4 Perbedaan Haji dan Umroh yang Perlu Diketahui

Kezia Prasetya Christvidya04 Mei 2021, 12:50 WIB
Diperbarui 04 Mei 2021, 14:02 WIB
Bacaan Niat Puasa Ganti (Qadha)

Fimela.com, Jakarta Haji dan umroh adalah ibadah wajib yang dilakukan oleh umat Islam, untuk mengunjungi kota suci Makkah. Untuk menjalankan kedua ibadah ini, umat Islam harus mempersiapkan diri baik secara finansial maupun batin.

Dua ibadah yang selalu diimpikan umat Islam ini, memiliki perbedaan dalam menjalankan ibadahnya. Tetapi tetap saja saat menjalankan ibadah ini harus dengan ikhlas dan sepenuh hati, agar mendapatkan imbalan dari Allah SWT.

Menurut para ulama, haji adalah kegiatan yang dilakukan umat Islam menuju Ka’bah, untuk melakukan perbuatan dan melakukan amal ibadah dengan syarat-sayarat yang wajib dijalankan.

Sedangkan umroh berasal dari kata U’timar, yang artinya ziarah atau bisa juga diartikan sebagai kegiatan ziarah di Ka’bah, lalu melakukan thawaf di sekeliling Ka’bah. Kemudian umat Islamt bersa’I antara shafa dan marwa, lalu mencukur rambut tanpa wukuf di Arafah.

Berbeda dengan umroh yang bisa dilakukan sewaktu-waktu, kalau menjalankan ibadah haji harus mengantri selama bertahun-tahun, dan hanya dilakukan di bulan Syawal hingga Dzulhijjah.

Kedua ibadah wajib ini juga memiliki perbedaan yang lainnya. Berikut perbedaan haji dan umroh yang perlu diketahui, dilansir dari Bola.com:

Perbedaan Berdasarkan Hukumnya

islam
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/paliemassa

Haji dan umroh bisa dibedakan berdasarkan hukumnya, seperti yang sudah kita ketahui kalau haji adalah rukum Islam yang kelima. Maka haji wajib dilakukan semua umat Islam, yang sudah memenuhi syarat sah wajib untuk melakukan ibadah haji. Kewajiban ini ditulis dalam firman Allah SWT dalam surat Ali-Imran ayat 98, yang artinya:

"Dan bagi Allah subhanahu wata’ala, wajib bagi manusia untuk melaksanakan haji ke Baitullah." (QS Ali Imran 98).

Menurut para ulama, umat Islam yang memenuhi syarat sah wajib untuk naik haji, tetapi tidak melakukan ibadaha haji, maka mereka termasuk orang yang berdosa karena tidak menjalankan kewajiban.

Sedangkan ibadah umroh hukumnya sunnah muakkad, sehingga ibadah ini tidak wajib untuk dijalankan umat Islam. Jika mau melaksanakan ibadah ini sangatlah baik, tetapi jika tidak menjalankan juga tidak masalah.

Perbedaan Berdasarkan Rukunnya

Qadha Puasa
Ilustrasi Membaca Doa Credit: freepik.com

Perbedaan haji dan umroh yang selanjutnya adalah perbedaan menurut rukunnya. Dalam ibadah, rukun menjadi penentu sah atau tidaknya sebuah ibadah yang sedang dijalankan. Rukun ini juga berlaku untuk menentukan ibadah haji dan umroh yang dijalankan itu sah atau tidak. Jika ibadahnya batal atau tidak sah, maka akan diberikan sanksi berupa denda.

Ibadah haji memiliki lima rukun yaitu yaitu ihram, wuquf di Padang Arafah, tawaf, sa'i dan memotong rambut, yang wajib dilakukan sebagai syarat bahwa ibadah haji tersebut sah dilakukan. Jika salah satu syarat tidak dilakukan, maka nilai haji akan berkurang.

Sedangkan rukun yang ada di dalam umroh adalah niat ihram, tawaf, sa'i dan memotong rambut. Dalam umroh tidak wajib menjalankan wukuf di Padang Arafah.

Perbedaan Menurut Waktu Pelaksanaan

Manfaat dan Keutamaan Sholat Dhuha
Ilustrasi Berdoa Credit: pexels.com/pixabay

Haji dan umroh juga bisa dibedakan menurut waktu pelaksanaannya. Ibadah haji hanya dilakukan oleh umat muslim dari seluruh dunia, yang terjadi pada bulan Syawal hingga hari raya Idul Adha di bulan Dzuhijjah. Sehingga waktu ibadah haji lebih sempit dari pada umroh dan harus mengantri bertahun-tahun.

Berbeda dengan ibadah haji, untuk menjalankan ibadah umroh ini bisa dilakuakn kapan saja, tidak ada waktu yang membatasi untuk menjalankan ibadah umroh ini.

Perbedaan Berdasarkan Kewajibannya

Doa Sesudah Sholat Tarawih
Ilustrasi Kitab Al Qur’an Credit: pexels.com/Abdulmeilk

Perbedaan menjalankan ibadah haji dan umroh yang terakhir, yaitu adanya perbedaan berdasarkan kewajibannya, pada saaat menjalankan kedua ibadah tersebut. Ada beberapa kewajiban yang harus dijalankan saat menunaikan kedua ibadah itu, jika tidak menjalankan kewajiban, maka umat Islam harus mengganti dengan denda.

Terdapat lima kewajiban yang harus dilaksanakan oleh jemaah haji, yaitu niat ihram dari miqat, batas area yang telah ditentukan sesuai dengan asal wilayah jemaah, menginap di Muzdalifah, menginap di Mina, tawaf wada' atau perpisahan dan melempar jumrah.

Sedangkan kewajiban umroh terdiri dari 2 ibadah yaitu niat dari miqat dan menjauhi larangan-larangan ihram. Karena jumlah kewajibannya hanya sedikit, maka ibadah umroh lebih cepat selesai daripada ibadah haji.

Lanjutkan Membaca ↓