Beberapa Mitos Tentang Pernikahan Yang Tidak Sepenuhnya Benar

Patricia Wulandari26 Mar 2015, 11:00 WIB
Diperbarui 26 Mar 2015, 11:00 WIB

Jakarta Menikah bukanlah sesuatu yang menakutkan. Bayangkan saja bahwa kamu akan hidup dengan orang yang sama selamanya, mengarungi hidup berdua di kala susah maupun senang. Ya, meskipun banyak yang berujar tentang mitos-mitos yang terjadi setelahnya, namun kamu tidak boleh bisa langsung percaya sepenuhnya. Sebuah pesta pernikahan sepantasnya dilakukan dengan energi positif yang kamu rencanakan dengan matang bersama si dia.

Kekawatiran yang berlebihan tentunya mampu menyebabkan rencana untuk menikah enggan dilakukan. Pernah ada yang mengatakan bahwa memilih wedding dress tidak boleh berwarna merah. Ada juga yang bilang bahwa setelah menikah kaum wanita lebih menderita ketimbang pria. Apakah mitos-mitos tersebut benar adanya? Berikut adalah beberapa mitos serta penjelasannya yang bisa memberikan pencerahan pada rencana kamu:

Jangan menggunakan gaun pengantin warna merah

Pada dasarnya, mitos ini muncul di negara belahan barat. Warna merah untuk gaun pesta menjadi pantangan untuk digunakan dengan alasan bahwa merah merupakan simbol akan kematian. Konon, karena inilah, gaun-gaun pengantin kebanyakan menggunakan warna putih atau gading agar nampak lebih suci dan memiliki aura positif.

Setelah menikah, kehidupan seks menurun

Banyak yang mengatakan bahwa setelah memasuki bahtera pernikahan, kehidupan seks kamu dan pasangan akan menurun. Padahal, mitos ini tidak sepenuhnya benar, karena kepuasan tersebut relatif adanya. Bahkan menurut hasil survei menyatakan bahwa hal tersebut berbanding terbalik. Beberapa studi membuktikan bahwa orang yang sudah menikah punya kehidupan seks yang lebih baik daripada lajang. Alasannya tentu karena mereka lebih menikmatinya. 

Menikah justru menambah masalah

Siapa bilang masalah muncul saat kamu menikah? Bahkan, sebelum ada niat untuk menikah, masalah memang akan datang kapan pun itu. Jadi jangan khawatir, setelah kamu menikah maka kamu akan memiliki partner hidup yang bisa diajak berdiskusi dan sama-sama saling bantu menyelesaikan masalah yang ada. Just be positive!

Jangan keluar rumah selama masa pingitan

Sebenarnya, mitos ini hanya masalah bagaimana kamu berhati-hati dalam menjalani keseharian menjelang menikah nanti. Keluar rumah ataupun tidak, jika kamu kurang berhati-hati, celaka bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Mitos ini mungkin dimunculkan agar kamu sebagai calon pengantin lebih fokus pada pernikahan, kesiapan mental dan fisik di hari-H adalah kewajiban yang harus dijaga.

 

Foto: Rebecca Yale

What's On Fimela