Memaknai Idul Fitri, Awal Baru Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

Endah Wijayanti13 Mei 2021, 07:15 WIB
Diperbarui 13 Mei 2021, 07:15 WIB
ramadan 2021 dan idulfitri

Fimela.com, Jakarta Setelah berpuasa sebulan penuh selama Ramadan, menyambut dan merayakan Idul Fitri jelas menghadirkan kebahagiaan tersendiri. Bukan berarti setelah bulan Ramadan, kita akan merasa lebih bebas untuk kembali ke kebiasaan-kebiasaan kurang baik. Justru ketika sudah sampai di Hari Raya Idul Fitri, kita perlu meningkatkan komitmen untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Idul Fitri adalah hari raya setelah bulan puasa Ramadan usai. Mengutip buku Kosakata Keagamaan, Idul Fitri merupakan hari raya kesucian fitrah. Karena, dengan berpuasa sebulan penuh diharapkan dosa-dosa antara manusia yang berpuasa dengan Allah terampuni dan dengan saling memaafkan antar sesama diharapkan yang merayakannya kembali kepada kesucian dan bebas dari dosa. 

Dijelaskan lebih lanjut bahwa dari situ lahir ucapan populer  مِنَ العَائدِيْنَ والفَائِزِينَ yang maknanya semoga kita termasuk kelompok orang-orang yang kembali kepada fitrah kesucian dan termasuk pula orang yang memperoleh keberuntungan atau diampuni dan masuk surga. Perlu dicatat bahwa kata faiz dalam berbagai bentuknya digunakan oleh Al-Qur'an dalam arti pengampunan dosa dan masuk surga. 

Harapan-Harapan pada Hari Raya Idul Fitri

makna idul fitri
Idulfitri./Copyright shutterstock.com/g/oduaimages

Kembali mengutip buku Kosakata Keagamaan dijelaskan bahwa ada lagi yang memahami maksud dari kata "fitrah" yang bermakna asal kejadian dalam arti kembali ke jati diri sebagai manusia yakni makhluk sosial yang memiliki naluri dan kecenderungan sesuai ciptaan Allah sejak asal kejadian. Manusia sejak asal kejadiannya berjalan dengan kaki, melihat dengan mata, mendengar dengan telinga, masing-masing disesuaikan dengan objeknya. Demikian juga berpikir dengan premis-premis yang benar dan logis, cenderung kepada keindahan, kebaikan serta hak dan keadilan. 

Diharapkan dengan selesainya puasa, manusia dapat kembali ke asal kejadiannya bukan sekadar memfungsikan panca indranya sesuai dengan fungsi yang diharapkan darinya. Namun, juga menggunakan kemampuan akliahnya secara baik dan benar serta menggunakan juga potensi rohaniahnya secara proporsional untuk kembali mendekat kepada Allah. 

Ada beberapa sikap yang sebaiknya kita miliki setelah Idul Fitri, antara lain:

1. Tetap istiqomah dalam memegang agama tauhid, yaitu Islam. 

2. Tetap berbuat dan berkata yang benar dalam keadaan sehari-hari.

3. Tetap berlaku sebagai hamba Allah SWT yang selalu taat dan patuh kepada perintah-Nya.

Hari raya Idul Fitri merupakan momen yang sangat spesial untuk menyempurnakan hubungan kita dengan Allah SWT dan membangun hubungan yang lebih baik kepada sesama. Tentu saja harapan terbesar kita adalah kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik setelah ini. Kebiasaan-kebiasaan baik yang sudah terbentuk selama Ramadan bisa tetap kita lakukan dengan konsisten. Ibadah-ibadah yang sudah kita tingkatkan bisa tetap kita lanjutkan selepas Ramadan. Semoga kita bisa jadi manusia yang kembali ke fitrah, ya.

Kalau Sahabat Fimela sendiri punya harapan apa setelah Ramadan ini berlalu? Apa pun harapanmu, semoga itu bisa mendatangkan kebaikan untuk diri kita dan kepada sesama. 

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓