90 % Perempuan Melaporkan Menggunakan Filter di Foto Mereka

Fimela Editor18 Mei 2021, 14:30 WIB
Diperbarui 18 Mei 2021, 14:30 WIB
Ilustrasi

Fimela.com, Jakarta Gambar yang diunggah di media sosial tidak selalu menampilkan realitas dunia nyata. Sebab, dalam laporan terbaru dari Pusat Penelitian Gender dan Seksualitas Universitas London, 90% perempuan muda dilaporkan menggunakan filter atau mengedit foto mereka. 

Mereka menggunakan ini untuk membentuk kembali hidung mereka, membuat badan tampak langsing, dan memutihkan gigi mereka. Studi tersebut melibatkan 175 perempuan muda dari Inggris untuk menentukan kebiasaan dan efek media sosial secara umum. Saat ditanya tentang dampak media sosial, 90% peserta merasakan tekanan untuk tampil menarik dan 70% lainnya merasa tertekan untuk menampilkan kehidupan yang sempurna.

Profesor Rosalind Gill dalam laporannya mengatakan mengekspos foto ke media sosial dilakukan karena menghasilkan kesenangan yang intens untuk 'mendapatkan suka' dari orang lain. “Namun, faktanya ini juga menjadi sumber kecemasan bagi para perempuan untuk tampil sempurna,” ucapnya, dilansir Very Well Mind.

Filter membuat kita sulit menerima kekurangan diri

foto selfie
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Menggunakan filter untuk mempercantik penampilan kita mungkin tidak berbahaya. Namun semakin sedikit kita melihat foto yang realistis, maka semakin sulit kita menerima kekurangan diri sendiri.

Membandingkan diri Anda dengan orang lain adalah hal yang normal dari perilaku manusia. Namun, jika kita terus membandingkan diri dengan orang lain yang menggunakan filter di fotonya, hal itu dapat berdampak buruk pada persepsi diri dan cinta Anda. Anda akan cenderung merasa rendah diri dan kurang percaya diri.

"Saat kita membandingkan diri kita dengan versi ideal orang lain, seperti foto yang diedit, hal itu dapat menciptakan reaksi devaluasi yang setara dan berlawanan. Seiring waktu, devaluasi berkelanjutan dapat menyebabkan kritik diri yang tinggi, dysmorphia tubuh atau wajah, atau pelecehan emosional kronis terhadap diri sendiri.” Jessica January Behr , PsyD, psikolog berlisensi dari Behr Psychology. 

Selain itu, memposting foto diri Anda yang sudah diedit juga dapat memengaruhi cara Anda berpikir tentang orang lain, terkait alasan mengapa mereka menyukai atau mengikuti Anda. “Seseorang akan cenderung berpikir ‘orang lain mengikuti saya karena menyukai citra ideal saya, jadi saya tidak boleh menunjukkan kepada mereka bahwa saya kurang dari sempurna,” tutur Tess Brigham, psikoterapis.

 

Cara mengatasi masalah ini

Ilustrasi selfie
Ilustrasi selfie (Foto: unsplash.com/Gian Cescon)

Batasi waktu di media sosial

Meskipun media sosial adalah sumber hiburan yang sangat besar selama pandemi, membatasi penggunaan media sosial dapat membantu meringankan perasaan rendah diri dan kesehatan mental yang buruk.

Brigham merekomendasikan untuk menyetel pengatur waktu 20 menit sebelum masuk ke media sosial. 

Berhenti mengikuti akun yang membuat anda merasa buruk 

Hapus daftar following Anda yang membuat Anda merasa negatif terhadap diri sendiri. “Anda juga dapat menonaktifkan atau berhenti mengikuti akun yang menurut Anda paling terpengaruh dan menjalankan eksperimen untuk melihat apakah ada peningkatan dalam perasaan Anda terhadap diri sendiri." lanjut Brigham

Tanyakan pada diri AndaLuangkan waktu untuk melihat bagaimana perasaan Anda sebelum, selama, dan setelah menggunakan media sosial. Apakah mood Anda memburuk? Apakah Anda merasa lebih cemas? 

Maka berhenti sebentar. Renungkan suasana hati Anda. Apakah menggulir berdampak negatif bagi Anda? Jika demikian, istirahatlah dari media sosial. Jika Anda mengikuti orang yang tepat maka Anda akan merasa termotivasi dan terinspirasi, bukannya menjadi rendah diri.

Ingatkan diri anda bahwa media sosial bukanlah kenyataanIngatkan diri Anda bahwa apa yang Anda lihat di media sosial bukanlah realita yang sebenarnya. Pahami setiap orang selalu menunjukan sisi terbaik dari diri mereka di media sosial. Maka berhentilah membandingkan diri sendiri dengan orang lain dan mulailah mencintai diri sendiri.

Penulis: Hilda Irach

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓