Mahasiswa Oxford University Tuai Kecaman usai Menurunkan Foto Ratu Elizabeth II dari Ruang Kampus

Hilda Irach11 Jun 2021, 17:30 WIB
Diperbarui 11 Jun 2021, 17:30 WIB
Mahasiswa Oxford University Tuai Kecaman usai Menurunkan Foto Ratu Elizabeth II dari Ruang Kampus

Fimela.com, Jakarta Mahasiswa dari Oxford University menurunkan foto Ratu Elizabeth II dari Middle Common Room (MCR) atau ruangan organisasi mahasiswa pasca sarjana Magdalen College. Keputusan itu diambil setelah pemungutan suara oleh para mahasiswa universitas tersebut.

Foto yang dimaksud bukanlah potret yang dilukis, melainkan cetakan bewarna dari foto lama ratu yang diambil saat ia masih muda pada tahun 1952 lalu. Penurunan foto Ratu Elizabeth II itu dilakukan karena dianggap sebagai simbol “Sejarah kolonial terkini”.

Seperti yang diketahui, Magdalen merupakan salah satu bagian dari Oxford University yang paling prestisius. Menurut Presiden atau Ketua Organisasi Mahasiswa Magdalen, Matthew Katzman, notulen rapat komite MCR mosi itu diajukan dalam upaya untuk membuat ruang bersama lebih ramah dan netral.

"Kampus akan memiliki banyak penggambaran berbagai hal, tetapi ruang bersama dimaksudkan untuk menjadi ruang bagi semua orang untuk merasa diterima," kata Katzman kepada The Telegraph.

Tuai kecaman dari menteri pendidikan Inggris

Mahasiswa Oxford University Tuai Kecaman usai Menurunkan Foto Ratu Elizabeth II dari Ruang Kampus
Mahasiswa dari Oxford University menurunkan foto Ratu Elizabeth dari Middle Common Room (MCR). Simak alasannya. (Foto: Unsplash.com/Sandip Roy).

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pendidikan Inggris Gavin Williamson mengkritik langkah penurunan foto Ratu Elizabeth II dengan menyebutkan tindakan yang absurd. "Dia adalah Kepala Negara dan simbol dari apa yang terbaik tentang Inggris," tulis Williamson dalam akun Twitternya, dikutip dari BBC.

Menurut Williamson, Ratu Elizabeth II selama masa pemerintahannya telah bekerja tanpa lelah untuk mempromosikan nilai-nilai yang dimiliki Inggris seperti toleransi, inklusivitas, dan rasa hormat ke seluruh dunia.

Sementara itu pengacara Dinah Rose, presiden Magdalen College tahun lalu menekankan keputusan tersebut untuk milik mahasiswa, bukan milik perguruan tinggi. Kendati demikian, dia mengatakan perguruan tinggi sangat mendukung kebebasan berbicara dan debat politik dan hak otonomi siswa. 

"Mungkin mereka akan memilih untuk memasangnya lagi, mungkin tidak. Sementara itu, fotonya akan disimpan dengan aman," tulisnya dalam akun Twitternya.

"Menjadi mahasiswa lebih dari sekadar belajar. Ini tentang mengeksplorasi dan memperdebatkan ide. Terkadang tentang memprovokasi generasi yang lebih tua. Sepertinya itu tidak terlalu sulit untuk dilakukan akhir-akhir ini." tutup dia.

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓
PLAYLIST VIDEO 21 JUNI 2021