Mengenal Beasiswa Mobilitas Mahasiswa Indonesia yang Diluncurkan Nadiem Makarim

Nabila Mecadinisa12 Mei 2021, 16:00 WIB
Diperbarui 12 Mei 2021, 16:00 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memperkenalkan konsep Kampus Merdeka.

Fimela.com, Jakarta Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) meluncurkan Beasiswa Mobilitas Internasional Mahasiswa Indonesia, atau Indonesia International Student Mobility Awards (IISMA), Selasa (11/5/2021).

Dikutip dari Liputan6.com, Nadiem mengatakan jika program ini merupakan upaya Kemendikbud Ristek untuk mengenalkan mahasiswa yang ada di perguruan tinggi di Tanah Air dengan lingkungan internasional. 

"Program ini membuka kesempatan kepada mahasiswa untuk mewujudkan mimpi mereka dengan mengikuti mata kuliah unggul di perguruan tinggi terkemuka di dunia, mengembangkan kemahiran lintas budaya, memperkuat jejaring internasionalnya dan mempersiapkan diri untuk dunia kerja yang ada sekarang ini," ucap Nadiem.

Implementasi program tersebut, kata Nadiem Makarim harus ditopang dengan sistem pendidikan tinggi yang mendukung. Untuk itu dari aspek pendanaan pihaknya mengaku telah menyediakan berbagai skema, salah satunya beasiswa yang kini telah didukung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

"Kemudian kebijakan pengakuan kredit atau SKS sehingga partisipasi mahasiswa dalam program Kampus Merdeka berkontribusi langsung dalam proses pembelajaran," ujarnya.

 

 

 

 

 

 

 

Beasiswa Mobilitas Mahasiswa Indonesia

Nadiem Makarin
Nadiem Makarim luncurkan Beasiswa Mobilitas Mahasiswa Indonesia.

Dengan mengikuti program ini, maka mahasiswa yang memenuhi syarat terlepas dari latar belakang dan asal perguruan tinggi akan mendapatkan kredit dari perguruan tinggi luar negeri yang menjadi mitra program tersebut.

Sementara itu Dirjen Pendidikan Tinggi, Nizam menyatakan bahwa IISMA merupakan program yang memberi kesempatan bagi mahasiswa Strata I untuk mendapatkan pengalaman dan pengayaan di perguruan tinggi dunia yang tersebar di 4 benua. Sederhananya program ini merupakan pertukaran mahasiswa di tingkat global.

"Visi dari program ini adalah mengakselerasi mahasiswa kita untuk belajar di luar negeri di kampus ternama, sehingga mendapatkan pengalaman belajar yang luar biasa dan membangun kepercayaan diri dan juga membangun persahabatan di seluruh dunia bagi mahasiswa Indonesia di program ini," tuturnya.

Sampai saat ini tercatat sudah ada 73 kampus dari 28 negara yang akan siap menerima mahasiswa dari Tanah Air untuk belajar di tempat mereka. Nizam berharap hal ini juga dapat meningkatkan kerja sama internasional antara perguruan tinggi di Indonesia.

"Karena setiap mahasiswa yg ikut program itu tetap dibimbing oleh dosennya dari Indonesia, oleh karena itu akan ada dialog dan kolaborasi antara dosen dalam negeri dan luar negeri," pungkasnya.

 

Didanai LPDP

Mendikbud Nadiem Makarim.
Nadiem Makarim luncurkan Beasiswa Mobilitas Mahasiswa Indonesia.

Direktur Beasiswa LPDP, Kementerian Keuangan, Dwi Larso menyatakan, pihaknya bakal mengakomodasi mahasiswa yang mengikuti program ini. Bantuan tersebut meliputi hampir semua komponen yang dibutuhkan ketika mahasiswa berada di luar negeri.

"Itu termasuk uang pendaftaran, juga SPP itu akan dibayarkan kepada perguruan tinggi mitra di luar negeri," ujarnya.

"Kemudian kita juga membayarkan tiket perjalanan pesawat kelas ekonomi, dari kota asal Indonesia ke kota tujuan belajar," sambungnya.

Tak terbatas di sana, LPDP juga akan mendukung biaya hidup bulanan mahasiswa selama di sana. Bantuan biaya hidup itu akan mengacu pada kebijakan LPDP. Dwi mengaku pihaknya telah mempunyai data patokan standar biaya hidup yang ada di dunia.

"Kita juga membayar asuransi kesehatan selama program IISMA ini, kemudian juga kalau diperlukan, kita juga akan membayarkan tes PCR untuk Covid-19 sebelum berangkat, maupun nanti ketika kembali ke Indonesia," katanya.

Biaya visa dan biaya darurat yang dibutuhkan mahasiswa pun, kata Dwi bakal ditanggung pihaknya.

"Jadi intinya mahasiswa hanya mengkhawatirkan dan memperjuangkan proses seleksi agar diterima di program ini," ucapnya.

Untuk tahun ini, Dwi mengaku bakal memberikan kesempatan kepada 1.000 mahasiswa di Tanah Air untuk mencicipi atmosfer pembelajaran di luar negeri.

"Ini kesempatan emas, maka kami betul-betul mendorong adik-adik memanfaatkan kesempatan ini agar mendapat pembelajaran yang terbaik," pungkasnya. 

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓