksinasi HPV dapat memberikan manfaat dan perlindungan mulai dari usia 9 tahun hingga 55 tahun. 

Sementara bagi para perempuan yang sudah menikah, perlu untuk melakukan deteksi dini secara reguler dengan tes pap smear ataupun tes IVA. 

Vaksinasi HPV dapat mencegah risiko penyakit lainnya

Vaksinasi HPV dapat mencegah risiko penyakit lainnya
Vaksinasi HPV dapat mencegah risiko penyakit lainnya

Vaksinasi HPV tidak hanya mencegah bahaya kanker serviks, tetapi juga penyakit terkait HPV lainnya, seperti beberapa penyakit kulit dan kelamin pada pria. 

Sebagai duta Cegah Kanker Serviks, Prilly Latuconsina mengajak para kartini bangsa untuk bangkit dengan melindungi diri dari bahaya kanker serviks yang telah merenggut banyak korban dengan melakukan vaksinasi HPV serta deteksi dini untuk melawan kanker serviks sesegera mungkin. 

“Sebab, perempuan memiliki peran yang besar bagi keluarga, masyarakat dan kehidupan, dan saya percaya bahwa kanker serviks tidak seharusnya menghentikan aspirasi dan impian kita sebagai perempuan Indonesia.” tutup Prilly.

 

Penulis: Hilda Irach

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓