Isi Pesan Presiden Joko Widodo saat Meninjau Peresmian Program Vaksinasi Gotong Royong untuk Karyawan

Anisha Saktian Putri18 Mei 2021, 19:30 WIB
Diperbarui 18 Mei 2021, 19:30 WIB
Isi Pesan Presiden Joko Widodo saat Meninjau Peresmian Program Vaksinasi Gotong Royong di pabrik Unilever Indonesia/dok. Unilever

Fimela.com, Jakarta Vaksinasi Covid-19 di Indonesia gencar dilakukan untuk percepatan penanggulangan pandemi virus corona. Baru-baru ini program vaksinasi Gotong Royong COVID-19 untuk Pekerja hari ini, Selasa (18/5) resmi dimulai. Dengan pelaksanaan secara serentak untuk karyawan dari 19 perusahaan di Jabodetabek.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pun meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi di salah satu pabrik PT Unilever Indonesia, Tbk. yang berlokasi di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Jawa Barat.

Dosis pertama vaksin diberikan kepada 320 karyawan PT Unilever Indonesia, Tbk., mewakili garda terdepan industri yang selama pandemi memastikan ketersediaan produk kebutuhan masyarakat Indonesia tetap terpenuhi.

Program Vaksinasi Gotong Royong merupakan program resmi yang dikoordinasikan oleh Kamar Dagang Indonesia (KADIN) untuk sektor industri dengan tujuan membantu upaya kolektif mencapai herd immunity dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Diatur oleh Peraturan Menteri Kesehatan nomor 10 tahun 2021 dan KMK No. HK.01.07/MENKES/4638/2021 untuk memastikan pelaksanaan yang lancar dan tidak berbenturan dengan program vaksin pemerintah.

Beberapa aturan kunci untuk program Vaksinasi Gotong Royong adalah: 1) Merk vaksin berbeda dengan yang digunakan untuk program pemerintah; 2) Pelaksanaan vaksin dilakukan di fasilitas kesehatan swasta, sehingga tidak mengganggu jalannya pelaksanaan program pemerintah; 3) Pengadaannya dibebankan pada perusahaan sementara karyawan sebagai penerima vaksinasi tidak perlu membayar apapun.

“Saya berada di PT Unilever di Jababeka, dan saya melihat ada 18 lokasi perusahaan, pabrik, industri yang bersama-sama melakukan Vaksinasi Gotong Royong. Kita harapkan kawasan produksi, kawasan industri, pabrik dan seluruh perusahaan yang produktif akan bisa bekerja lebih produktif lagi dan tidak terjadi penyebaran COVID-19 di dalam perusahaan," ujar Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia dalam sambutannya.

Pesan Presiden Joko Widodo

Isi Pesan Presiden Joko Widodo saat Meninjau Peresmian Program Vaksinasi Gotong Royong di pabrik Unilever Indonesia/dok. Unilever
Isi Pesan Presiden Joko Widodo saat Meninjau Peresmian Program Vaksinasi Gotong Royong di pabrik Unilever Indonesia/dok. Unilever

Dalam kunjungannya, Presiden Joko Widodo berpesan kepada seluruh perusahaan peserta program vaksinasi.

”Saudara-saudara berada di posisi yang sangat penting bagi negara ini, yaitu pada kawasan produksi, pada kawasan yang produktif, yang sangat menentukan pertumbuhan ekonomi. Kalau ada perusahaan, pabrik, atau industri yang tidak berproduksi, artinya pertumbuhan ekonomi kita akan turun dan jatuh pada posisi yang tidak baik. Kita tahu di kuartal pertama pertumbuhan ekonomi kita tahun 2021 masih di angka -0,74%, target yang saya berikan pada Kementerian – yang tentu saja harus didukung oleh seluruh perusahaan - di kuartal kedua kita bisa bertumbuh kurang lebih 7%. Ini bukan pekerjaan mudah, oleh sebab itu saya mendorong kita semuanya untuk lebih produktif lagi dalam berproduksi, apapun produknya," pesan Joko Widodo

Beliau bersyukur bahwa di tahap pertama Vaksinasi Gotong Royong, meskipun menjadi rebutan di antara 215 negara,  Indonesia telah mendapatkan 420.000 vaksin, yang segera beliau perintahkan untuk dilaksanakan di lapangan.

“Kita harapkan nanti akan mendapatkan supply vaksin lebih banyak sehingga proses Vaksinasi Gotong-Royong ini bisa mempercepat target dari vaksinasi yang ingin kita lakukan, yaitu 181.500.000 dari penduduk yang ingin kita vaksin. Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh perusahaan, manajemen dan karyawan dan tentu saja KADIN yang telah bersama-sama melaksanakan program ini, dan saya harap penyebaran COVID-19 bisa bersama-sama kita hambat dan hilangkan dari negara yang kita cintai ini,” tegas Presiden Joko Widodo.

Rosan P. Roeslani, Ketua Umum KADIN Indonesia menerangkan bahwa sejak Januari hingga Mei 2021 tercatat sebanyak 22.786 perusahaan telah mendaftarkan karyawannya sebagai peserta program Vaksinasi Gotong Royong.

“Untuk membangun herd immunity dalam waktu sesingkat-singkatnya, diperlukan partisipasi aktif berbagai pihak termasuk dunia usaha yang memainkan peran penting dalam melindungi karyawannya dan dalam pemulihan ekonomi negara. Sesuai arahan pemerintah, untuk tahap satu ini diutamakan perusahaan yang berada di zona merah dan sektor manufaktur,” kata Rosan.  

Karyawan aman dan lebih produktif

Kalbe Lakukan vaksinasi Gotong Royong/dok. Kalbe
Kalbe Lakukan vaksinasi Gotong Royong/dok. Kalbe

PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) juga melakukan vaksinasi gotong royong untuk karyawan dan keluarga sebagai dukungan program pemerintah dalam upaya percepatan penanggulangan pandemi COVID-19 pada Selasa, (18/5). 

Rencananya Kalbe akan melakukan vaksinasi kepada 16.000 karyawan dan keluarga diseluruh Indonesia, namun tahap awal ini perusahaan baru mendapatkan vaksin sebanyak 6.000dosis atau setara dengan penggunaan untuk 3.000 karyawan pada tanggal 18-25 Mei 2021 diRDC Enseval, Jakarta Timur. Dalam pelaksanaan vaksinasi Gotong Royong, Kalbe melibatkantenaga kesehatan dan petugas yang berasal dari karyawan Kalbe dan Klik Dokter.

“Melalui program vaksinasi Gotong Royong ini, kamiberharap mampu meminimalisir penyebaran COVID-19 sehingga para karyawan dapat bekerjalebih produktif dan merasa aman sehingga dapat terus menghasilkan produk-produk kesehatanmaupun layanan kesehatan yang semakin baik untuk seluruh masyarakat di Indonesia, “ kata Vidjongtius Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk. 

Penerima vaksin tahap pertama di Kalbe Group diutamakan bagi karyawan yang bertugas dilapangan seperti tim sales, marketing, outlet, distribusi dan karyawan pabrik yang berlokasi diJabodetabek. Sementara untuk karyawan dan keluarga yang didaftarkan oleh Kalbe Grup adalah karyawan beserta suami atau istri dan anak yang sah. Dengan persyaratan tidak memiliki komorbid, belum pernah mendapatkan vaksinasi dari pemerintah serta berusia antara 18 – 23 tahun.

#elevate women

Lanjutkan Membaca ↓