Langkah Menkes Mengantisipasi Lonjakan Kasus COVID-19 Pasca Idul Fitri 1442 H

Vinsensia Dianawanti11 Mei 2021, 12:00 WIB
Diperbarui 11 Mei 2021, 12:00 WIB
Covid-19

Fimela.com, Jakarta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi terhadap lonjakan kasus COVID-19 pasca libur Idul Fitri 1442 Hijriah. Antisipasi ini menjadi persiapan pemerintah untuk menghadapi situasi terburuk pasca libur panjang.

Dimulai dari mempersiapkan kecukupan tempat tidur dan kesiapan rumah sakit untuk mengatasi lonjakan kasus positif COVID-19.

"Sejak Januari, yang penting diantisipasi adalah ketersediaan tempat tidur rumah sakit supaya tidak terjadi seperti negara lain di mana kapasitasnya tidak siap. Juga kesiapan obat-obatan dan fasilitas lainnya seperti oksigen," ungkap Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Total terdapat 390 ribu tempat tidur yang tersebar di rumah sakit di seluruh Indonesia. Dari sejumlah tersebut, sebanyak 70ribu tempat tidur bisa digunakan untuk perawatan pasien COVID-19. Saat ini, sebanyak 23 ribu sudah ditempati oleh pasien COVID-19.

 

Pastikan ketersediaan ICU

Swab Test Covid-19
Ilustrasi Swab Test Covid-19 (ShutterStock/By aslysun)

Selain itu, pemerintah juga menggenjot kesiapan ruang ICU di seluruh rumah sakit di Indonesia. Hingga kini, Indonesia memiliki 22 ribu ruang ICU dengan 7500 di antaranya telah dialokasikan untuk perawatan pasien COVID-19 dan telah digunakan sebanayk 2500 ruang ICU.

Ketika seluruh tempat tidur perawatan dan ruang ICU sudah penuh untuk pasien COVID-19, Menkes Budi mengatakan menggunakan tempat tidur perawatan dan ruang ICU biasa menjadi tempat untuk penanganan pasien COVID-19.

Simak video berikut ini

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓