Studi Ungkap Gosip Bermanfaat untuk Menjalin Hubungan dan Kedekatan

Fimela Editor04 Mei 2021, 20:30 WIB
Diperbarui 04 Mei 2021, 20:30 WIB
Keluarga dan Lingkungan Pertemananmu Tidak Menyukainya

Fimela.com, Jakarta Gosip sering kali dikonotasikan negatif secara sosial. Padahal menurut penelitian, bergosip ternyata memiliki manfaat untuk kesehatan.

Menurut studi yang diterbitkan Darmouth College, menunjukan bahwa sekitar 14 persen percakapan sehari-hari kita sebagian besar merupakan gosip. Ini disebabkan gosip memfasilitasi hubungan sosial dan memungkinkan kita belajar tentang dunia secara tidak langsung melalui pengalaman orang lain.

"Gosip adalah bentuk komunikasi kompleks yang sering disalahpahami. Padahal gosip bisa menjadi sarana hubungan sosial dan substantif di luar konotasi negatif, " kata Eshin Jolly, Ph.D., salah satu penulis studi tersebut, dilansir dari laman Mind Body Green. 

Lebih lanjut, Jolly mengatakan gosip bukan sekedar berbagi rumor, tetapi juga bisa sesederhana melakukan obrolan pribadi santai dengan seorang teman, sesuatu yang mungkin telah kita lewatkan selama setahun terakhir di tengah jarak sosial.

Mengapa kita senang bergosip?

 Jolly dan Luke Chang, Ph.D., asisten profesor ilmu psikologi, mencoba melihat mengapa orang-orang dalam kehidupan pribadi dan profesional mereka menghabiskan begitu banyak waktu untuk bergosip. Dalam hal ini, peneliti membuat permainan online untuk memeriksa peran gosip.

Hasilnya, studi tersebut menunjukkan bahwa bergosip merupakan komunikasi yang kaya dan beragam dengan beberapa fungsi sosial. Berbagai jenis gosip muncul tergantung pada jumlah informasi yang tersedia.

Percakapan spontan tentang orang lain terjadi lebih sering selama permainan ketika pemain hanya dapat mengamati perilaku beberapa anggota grup mereka. Ketika pemain bisa langsung mengamati semua anggota grup mereka, mereka cenderung mengobrol dan mendiskusikan topik yang lebih luas.

 

Apa manfaatnya?

Bergosip
Ilustrasi Bergosip (sumber: unsplash)

Studi tersebut menemukan bahwa peserta yang bergosip merasa saling terhubung atau dekat satu sama lain. Chang menjelaskan bahwa dengan bertukar informasi dengan orang lain, gosip bisa menjadi cara untuk menjalin suatu hubungan. Karena gosip melibatkan kepercayaan dan memfasilitasi ikatan sosial yang diperkuat saat komunikasi lebih lanjut terjadi.

Menurut penelitian tersebut, temuan tim tentang peran gosip konsisten dengan menciptakan realitas bersama di mana teman dan kolega sering menemukan ikatan yang sama, bertukar informasi pribadi, dan mendiskusikan perilaku orang lain untuk membangun konsensus perilaku yang dapat diterima secara sosial. Hubungan sosial inilah yang kemudian berefek pada kesehatan psikologis dan fisik.

"Gosip dapat berguna karena membantu orang belajar melalui pengalaman orang lain, sekaligus memungkinkan mereka menjadi lebih dekat satu sama lain dalam prosesnya." kata Jolly. 

 Penulis: Hilda Irach

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓