5 Faktor yang Menyebabkan Tubuh Menjadi Berkeringat ketika Makan

Imelda Rahma10 Mei 2021, 19:45 WIB
Diperbarui 10 Mei 2021, 19:45 WIB
Makan

Ketika kita tengah asyik mengonsumsi makanan yang sedap dan pedas, munculnya keringat di dahi dan sekujur tubuh merupakan hal yang tak terhindarkan. Hal ini bahkan menambah sensasi lezat dari makanan yang kita santap

Munculnya keringat merupakan salah satu mekanisme yang dilakukan tubuh untuk mendinginkan diri. Oleh karena itu, sebenarnya cukup wajar jika kamu berkeringat usai mengonsumsi makanan yang panas atau makanan pedas.

Walau begitu, ketika makanan yang kamu konsumsi tidak masuk dua kategori tersebut namun tubuh tetap berkeringat, bisa jadi tanda adanya masalah dalam dirimu.

Dilansir dari Merdeka.com, berikut sejumlah hal yang bisa menyebabkan tubuhmu berkeringat deras ketika sedang makan.

 

Mengonsumsi Makanan Tertentu

Mengonsumsi Makanan Tertentu
Ilustrasi Makan Credit: pexels.com/Luna

Sejumlah makanan tertentu bisa menyebabkan munculnya keringat yang mengucur deras ketika makan. Makan yang bisa menyebabkan hal ini adalah kopi, cokelat, makanan pedas atau asam, makanan panas, alkohol, serta manisan.

Ketika kamu usai mengonsumsi makanan tertentu dan mendapati kondisi berkeringat ini, maka makanan tersebut bisa jadi biang keroknya. Namun pastikan juga untuk melihat apakah ada kondisi kesehatan lain yang menyertainya.

Terkena Sindrom Frey

Terkena Sindrom Frey
Ilustrasi Berkeringat Credit: shutterstock.com

Masalah kesehatan ini tergolong langka dan terjadi setelah menjalani operasi wajah di sekitar kelenjar parotid yang terletak di bawah telinga. Hal ini juga bisa terjadi jika terdapat tumor atau benjolan di wilayah tersebut.

Usai operasi, saraf di sekitar kelenjar tersebut bakal mengalami kebingungan dan tidak dapat membedakan antara mana waktu bekerja untuk kelenjar keringat dan mana untuk kelenjar liur. Hal ini menyebabkan kamu jadi berkeringat saat makan.

Masalah Saraf Akibat Diabetes

Masalah Saraf Akibat Diabetes
Ilustrasi Masalah Saraf Credit: pexels.com/Niara

Kondisi berkeringat saat makan bisa dialami oleh mereka yang mengalami otonomi neuropati diabetes. Sebuah komplikasi diabetes yang melibatkan masalah saraf sehingga muncul keringat di dahi, wajah, kulit kepala, dan leher ketika kamu mengunyah makanan terutama keju.

Hal ini bukan berarti ada masalah pada kelenjar keringat, namun masalah ada pada pengaturannya. Menjaga gula darah tetap aman bisa mencegah masalah ini lebih lanjut.

Penyakit Ruam Saraf

Penyakit Ruam Saraf
Ilustrasi Penyakit Ruam Saraf Credit: pexels.com/Ven

Penyakit ini terjadi akibat virus varicella-zoster yang merupakan penyebab cacar. Hal ini bisa menyebabkan ruam menyakitkan dan jika terjadi di wajah, bisa muncul kerusakan saraf yang berujung keringat berlebih.

Hal ini dikenal sebagai hiperdrosis sekunder yang juga menyebabkan kamu berkeringat baik dari wajah, leher, dan dada. Hal ini bisa kamu alami ketika makan atau bahkan saat berpikir untuk makan.

Gejala Parkinson

Gejala Parkinson
Ilustrasi Gejala Parkinson Credit: shutterstock.com

Masalah kesehatan otak ini biasanya ditandai dengan gemetar, kesulitan berjalan, serta mempengaruhi keseimbangan. Kedua hal tersebut bisa memicu munculnya masalah keringat ini.

Jika masalah keringat yang kamu alami ini disebabkan oleh kondisi kesehatan, konsultasi dengan dokter merupakan cara terbaik. Cari dokter spesialis untuk mengatasi masalah kesehatan yang kamu alami agar dapat ditangani dengan secepatnya.

Lanjutkan Membaca ↓