Dua Tradisi Dalam Satu Pernikahan, Kenapa Tidak?

Patricia Wulandari08 Apr 2015, 10:00 WIB
Diperbarui 08 Apr 2015, 10:00 WIB

Jakarta Indonesia memiliki banyak sekali suku yang masing-masing punya tradisi upacara pernikahan tersendiri. Dalam suatu pernikahan tradisional, misalnya, pengantin biasanya memilih salah satu adat, atau ada kalanya pula kedua adat itu dipergunakan dalam acara. Kenapa tidak? Tentunya, keputusan untuk menghadirkan dua tradisi dalam satu pesta pernikahan tidaklah mudah.

Tradisi dari masing-masing keluargaharus dapat terwakili. Baik itu dari adat Jawa, Minang, Bali, Makassar, maupun Aceh sekalipun, sebisa mungkin kamu sinergikan sesuai dengan prosesi adat yang bersangkutan. Libatkan wedding organizer professional dan saran dari anggota keluarga dalam keseluruhan proses perencanaan. Berikut beberapa tips yang bisa kamu pilih.

Akad dan Resepsi Dibagi Dua

Biasanya, untuk kamu yang memang ingin menggabungkan dua tradisi budaya dalam satu pesta pernikahan, pembagian akad dan resepsi adalah solusi yang paling sederhana. Berhubung kamu sebagai mempelai perempuan yang ‘konon’ ingin dilepas oleh keluarga, maka kamu memegang bagian di resepsi pernikahan. Ambil contoh, jika pasanganmu berdarah Palembang, maka prosesi akadnya menggunakan adat Palembang, mulai dari dekor hingga busana yang digunakan. Selepas akad nikah, kamu dan pasangan bisa berganti busana menggunakan adat Jawa yaitu Paes Ageng Kanigaran. Mulai dari acara cucuk lampah hingga pengiringan mempelai menggunakan Tarian Gatot Kaca Gandrung, serta dekorasi khas Jawa, semua terealisasikan di pesta resepsi pernikahanmu. Dengan begitu, kedua keluarga merasa terwakili satu sama lain.

Tradisi Ngunduh Mantu

Jika memang kamu dan pasangan memiliki budget berlebih, solusi berikutnya bisa dilakukan dengan tradisi Ngunduh Mantu. Tradisi ini biasanya dilakukan bagi mereka yang ingin mengadakan dua pesta dengan dua tradisi yang berbeda. Biasanya, ini dilakukan mengingat keduanya tumbuh dan berasal dari wilayah yang berbeda. Demi hadirnya rekan sejawat keluarga yang bersangkutan, maka pesta pernikahan dilangsungkan di dua wilayah yang berbeda tersebut, sesuai tradisi keluarga masing-masing. Misal, jika kamu berasal dari Jakarta, maka seluruh acara dilakukan dengan adat Jakarta. Jika pasanganmu berasal dari Jawa Barat, maka mereka juga berhak mengadakan tradisi Sunda.

Pernikahan Nasional

Demi memaksimalkan dua tradisi dalam satu pesta pernikahan, namun ingin disesuaikan dengan budget yang ada, kamu bisa memilih untuk menghadirkan pesta pernikahan nasional. Singkatnya, kamu dan pasangan cukup mengenakan busana nasional yang menggambarkan Indonesia. Biasanya busana yang digunakan adalah kebaya dan jas beskap, yang bisa digunakan baik di acara akad maupun resepsi pernikahan. Ingin memperkuat dua adat yang bersangkutan, kamu bisa menghadirkan kain songket untuk kelengkapan seragam keluarga atau patung khas jawa Loro Blonyo sebagai detail tambahan dekorasi. Selamat mencoba!

 

Penulis: Andwi F. Larasati
Foto: Antijitters Photo

What's On Fimela